BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Kondisi pasar modal di Indonesia yang mengalami pasang surut akhir-akhir ini, sebenarnya menggambarkan dinamika pasar modal sebagai lembaga keuangan yang dapat membantu dunia usaha dalam bidang pembiayaan dan investasi. Menurut Fuady (1996:10) pasar modal merupakan lembaga pendanaan yang mempunyai peranan cukup besar dalam kegiatan perekonomian. Hal ini disebabkan karena pasar modal berfungsi sebagai sarana penghimpun dana masyarakat untuk disalurkan ke dalam kegiatan-kegiatan produktif, sumber pembiayaan yang mudah dan cepat bagi dunia usaha, serta sebagai alternatif investasi bagi para pemilik modal.

Menurut Halim (1999) salah satu aspek perusahaan yang dinilai investor adalah kinerja perusahaan. Ukuran kinerja perusahaan yang paling lama dan paling banyak digunakan adalah kinerja keuangan, diukur melalui laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil pencapaian suatu perusahaan. Analisa laporan keuangan yang meliputi perhitungan dan interpretasi rasio diperlukan untuk memperoleh informasi tentang posisi keuangan, kinerja keuangan, aliran kas, dan informasi lainnya yang berkaitan dengan laporan keuangan untuk pengambilan keputusan ekonomi.

Dalam melakukan investasi, seorang investor tentu akan menanamkan modalnya pada perusahaan dengan kinerja yang baik. Investasi dalam bentuk saham memerlukan informasi yang akurat, sehingga investor tidak terjebak pada kondisi yang merugikan. Investasi di bursa efek merupakan jenis investasi dengan resiko relatif tinggi meskipun menjanjikan keuntungan yang relatif besar.

Bank mempunyai peran yang sangat penting dalam kegiatan perekonomian. Semakin tingginya pertumbuhan ekonomi, telah mendorong bank untuk menciptakan produk dan layanan yang sifatnya memberi kepuasan dan kemudahan kepada nasabahnya. Lembaga perbankan mempunyai fungsi sebagai lembaga perantara yaitu lembaga penghubung antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak-pihak yang memerlukan dana. Kondisi keuangan  sebuah bank dapat diketahui dengan melakukan penilaian terhadap bank tersebut. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja keuangan bank adalah dengan rasio profitabilitas. Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu.

Menurut Sulistiono (1998:55) secara umum nilai perusahaan digambarkan dengan adanya perkembangan harga saham perusahaan di pasar modal. Semakin tinggi harga saham suatu perusahaan, maka semakin tinggi pula nilai perusahaan tersebut. Harga saham di pasar modal dipengaruhi oleh beberapa faktor. Jika diasumsikan suatu pasar modal sudah berjalan secara efisien, maka faktor fundamental merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap harga saham, disamping faktor teknikal yang berpengaruh secara psikologis terhadap harga saham di pasar modal. Faktor fundamental meliputi kinerja perusahaan secara keseluruhan khususnya prospek perusahaan di masa depan serta laba yang dihasilkan. Selain itu deviden yang dibagikan terhadap pemegang saham juga dianggap cukup berpengaruh, lalu tingkat suku bunga bank, tingkat perubahan harga dimana seluruh faktor fundamental tersebut dipengaruhi oleh kondisi perekonomian pada umumnya.

Dalam Baridwan dan Legowo (2002:134) dijelaskan bahwa saham merupakan salah satu instrumen pasar modal yang mendorong perkembangan pasar modal di Indonesia dengan melonjaknya jumlah transaksi saham yang ditransaksikan dan semakin tingginya volume perdagangan saham. Seiring dengan perkembangan yang pesat tersebut, maka kebutuhan akan informasi dalam pengambilan keputusan investasi di pasar modal juga meningkat. Informasi secara fundamental digunakan untuk menentukan prospek ke depan perusahaan melalui analisis ekonomi sebagai dasar memperoleh nilai instrinsik atau harga saham yang wajar.

Menurut Machfoeds (1994), rasio keuangan dapat digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan, dan untuk membandingkan kinerja perusahaan yang satu dengan lainnya. Dari sisi eksternal, rasio keuangan digunakan untuk menentukan pembelian atau penjualan saham suatu perusahaan, pemberian pinjaman serta untuk memprediksi kekuatan keuangan perusahaan di masa mendatang. Analisa rasio keuangan dapat membantu para pelaku bisnis, pemerintah, dan para pemakai laporan keuangan lainnya untuk menilai kondisi keuangan suatu perusahaan tanpa terkecuali lembaga keuangan.

Pengukuran kinerja dengan menggunakan metode akuntansi tradisional memiliki kelemahan karena mengabaikan faktor biaya modal atas investasi yang ditanamkan oleh investor. Karena tidak memperhitungkan biaya modal atas investasi, maka secara tidak langsung akan mengabaikan kepentingan investor yang telah menanggung resiko dengan menanamkan modalnya. Selain itu, pengukuran kinerja dengan menggunakan metode akuntansi tradisional akan mendorong manajer untuk menghindari investasi pada proyek yang berakibat menurunnya pengembalian investasi, meskipun proyek tersebut menguntungkan dan memiliki resiko yang rendah.

Kelemahan metode akuntansi tradisional dalam mengukur kinerja keuangan dapat diatasi dengan konsep Economic Value Added (EVA). Konsep EVA mengkaitkan antara menciptakan nilai (creating value) dengan kinerja perusahaan. Menurut Resmi (2003:280), apabila EVA positif berarti tingkat pengembalian yang dihasilkan lebih tinggi daripada tingkat pengembalian modal yang diminta investor, berarti perusahaan telah memaksimumkan nilai perusahaan. Demikian pula sebaliknya bila EVA negatif menandakan bahwa nilai perusahaan berkurang, sehingga tingkat pengembalian yang dihasilkan lebih rendah daripada tingkat pengembalian yang dituntut investor.

Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk menguji pengaruh antara kinerja keuangan dengan harga saham dengan menggunakan bebagai alat ukur. Diantaranya adalah penelitian yang dilakukan Baridwan dan Legowo (2002) yang meneliti hubungan antara EVA, MVA, dan rasio profitabilitas terhadap harga saham. Kemudian Hartono dan Chendrawati (1999) melakukan penelitian mengenai perbandingan pengaruh ROA dan EVA terhadap tingkat pengembalian saham. Dari kedua penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa EVA berpengaruh lemah dan tidak signifikan terhadap harga saham.  Sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh Lehn dan Makhija (1996) diperoleh hasil bahwa EVA berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Berdasarkan penelitiaan tersebut disimpulkan bahwa terdapat ketidakkonsistenan hasil penelitian.

Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian Hartono dan Chendrawati (1999). Mereka melakukan penelitian mengenai perbandingan antara pengaruh ROA dan EVA terhadap tingkat pengembalian saham. Berdasarkan penelitian tersebut penulis ingin menguji generalisasi hasil dari penelitian ini dengan penelitian sebelumnya dengan menggunakan sampel dan periode pengamatan yang berbeda, serta menambahkan satu variabel independen. Sampel pada penelitian Hartono dan Chendrawati (1999) adalah perusahaan-perusahaan yang masuk dalam indeks LQ-45, dengan periode pengamatan antara tahun 1994-1996. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di BEJ dengan periode pengamatan 2002-2004. Penulis juga menambahkan variabel ROE dalam penelitian ini, karena ROE merupakan ukuran profitabilitas yang paling utama bagi para pemegang saham. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul:

“ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN YANG DIUKUR DENGAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DAN RASIO PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM (Studi Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di BEJ)”

1.2. Motivasi Penelitian

Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Hartono dan Chendrawati (1999). Alasannya adalah karena adanya ketidakkonsistenan hasil pada penelitian-penelitian sebelumnya. Selain itu juga adanya rekomendasi dari peneliti sebelumnya yang merasa memiliki keterbatasan dalam hal sampel penelitian dan sumber data yang tidak lengkap.

1.3. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka dapat dibuat perumusan masalah sebagai berikut:

  1. “Bagaimanakah pengaruh kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan EVA dan Rasio Profitabilitas (ROA, ROE) terhadap harga saham?”
  2. “Manakah diantara variabel ROA, ROE, dan EVA yang paling berpengaruh terhadap harga saham?”

Skripsi Daftar Pustaka

Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk softcopy (Msword) langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509

 
atau bisa telepon langsung.

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Related Articles: