BAB I

PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Peningkatan  kualitas  sumber  daya  manusia  merupakan  pra  syarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan. Salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah pendidikan, sehingga kualitas pendidikan harus senantiasa ditingkatkan. Sebagai faktor penentu keberhasilan, pada tempatnyalah kualitas sumber daya manusia ditingkatkan melalui  berbagai  program  pendidikan  yang  dilaksanakan  secara  sistematis dan terarah berdasarkan kepentingan yang mengacu pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Sebagai    subsistem    pendidikan   nasional     yaitu    sekolah    yang merupakan lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberikan  pelajaran. Menurut Sutomo bahwa Sekolah juga sebagai salah satu bentuk organisasi merupakan pelaksana teknis pendidikan formal di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan Nasional Propinsi yang bersangkutan. Tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Nasional tentang susunan organisasi dan tata kerja jenis sekolah. Struktur organisasi sekolah memperlihatkan terdapatnya hubungan antara Kepala sekolah, Guru, Siswa dan Pegawai Tata Usaha Sekolah serta pihak

lainnya  di  luar  sekolah.  Koordinasi,  Integrasi dan  Sinkronisasi  kegiatan-kegiatan  yang  terarah  memerlukan  pendekatan   pengadministrasian   yang efektif  dan  efisien,  yaitu  berorientasi  kepada  tujuan,  penggunaan  semua sumber daya dan mekanisme pengelolaan sekolah.

Manajemen pendidikan merupakan alternatif     strategis untuk meningkatkan  kualitas pendidikan. Hasil penelitian Balitbangdikbud  (1991) menunjukkan  bahwa manajemen sekolah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi  kualitas  pendidikan.  Manajemen  sekolah  secara  langsung akan mempengaruhi  dan menentukan  efektif tidaknya  kurikulum,  berbagai peralatan   belajar   waktu   mengajar   dan   proses   pembelajaran.   Dengan demikian, upaya peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dengan pembenahan manajemen sekolah, di samping peningkatan kualitas guru dan pengembangan sumber belajar. Dalam pembenahan manajemen sekolah meliputi  komponen-komponen   sekolah  itu  sendiri,  yaitu  kurikulum  dan program pengajaran, tenaga pendidikan, kesiswaan,    keuangan dan pembiayaan, sarana dan prasarana pendidikan, hubungan sekolah dan masyarakat, serta manajemen pelayanan khusus lembaga pendidikan.

Dalam  kegiatan  manajemen  pelayanan  khusus  lembaga  pendidikan tidak lepas dari data-data yang dapat berubah sewaktu-waktu dengan jumlah data yang sangat besar. Perubahan data tersebut harus tersimpan dengan baik. Dalam pengelolaan data kebanyakan dari pihak sekolah khususnya dalam kegiatan manajemen  pelayanan khusus lembaga pendidikan  yang berkaitan dengan database siswa, guru, dan pegawai masih menggunakan sistem pemrosesan manual, di mana data yang ada berupa setumpuk rekaman yang disimpan pada rak-rak berkas.

Seiring dengan kemajuan teknologi, komputer merupakan produk teknologi yang mampu memecahkan masalah bukan hanya dalam segi perhitungan tetapi juga dalam kemampuannya  menyimpan dan memberikan informasi. Walaupun demikian dalam masyarakat modern komputer lebih banyak   dimanfaatkan  sebagai pusat data (databased) dibandingkan penggunaan  lainnya.  Karena  peran  database  sangat  menonjol.  Pemrosesan basis data menjadi perangkat andalan yang kehadirannya sangat diperlukan, dan tidak hanya mempercepat pemerolehan informasi, tetapi juga dapat meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Perkembangan teknologi database tidak lepas dari perkembangan perangkat keras dan perangkat lunak.  Salah  satu perangkat lunak pengembangan aplikasi yang popular adalah Microsoft Visual Basic 6.0. Di mana  bahasa  pemrograman   yang  mutakhir,  Microsoft  Visual  Basic  6.0 didesain untuk dapat memanfaatkan  fasilitas yang tersedia dalam Microsoft Windows dan merupakan soft ware yang bisa digunakan untuk membuat program yang cukup sederhana tetapi banyak cakupan yang dapat dikerjakan.

Penggunaan bahasa pemrograman visual basic 6.0 dalam penanganan database merupakan kemajuan teknologi dalam perkembangan basis data. Dalam  menangani  data  yang  besar  pemrograman  Visual  Basic  6.0  sangat efektif dibandingkan dengan sistem pemrosesan manual yang dilakukan. Dengan menggunakan pemrograman Visual Basic 6.0 penulis tertarik untuk membuat  program  database  siswa,  guru,  dan pegawai  di sekolah.  Adapun yang  menjadi  objek  dalam  pembuatan  database  adalah  SMP  Negeri  2 Bulakamba Kabupaten Brebes.

B.    RUMUSAN DAN PEMBATASAN MASALAH

1. Rumusan Masalah

Permasalahan yang akan dibahas dalam kegiatan ini antara lain :

a.   Bagaimanakah  penerapan aplikasi Microsoft Visual Basic 6.0   dalam mengatasi masalah manajemen pelayanan khusus lembaga pendidikan sekolah yang berkaitan dengan database siswa,guru dan pegawai?

b. Apakah dengan aplikasi Microsoft Visual Basic 6.0 untuk sistem pembuatan database siswa, guru dan pegawai dapat diterapkan untuk mengatasi manajemen SMP Negeri 2 Bulakamba?

2. Pembatasan Masalah

Dalam kegiatan ini tidak seluruh manajemen yang ada di sekolah dibuat  program  databasenya.  Tetapi  berdasarkan  pertimbangan   waktu maka hanya dibuat database manajemen pelayanan khusus lembaga pendidikan  yang  berkaitan  dengan  database  siswa,  guru  dan  pegawai sekolah.  Bahasa pemrograman   yang     digunakan adalah  bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0.

Skripsi Daftar Pustaka

Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk softcopy (Msword) langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509

 
atau bisa telepon langsung.

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Related Articles: