BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Tujuan negara Indonesia yang tercantum dalam UUD 45 yaitu memajukan kesejahteraan umum bagi rakyat Indonesia. Pembangunan nasional yang kini sedang berkembang dilaksanakan oleh pemerintah bersama dengan rakyat pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik secara lahiriah maupun batiniah. Setiap warga negara berhak untuk mendapat pekerjaan dan penghidupan yang layak. Hal ini merupakan tujuan pembangunan dibidang ketenagakerjaan yang merupakan bagian integral dari pembangunan nasional dan daerah.

Untuk menilai sampai sejauh mana keberhasilan Indonesia dalam pembangunan ekonominya dapat dilihat dari komponen pertumbuhan ekonomi dan komponen pembagian pendapatan diantara berbagai golongan masyarakat. Sebagai indikator pertumbuhan ekonomi dapat disebutkan antara lain laju pertumbuhan konsumsi perkapita (Esmara, 1982:169-170).

Dengan demikian pembangunan bukan hanya penekanan pada peningkatan dalam pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) per kapita saja, tetapi pembangunan merupakan suatu proses multidemensi yang meliputi pola reorganisasi dan pembaharuan seluruh sistem dan aktivitas ekonomi sosial dalam mensejahterakan kehidupan masyarakat. Maka yang hendak dicapai dalam pembangunan sosial ekonomi, pertama-tama mengutamakan peningkatan taraf hidup yang tercermin dalam peningkatan pendapatan per kapita dan pemenuhan kebutuhan pokok (Kamaludin, 1983).

Salah satu masalah yang kini dihadapi oleh pemerintah adalah persoalan ketenagakerjaan yang erat kaitannya dengan masalah kependudukan. Persoalan kesempatan kerja sebagai tekanan dan masalah yang mendesak yang harus dipenuhi. Berdasarkan data BPS jumlah angkatan kerja pada Februari 2006 mencapai 106,3 juta orang, dan bila dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja pada Februari 2005 sebesar 105,8 juta, berarti ada penambahan sebesar 500.000 orang (Choiril Maksum, 2006). Dari jumlah angkatan kerja 106,3 juta orang dapat dibagi menurut pendidikan dan jenis kelamin sebagaimana ditunjukan pada tabel 1.

Tabel 1.1.1.

Angkatan Kerja Indonesia Menurut Pendidikan dan Jenis Kelamin (2006)

Pendidikan

Jenis Kelamin

Jumlah

Laki-laki

Perempuan

> SD

33.774.483

22.695.435

56.469.918

SMPN

15.176.492

6.727.064

21.903.556

SMAN

15.202.375

6.730.368

21.932.743

Akademi/Diploma

1.267.630

1.176.933

2.444.563

Universitas

2.251.578

1.279.437

3.531.015

Jumlah

67.672.558

38.609.237

106.281.795

Sumber: BPS/Sakernas 2006.

Dengan semakin meningkatnya jumlah angkatan kerja dan tidak diimbangi dengan peningkatan lapangan kerja di dalam negeri mendorong masyarakat untuk mencari pekerjaan ke luar negeri. Menurut Malini (2002:7) ada beberapa pendorong Tenaga Kerja Wanita (TKW) ingin bekerja keluar negeri antara lain: (1) dorongan ekonomi, karena kebutuhan hidup semakin tinggi, (2) semakin sempitnya lahan pertanian sebagai mata pencaharian mereka sebagai petani, (3) lapangan kerja dalam negeri sempit serta upah yang rendah, sedangkan diluar negeri upahnya tinggi hingga tujuh kali lipat, (4) karena alasan sosial berupa pendidiakn yang rendah, (5) demonstration effect, dimana mereka melihat tetangganya hidup enak dan mewah dari hasil bekerja di luar negeri, (6) faktor demografi usia muda membuat mereka ingin mempunyai uang banyak.

Pengirimaan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri pada hakekatnya merupakan ekspor jasa penghasil devisa yang diselenggarakan dengan effisien dan memberikan kemudahan serta perlindungan tenaga kerja yang tertuang dalam Depnaker 02/94 dan Kepnaker 44/94 yang diperlukan baik dalam maupun luar negeri merupakan bagian dari perencanaan ketenagakerjaan nasional dengan tetap memperhatikan hakekat dan martabat serta nama baik bangsa dan negara  (GBHN, 2002 : 69).

Menurut Indah Rahayu Ningsih (2003:9) bahwa secara umum proses pengiriman tenaga kerja wanita Indonesia ke luar negeri dilakukan dengan tujuan antara lain menciptakan dan memperluas kesempatan kerja, meningkatkan penghasilan devisa bagi negara, meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga mengantarkan tenaga kerja wanita Indonesia pada taraf kehidupan yang produktif, mandiri dan sejahtera.

Makin maraknya tenaga kerja Indonesia ke luar negeri merupakan suatu fenomena yang sangat menarik. Dikatakan menarik karena TKW bekerja ke luar negeri dengan pendapatanya dapat memberikan kontribusi yang cukup besar dalam perekonomian negara. Disisi lain TKW bekerja ke luar negeri memberikan perubahan pada tingkat sosial mereka, yang semula berada pada taraf rendah setelah bekerja ke luar negeri berada pada taraf yang lebih tinggi dan serba kecukupan.

Alokasi pendapatan TKW dari hasil bekerja di luar negeri tidak hanya untuk tujuan konsumsi saja namun untuk tujuan investasi ataupun untuk tujuan tabungan. Diharapkan pendapatan TKW ke luar negeri digunakan untuk kebutuhan yang lebih produktif dan dapat meningkatkan taraf hidup mereka. Jika dari pendapatannya tersebut dapat meningkatkan taraf hidup mereka, maka akan meningkatkan pendapatan perkapita dan secara tidak langsung dapat menggerakan perekonomian nasional. Hal ini dapat dilihat dengan aliran pendapatan yang masuk dari luar negeri ke dalam negeri. TKW juga mempunyai andil yang cukup besar dalam menyumbang devisa negara, seperti yang terlihat pada tabel 2.

Tabel 1.1.2.

Penerimaan Devisa Dari TKW Menurut Kawasan Tahun 2004

Kawasan

TKI (orang)

Devisa (US $)

Asia Pasifik

25,811

165,219,108

Amerika

5

259,231,971

Eropa

0

364,452

Timteng dan Afrika

54,97

392,623

Jumlah

80.786

425,208,154

Sumber : Depnakertrans, Ditjen PPTKLN (Data Januari-Maret 2004).

Sedangkan di Jawa Timur, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri melakukan pengiriman uang (remittance) melalui bank-bank di Jawa Timur sudah mencapai 3 triliun rupiah. Jumlah itu melebihi PAD (pendapatan asli daerah) yang hanya 2,1 triliun. Jadi di Jawa Timur sendiri memperoleh remittance dari TKI yang bekerja diluar negeri rata-rata 3 triliun per tahun (Fahmi Idris, 2005).

Sasaran tenaga kerja Jawa Timur keluar negeri antara lain ke Arab saudi, Uni Emirat Arab, Korea, Taiwan, Hongkong, Malaysia, Singapura dan negara lain. Jawa Timur telah mengirim TKI rata-rata sejumlah 38.465 orang per tahun keberbagai negara tersebut diatas (Dinas Infokom Jawa Timur).

Di Kabupaten Madiun telah memberangkatkan TKI ke luar negeri hingga pertengahan tahun 2006 ini mencapai 1.318 orang dengan sumbangan devisa sebesar 7,39 juta dolar Amerika atau sekitar Rp 70 miliar lebih (dengan asumsi kurs Rp 10 ribu). Tahun sebelumnya yaitu tahun 2005, jumlah TKI asal Kabupaten Madiun tercatat sebanyak 1.954 orang dengan devisa sebesar 9,82 juta dolar AS atau Rp 98 miliar lebih (Junaidi Mahendra:2006).

Di Kabupaten Madiun ditemukan 119 desa dari 206 desa dinyatakan sebagai desa tertinggal atau sekitar 57,77% (Jawa Pos, 2006). Hal ini merupakan permasalahan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Madiun yang harus segera diselesaikan. Pemerintah mempunyai tugas untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa. Dalam rangka meningkatkan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat desa Pemerintah Kabupaten Madiun perlu mengambil langkah-langkah yang tepat. Melalui pengiriman jasa TKI keluar negeri merupakan langkah yang potensial. Menggerakan pengiriman TKI ke luar negeri merupakan langkah yang tepat untuk mengurangi pengangguran di Kabupaten Madiun dan untuk menggerakan perekonomian Madiun. Diharapkan penggunaan pendapatan TKI kususnya TKW ke luar negeri dapat berpengaruh pada tingkat pengeluaran rumah tangganya. Pengluaran rumh tangga yang dimaksud adalah pengeluaran untuk tujuan konsumsi dan untuk tujuan investasi.

Desa Kranggan merupakan salah satu desa di Kabupaten Madiun yang sebagaian dari penduduknya bekerja sebagai TKW di luar negeri. Desa Kranggan Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, dengan jumlah penduduk 2625 Jiwa. Pemilihan lokasi ini karena Desa Kranggan merupakan salah satu Desa di Kabupaten Madiun yang 10% dari penduduknya pernah bekerja atau sedang bekerja sebagai TKI di luar negeri.

1.2. Rumusan Masalahan

Perkembangan pengiriman TKW ke luar negeri menunjukan perkembangan yang baik. Hal ini dapat dilihat baik dari alokasi pendapatan TKW terhadap pengeluaran rumah tangganya. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas maka permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Bagaimana alokasi pendapatan TKW setelah bekerja di luar negeri yang digunakan untuk tujuan Investasi?
  2. Bagaimana pengeluaran rumah tangga TKW untuk tujuan konsumsi dan Investasi sebelum dan sesudah bekerja di luar negeri?

1.3. Batasan Masalah

  1. Penelitian dilakukan kepada TKW yang telah pulang dari bekerja di luar negeri dengan masa kerja minimal 2 tahun.
  2. Pengeluaran rumah tanggan TKW dibatasi untuk tujuan konsumsi dan investasi. Penelitian ini tidak meniliti tentang saving karena remittance dari luar negeri secara tidak langsung sudah melakukan saving.

1.4. Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui alokasi pendapatan TKW yang digunakan untuk tujuan Investasi.
  2. Mengetahui pengeluaran rumah tangga TKW yaitu untuk tujuan konsumsi dan investasi sebelum dan sesudah bekerja di luar negeri.

1.5. Manfaat Penelitian

Dari penelitian ini diharapkan:

  1. Dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menentukan program-program migrasi TKI dan TKW ke luar negeri. Pemerinatah diharapkan mampu menghimbau kepada TKI untuk mengalokasikan pendapatanya untuk kegiatan yang lebih produktif.
  2. Memberi masukan pengambilan bagi aparat desa atau kepala desa agar membuat suatu program yang merangsang TKW memanfaatkan pendapatannya untuk tujuan usaha yang produktif.
  3. Bagi pihak lain, hasil penelitian ini agar dapat menjadi landasan atau bahan informasi untuk penelitian yang berhubungan dengan permasalahan tenaga kerja Indonesia.

Skripsi Daftar Pustaka

Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk softcopy (Msword) langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509

 
atau bisa telepon langsung.

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Related Articles: