BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Kota   Semarang   merupakan   wilayah   yang   memiliki   topografi   yang bervariasi. Luas wilayah Semarang 373,7 Km2 yang terdiri dari 16 kecamatan dan 177    kelurahan    (Http://Students.ukdw.ac.id). Berdasarkan kondisi topografi tersebut  kota  Semarang  dibagi  menjadi  dua  wilayah  geografis  yaitu  Semarang bagian atas dan Semarang bagian bawah. Semarang bagian atas merupakan daerah perbukitan meliputi daerah Mijen, Gunungpati, Banyumanik, Ngalian, Tembalang (lihat Gambar 1.1)

Daerah    Semarang    khususnya   perbukitan   desa    Sekaran    kecamatan Gunungpati mempunyai kelandaian yang tinggi bahkan lebih 200. Daerah tersebut sebaiknya berfungsi sebagai daerah resapan air, tapi karena perkembangan jaman dan peningkatan kebutuhan tempat tinggal, disekitar daerah tersebut beralih fungsi sebagai daerah perumahan  diantaranya  yaitu perumahan  Ayodya Puri Nugraha. Perumahan   dengan   luas   areal   26,8360   Ha   tersebut   terletak   dekat   dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES) berjarak 2 Km arah kota Semarang. Kawasan tersebut seharusnya tidak layak untuk perumahan dan lahan pertanian karena  struktur  topografi  yang  landai,  sedikit  wilayah  yang  datar  dan terdapat lereng  agak  curam  bahkan  sampai  curam.  Perbukitan  tersebut  harusnya  layak untuk  daerah  penghijauan  dengan  ditanami  berbagai  tumbuhan  pengikat  yang berfungsi sebagai daerah resapan air wilayah Semarang dan sekitarnya.

Laut jawa

Kendal

Demak

Ungaran

Perbukitan Desa Sekaran

Gambar 1.1 Peta kota Semarang

Keterangan gambar:

1. Kecamatan Semarang Tengah   9. Kecamatan Gajahmungkur

2. Kecamatan Semarang Utara  10. Kecamatan Tembalang

3. Kecamatan Semarang Timur 11. Kecamatan Banyumanik

4. Kecamatan Gayamsari           12. Kecamatan Gpati

5. Kecamatan Genuk                   13. Kecamatan Semarang Barat

6. Kecamatan Pedurungan          14. Kecamatan Tugu

7. Kecamatan Semarang Selatan   15. Kecamatan Semarang Mijen

8. Kecamatan Candisari              16. Kecamatan Ngalian

Jenis tanah di perbukitan Sekaran yaitu tanah lempung sampai lempung kepasiran dan sebagai batuan dasarnya terdiri dari breksi dan tufa yang merupakan hasil kegiatan gunung Ungaran dimasa lampau yang bersifat stabil. Jenis tanah lempung ini mempunyai sifat kembang susut yaitu sifat tanah yang akan mudah berubah   kadar   airnya.   Perubahan   kadar   air  pada  tanah   lempung   ini  akan menurunkan kekuatan geser dalam lapisan tanah dan akan menambah beban tanah yang harus ditahan oleh lereng pada bidang longsornya. Longsor biasanya terjadi pada saat musim hujan karena pada saat musim penghujan,  air akan masuk ke permukaan kedalam tanah atau batuan yang akan menambah tekanan air pori dan berat volume tanah memicu gerakan tanah longsor. Dengan bentuk lereng yang terjal  semakin  meningkatkan   gaya  pendorong  tanah  untuk  bergerak.  Tanah longsor  mudah  terjadi  karena  perubahan  kadar  air,  daya  rembesan  air  dan besarnya sudut lereng. Semakin besar sudut lereng maka semakin mudah daerah tersebut longsor.

Hujan yang deras dengan intensitas lama dan tinggi di desa Sekaran kecamatan Gunungpati   menyebabkan perumahan Ayodya Puri Nugraha Sekaran mengalami  kelongsoran  pada  bulan  Februari  2006.  Akibatnya  merobohkan  45 rumah dan merusak fasilitas pendukung lainnya seperti saluran air, tiang listrik. Bencana  tanah  longsor  yang  lainnya  yaitu  di lereng  Gunung  Lawe  atau  Bukit Pawinihan yang menimbun ratusan rumah di empat rukun tetangga di dusun Gunungraja   desa   Sijeruk   kecamatan   Banjarmangu   kabupaten   Banjarnegara propinsi   Jawa  Tengah  pada  bulan  januari  2006  dan  di  desa  Tumpangsari kecamatan Tembalang kabupaten Semarang yang merusak beberapa rumah disekitarnya. Ketiga bencana longsor tersebut terjadi karena daerah tersebut merupakan daerah perbukitan dengan sudut lereng yang curam. Saat terjadi hujan, air akan langsung mengalir deras dari daerah yang lebih tinggi ke tempat yang rendah sehingga beban tanah bertambah dan terjadi pergerakan tanah.

Longsor  biasanya  terjadi  saat  musim  penghujan  karena  air  hujan  akan masuk ke dalam tanah dan akan menyebabkan tanah menjadi jenuh, tanah yang jenuh terdapat tekanan air pori, karena hujan yang lama maka tekanan air pori akan naik, naiknya tekanan air pori menyebabkan kuat geser tanah menjadi kecil dan pada akhirnya tanah menjadi labil dan rawan longsor.   untuk itu perlu suatu pencegahan  dengan  cara  menganalisis  tanah  yang  rawan  longsor  khususnya daerah yang berpotensi rawan yaitu di daerah perbukitan dengan struktur tanah yang labil seperti didaerah perbukitan Sekaran Semarang.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas permasalahan yang muncul adalah untuk mengetahui  penyebab kelongsoran  tanah di perbukitan desa Sekaran kecamatan Gunungpati kabupaten Semarang khususnya di perumahan Ayodya Puri Nugraha Sekaran Semarang dengan meninjau besarnya sudut lereng dan tingkat kejenuhan tanahnya.

Skripsi Daftar Pustaka

Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk softcopy (Msword) langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509

 
atau bisa telepon langsung.

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Related Articles: