BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Untuk dapat lebih bisa bersaing pada era persaingan global saat ini, perusahaan dihadapkan pada kondisi untuk dapat lebih transparan dalam mengungkapkan informasi perusahaannya. Pengungkapan informasi perusahaan dapat dilakukan dengan produk utama akuntansi yaitu laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang digunakan untuk menilai posisi keuangan dan kinerja perusahaan (Veronica dan Bachtiar, 2003).

Laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan ini telah lama dirasakan manfaatnya sebagai salah satu sarana untuk mengambil keputusan yang bermanfaat (Yudianti, 2000). Disadari oleh para pemakai laporan keuangan bahwa informasi yang disajikan memiliki berbagai keterbatasan yang melekat didalamnya seperti sifatnya yang umum, kuantitatif, historis, dinyatakan dalam unit uang, serta sarat akan taksiran (Statement of Financial Accounting Concept No. 1 dalam Yudianti 2000). Meskipun masih memiliki banyak keterbatasan, penggunaan pelaporan keuangan untuk berbagai pihak internal maupun eksternal perusahaan sangat diperlukan.

Laporan keuangan pada dasarnya merupakan sumber informasi bagi investor sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi di pasar modal dan juga sebagai sarana pertanggungjawaban manajemen sumber daya yang dipercayakan kepadanya.  Pada kondisi ketidakpastian pasar, nilai informasi yang relevan dan reliable yang tercermin di dalam pengungkapan (disclosure) perusahaan menjadi faktor penting. Pengungkapan yang detail akan memberikan gambaran kinerja dan operasionalisasi perusahaan yang sesungguhnya (Sidarta dan Juniarti, 2003). Pengungkapan semacam inilah yang nantinya akan menimbulkan kepercayaan dari pihak stakeholders, khususnya dalam hal ini pihak lender (pemberi pinjaman) akan kinerja manajemen dan kapabilitas perusahaan (Watts and Zimmerman, 1986:306 dalam Sidarta dan Juniarti, 2003). Selain itu, pengungkapan yang berkualitas akan dapat membantu pihak lenders dan underwriters (penanggung resiko) dalam mengestimasi resiko kegagalan yang akan dibebankan pada perusahaan (Bill Rees, 1990:261 dalam Sidarta dan Juniarti, 2003). Pengungkapan laporan keuangan dapat dilakukan dalam bentuk penjelasan mengenai kebijakan akuntansi yang ditempuh, kontijensi, metode persediaan, jumlah saham yang beredar dan ukuran alternatif, misalnya pos-pos yang dicatat berdasar historical cost, Ainun dan Fuad (2000) dalam Simanjuntak dan Widiastuti (2004).

Dengan semakin pentingnya pengungkapan pada laporan keuangan, berbagai penelitian mengenai kelengkapan pengungkapan (disclosure) dalam laporan keuangan juga telah banyak dilakukan, juga pada pasar modal  Indonesia. Simanjuntak dan Widiastuti (2004) melakukan penelitian tentang berbagai faktor yang berpengaruh terhadap kelengkapan pengungkapan pada laporan keuangan. Studi dilakukan dengan menggunakan sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ pada tahun 2002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor profitabilitas dan kepemilikan saham publik berpengaruh signifikan terhadap luas pengungkapan  perusahaan.

Penelitian yang sejenis juga dilakukan oleh Gunawan (2000). Penelitian dilakukan dengan menggunakan sampel perusahaan yang terdaftar di BEJ pada tahun 1998. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya ukuran perusahaan yang berpengaruh signifikan terhadap luas pengungkapan  perusahaan.

Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian Simanjuntak dan Widiastuti (2004) dan Gunawan (2000). Peneliti melakukan penelitian yang sejenis dengan motivasi bahwa studi tersebut masih menunjukkan hasil yang beragam, yang bisa disebabkan adanya perbedaan sifat variabel independen dan variabel dependen yang digunakan atau perbedaan dalam penggunaan metode statistik (Simanjuntak dan Widiastuti, 2004).

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya oleh Simanjuntak dan Widiastuti (2004) adalah terletak pada penggunaan sampel penelitian, dimana penelitian sebelumnya menggunakan sampel perusahaan manufaktur saja, sedangkan penelitian ini menggunakan sampel dari keseluruhan sektor industri. Penelitian ini juga menambahkan karakteristik/jenis industri dalam variabel penelitian. Penambahan variabel jenis industri tersebut mengacu pada model penelitian Gunawan (2000). Pada penelitian ini item pengungkapan yang digunakan adalah mandatory disclosure sedangkan pada penelitian sebelumnya item pengungkapan yang digunakan adalah mandatory dan voluntary disclosure.

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka judul yang diangkat dalam penelitian ini adalah “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang pada sub-bab sebelumnya, perumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah:

  1. Apakah tingkat leverage berpengaruh terhadap luas pengungkapan perusahaan?
  2. Apakah tingkat likuiditas berpengaruh terhadap luas pengungkapan  perusahaan?
  3. Apakah jenis industri berpengaruh terhadap luas pengungkapan perusahaan?
  4. Apakah kepemilikan saham publik berpengaruh terhadap luas pengungkapan perusahaan?
  5. Apakah umur berpengaruh terhadap luas pengungkapan perusahaan?
  6. Apakah ukuran berpengaruh terhadap luas pengungkapan  perusahaan?

Skripsi Daftar Pustaka


Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk softcopy (Msword) langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509

 
atau bisa telepon langsung.

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Related Articles: