<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bankskripsi.com™</title>
	<atom:link href="http://bankskripsi.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bankskripsi.com</link>
	<description>Layanan referensi jurnal skripsi tesis</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 23:19:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>SUATU TINJAUAN PROSES SELEKSI KARYAWAN PADA PT. PUPUK KUJANG CIKAMPEK</title>
		<link>http://bankskripsi.com/suatu-tinjauan-proses-seleksi-karyawan-pada-pt-pupuk-kujang-cikampek/</link>
		<comments>http://bankskripsi.com/suatu-tinjauan-proses-seleksi-karyawan-pada-pt-pupuk-kujang-cikampek/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 23:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>layananjurnal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Skripsi Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pustakaonline.wordpress.com/2008/03/21/suatu-tinjauan-proses-seleksi-karyawan-pada-pt-pupuk-kujang-cikampek/</guid>
		<description><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan sebagai suatu organisasi merupakan suatu bentuk dari usaha keikutsertaan anggota masyarakat yang jika dikelola dengan baik mempunyai peranan yang besar dalam menunjang pembangunan. Perusahaan akan semakin maju dan berkembang jika faktor-faktor produksi yang ada dapat dikelola dengan baik sehingga menjadi satu kesatuan yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BAB I <br />PENDAHULUAN </p>
<p>1.1 Latar Belakang <br />  Perusahaan sebagai suatu organisasi merupakan suatu bentuk dari usaha keikutsertaan anggota masyarakat yang jika dikelola dengan baik mempunyai peranan yang besar dalam menunjang pembangunan. Perusahaan akan semakin maju dan berkembang jika faktor-faktor produksi yang ada dapat dikelola dengan baik sehingga menjadi satu kesatuan yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan. Tujuan perusahaan tersebut hanya dapat tercapai jika didukung oleh kerjasama yang baik antara berbagai faktor produksi yang ada dalam perusahaan tersebut antara lain : Manusia, Modal, Teknologi dan Alam. <br />Seperti yang telah kita ketahui bahwa mengatur faktor-faktor produksi yang bukan manusia adalah jauh lebih mudah bila dibandingkan dengan faktor manusia, karena manusia adalah mahluk yang memiliki akal dan budi pekerti. Manusia merupakan sumber daya yang paling penting dalam sebuah organisasi, maka diperlukan manajemen sumber daya manusia yang merupakan salah satu cabang dari ilmu manajemen  yang mempelajari hubungan dan peranan manusia dalam organisasi. <br />Suatu perusahaan yang tidak mengelola sumber daya manusia, tidak akan berhasil mengelola sumber daya yang lain yang ada pada perusahaan. Oleh karena itu Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan fungsi yang sangat penting dalam mengelola suatu perusahaan atau suatu organisasi. Manajemen Sumber Daya Manusia yang baik dapat membantu perusahaan untuk mendapatkan karyawan yang tepat dengan yang dibutuhkan perusahaan. Karyawan ini yaitu karyawan yang mempunyai kemampuan yang sesuai dengan jabatan yang akan diisi yang ada dalam perusahaan ( “ The right man on the right place “). Hal ini dapat dimaksudkan agar karyawan dapat bekerja secara efektif dan sasaran perusahaan dapat tercapai . <br />Adapun aktivitas-aktivitas  dari manajemen sumber daya manusia ini adalah perencanaan sumber daya manusia, penarikan karyawan, seleksi, orientasi latihan, pengembangan, penempatan, penilaian kinerja dan kompensasi. Hal ini semua bertujuan agar suatu perusahan dapat mengelola sumber daya manusianya dengan baik sehingga dapat diperoleh tenaga-tenaga kerja yang benar-benar dapat diandalkan dalam mencapai sasaran perusahaan. <br />Untuk memperoleh tenaga kerja yang dapat diandalkan, diperlukan seleksi yang efektif yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan. Dengan seleksi, perusahaan akan mendapatkan karyawan yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi dan situasi dari karyawan dan perusahaan itu sendiri sehingga menyebabkan kegiatan perusahaan berjalan lancar. Hal ini dikarenakan adanya seleksi yang efektif, maka diperoleh karyawan yang memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan tidak ada karyawan yang keluar masuk perusahaan sehingga tidak terjadi pemborosan waktu, biaya dan tenaga kerja untuk mendapatkan karyawan yang dibutuhkan. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan kerja praktek dan menulis laporan tugas akhir yang diberi judul “ Suatu Tinjauan Proses Seleksi Karyawan pada PT.Pupuk Kujang Cikampek”.    </p>
<p>1.2 Identifikasi Masalah  <br />Perusahaan tidak menginginkan timbulnya tenaga kerja yang berlebih atau tidak sesuai dengan pekerjaannya sehingga menimbulkan turnover pegawai yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilaksanakan seleksi yang tepat sehingga kegiatan perusahaan berjalan secara efektif. Karena seleksi karyawan membutuhkan tenaga, biaya yang besar dan waktu yang cukup lama, maka seleksi harus dilakukan seefektif dan seefisien mungkin sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi pihak perusahaan maupun pelamar itu sendiri. <br />Dalam melakukan seleksi, suatu perusahaan melakukan tahap-tahap atau prosedur untuk memperoleh calon karyawan yang diinginkan kemudian dilakukan tes-tes penerimaan yang ditentukan oleh perusahaan. Dalam hal ini penulis membatasi  (mengidentifikasi ) masalah sebagai berikut : <br /> 1. Bagaimanakah pelaksanaan seleksi karyawan yang dilakukan pada PT. Pupuk Kujang ? <br /> 2. Hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi dalam proses seleksi karyawan pada PT.Pupuk Kujang ? <br /> 3. Bagaimana cara mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi pada proses seleksi karyawan pada PT.Pupuk Kujang ?    <br /> 1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian <br />Adapun maksud dari kerja praktek yang penyusun lakukan adalah untuk mengumpulkan data dalam rangka penyusunan laporan tugas akhir untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh ujian Diploma III jurusan Manajemen pada Universitas Widyatama Bandung. <br />Sedangkan tujuan dari kerja praktek yang dilakukan penyusun adalah sebagai berikut:  <br /> 1. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan seleksi karyawan yang dilakukan oleh PT. Pupuk Kujang. <br /> 2. Untuk mengetahui hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi dalam proses seleksi karyawan pada PT. Pupuk Kujang. <br /> 3. Untuk mengetahui bagaimana cara menghadapi hambatan pada proses seleksi yang dilakukan PT. Pupuk Kujang. </p>
<p> 1.4 Kegunaan Penelitian <br />Dari hasil penelitian dan pengumpulan data-data kemudian dituangkan dalam bentuk tugas akhir ini, maka penulis mengharapkan dapat dipergunakan oleh pihak-pihak antara lain :  <br /> 1. Bagi penulis    <br />Kegunaan yang diharapkan adalah menambah wawasan dan pengetahuan mengenai manajemen sumber daya manusia terutama dalam bidang seleksi. <br />2. Bagi pihak perusahaan  <br />Sebagai bahan masukan dalam usaha melakukan analisa mengenai pelaksanaan seleksi. <br />3. Bagi Mahasiswa <br />Penelitian ini diharapkan dapat jadi bahan acuan atau perbandingan sehingga  <br />mahasiswa tidak terlalu sulit dalam penyusunan tugas akhir.  </p>
<p> 1.5 Metode Penelitian <br />Dalam penelitian ini penulis mempergunakan metode deskriptif analisis, yaitu suatu metode penelitian dengan mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data, serta dibuat suatu kesimpulan dan saran. </p>
<p>1.6 Lokasi dan Waktu Penelitian <br />Untuk penyusunan tugas akhir ini penulis mengadakan kerja praktek pada PT. Pupuk Kujang Cikampek. Dan waktu kerja praktek dilakukan pada bulan November 2003.</p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to SUATU TINJAUAN PROSES SELEKSI KARYAWAN PADA PT. PUPUK KUJANG CIKAMPEK</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/pengaruh-pelaksanaan-program-keselamatan-dan-kesehatan-kerja-terhadap-produktivitas-kerja-karyawan-pada-pt-pupuk-kujang-cikampek/" rel="bookmark">PENGARUH PELAKSANAAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA P.T PUPUK KUJANG CIKAMPEK</a></h3><p>BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Penelitian Suatu organisasi baik perusahaan maupun instalasi dalam melakukan aktivitasnya sudah tentu memerlukan sumber daya manusia yang mendukung usaha pencapaian tujuan ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/analisis-perbedaan-pendapatan-usahatani-tebu-organik-dan-anorganik-studi-kasus-di-kecamatan-asembagus-kabupaten-situbondo-2/" rel="bookmark">Analisis Perbedaan Pendapatan Usahatani Tebu Organik dan Anorganik (Studi kasus DI Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo)</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 2.1 Latar Belakang Pembangunan pertanian di Indonesia tetap dianggap penting dari keseluruhan pembangunan ekonomi, apalagi semenjak sektor pertanian menjadi penyelamat perekonomian nasional ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/analisis-perbedaan-pendapatan-usahatani-tebu-organik-dan-anorganik-studi-kasus-di-kecamatan-asembagus-kabupaten-situbondo/" rel="bookmark">Analisis Perbedaan Pendapatan Usahatani Tebu Organik dan Anorganik (Studi kasus DI Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo)</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 2.1 Latar Belakang Pembangunan pertanian di Indonesia tetap dianggap penting dari keseluruhan pembangunan ekonomi, apalagi semenjak sektor pertanian menjadi penyelamat perekonomian nasional ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/manajemen-strategi-pada-cv-adi-jaya-malang/" rel="bookmark">MANAJEMEN STRATEGI PADA CV. ADI JAYA MALANG</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Persaingan dalam dunia usaha dewasa ini tampak meningkat. Hal ini menyebabkan manajemen setiap perusahaan mendapat tantangan untuk berusaha ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/pengaruh-kepuasan-kerja-karyawan-terhadap-komitmen-pada-organisasi-studi-kasus-pada-perusahaan-umum-perum-jasa-tirta-i-malang/" rel="bookmark">PENGARUH KEPUASAN KERJA KARYAWAN TERHADAP KOMITMEN PADA ORGANISASI (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN UMUM (PERUM) JASA TIRTA I MALANG)</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Globalisasi dan perubahan-perubahan ekonomi membawa dampak yang cukup besar bagi industri perdagangan, manufaktur maupun jasa. Persaingan baik domestik maupun ...</p></div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bankskripsi.com/suatu-tinjauan-proses-seleksi-karyawan-pada-pt-pupuk-kujang-cikampek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TINJAUAN ATAS PELAKSANAAN PENGENDALIAN INTERN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA CV.”AJ”</title>
		<link>http://bankskripsi.com/tinjauan-atas-pelaksanaan-pengendalian-intern-persediaan-bahan-baku-pada-cv%e2%80%9daj%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://bankskripsi.com/tinjauan-atas-pelaksanaan-pengendalian-intern-persediaan-bahan-baku-pada-cv%e2%80%9daj%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 11:52:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>layananjurnal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pustakaonline.wordpress.com/2008/03/21/tinjauan-atas-pelaksanaan-pengendalian-intern-persediaan-bahan-baku-pada-cv%e2%80%9daj%e2%80%9d/</guid>
		<description><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam memasuki perkembangan dunia ekonomi yang semakin luas saat ini, setiap perusahaan yang tumbuh dan berkembang memerlukan suatu pengendalian intern persediaan yang baik dalam mendukung dan memperlancar kegiatannya produksinya. Dalam mewujudkannya dibutuhkan berbagai macam faktor pendukung baik langsung maupun tidak langsung dalam suatu proses kegiatan perusahaan. Tujuan utama perusahaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BAB I <br />PENDAHULUAN </p>
<p> 1.1 Latar Belakang </p>
<p> Dalam memasuki perkembangan dunia ekonomi yang semakin luas saat ini, setiap perusahaan yang tumbuh dan berkembang memerlukan suatu pengendalian intern persediaan yang baik dalam mendukung dan memperlancar kegiatannya produksinya. Dalam mewujudkannya dibutuhkan berbagai macam faktor pendukung baik langsung maupun tidak langsung dalam suatu proses kegiatan perusahaan.  <br />Tujuan utama perusahaan adalah memperoleh laba yang optimal sesuai dengan pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang, sehingga dapat menjamin kelangsungan hidup perusahaan. Banyak hal yang telah direncanakan tetapi dalam pelaksanaannya tidak dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. <br />Disamping itu persaingan yang terjadi didunia usaha pada saat ini semakin ketat, sehingga menyebabkan masalah-masalah yang harus dihadapi oleh perusahaan semakin banyak dan semakin komplek. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh perusahaan terutama perusahaan pengolahan yang besar adalah mengenai pengolahan persediaan bahan baku yang baik. Karena persediaan merupakan asset perusahaan yang cukup besar, sehingga apabila dalam penanganannya tidak dilakukan dengan baik, maka akan menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi perusahaan sementara perusahaan sudah cukup besar didalam mensiasati keadaan perekonomian yang serba sulit ini agar dapat tetap bertahan hidup. <br />Perusahaan harus menyadari perlunya manajemen yang baik dengan menerapkan pengendalian intern yang memadai agar tercapai pengelolaan yang lebih efektif dalam kegiatan perusahaan. Pengendalian intern yang memadai tidak menjamin bahwa semua penyimpangan atas tindakan yang merugikan perusahaan dapat dihindarkan sama sekali, tetapi kemungkinan-kemungkinan tersebut diusahakan dapat seminimal mungkin. <br />Pengendalian intern adalah salah satu sarana yang digunakan untuk mengevaluasi efektivitas pengelolaan dari suatu perusahaan. Melalui pengendalian intern ini, pihak manajemen perusahaan dapat mengetahui sampai sejauh mana pelaksanaan efektivitas perusahaan telah tercapai, masalah-masalah yang ada dalam perusahaan juga cara-cara mengatasi masalah tersebut. <br />Tujuan pengendalian intern dapat dicapai bila elemen pengendalian itu sendiri benar-benar dipenuhi, dan agar pengendalian itu berjalan secara efektif, maka diperlukan suatu bagian tertentu yang mengawasi dan mengevaluasi keefektifan pengendalian intern sangat penting dalam perusahaan. <br />Pengendalian intern meliputi rencana organisasi dari semua metode serta kebijakan yang terkoordinasi dalam suatu perusahaan akan membantu manajemen dalam menjaga keamanan hak milik perusahaan, disamping itu dapat pula mencegah serta menemukan kesalahan-kesalahan dan penggelapan yang dapat merugikan perusahaan yang dikelolanya.  <br /> Perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan, sering mengalami kendala dalam menjalankan kegiatan produksinya, diantaranya yaitu persediaan yang kurang memadai yang diakibatkan oleh keterlambatan pembelian kembali  stock persediaan bahan baku, sehingga dapat memperlambat proses produksi. Ataupun perusahaan memiliki terlalu banyak persediaan bahan baku yang menumpuk di gudang sehingga akan mengakibatkan besarnya biaya persediaan bahan baku. <br /> CV. “AJ” merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri pengolahan, bahan baku yang digunakan berupa biji plastik yang diperoleh dari luar negeri, produk yang dihasilkan seperti sol sepatu, sandal dan lain-lain. Perusahaan melakukan kegiatan produksi berdasarkan pesanan kebanyakan berasal dari bandung dan jakarta. Perusahaan harus memiliki suatu bagian dari pengendalian yang meliputi; pengendalian atas kondisi fisik, dapat dipercayainya data-data akuntansi mengenai persediaan efesiensi pengelolaannya, serta ketaatannya dan prosedur yang telah ditetapkan agar pengendalian intern persediaan bahan baku dapat berjalan dengan memadai dan efektif. <br /> Berdasarkan uraian diatas, maka penulis merasa tertarik untuk membahas masalah atas pengendalian intern persediaan bahan baku pada CV. “AJ” yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri plastik. Penulis akan mencoba menyusunnya dalam bentuk laporan tugas akhir dengan judul: “TINJAUAN ATAS PELAKSANAAN PENGENDALIAN INTERN PERSEDIAAN BAHAN BAKU Pada CV. “AJ” “. </p>
<p> 1.2 Identifikasi Masalah </p>
<p> Untuk mempermudah dalam memperoleh materi data yang diteliti, maka penulis membatasi dengan pokok-pokok masalah dengan cara mengidentifikasikannya kedalam beberapa pertanyaan berikut ini: <br /> 1. Bagaimanakah penerapan pengendalian intern terhadap persediaan bahan baku pada CV. “AJ”. <br /> 2. Bagaimanakah masalah-masalah yang dihadapi oleh CV. “AJ” dalam melaksanakan pengendalian intern persediaan bahan baku dan upaya-upaya untuk mengatasinya. </p>
<p> 1.3 Maksud dan Tujuan Kerja Praktek <br />Adapun maksud dan tujuan kerja praktek yang dilakukan oleh penulis adalah sebagai berikut: <br /> 1. Untuk mengetahui sampai sejauh mana CV. “AJ” menerapkan pengendalian intern terhadap persediaan bahan baku. <br /> 2. Untuk mengetahui masalah-masalah yang dihadapi oleh CV. “AJ” dalam melaksanakan pengendalian intern persediaan bahan baku dan upaya-upaya untuk mengatasinya. </p>
<p> 1.4 Kegunaan Laporan Tugas Akhir <br />Berdasarkan uraian-uraian dari masalah maka kerja praktek yang penulis lakukan diharapkan dapat berguna bagi: <br /> a. Penulis <br />Untuk menambah pengetahuan dan sebagai alat ukur kemampuan teori yang didapat dari perkuliahan maupun dari literatur yang ada dalam penerapannya dengan masalah yang dihadapi perusahaan. <br />b. Perusahaan <br />Diharapkan dapat memberikan masukan-masukan atau sumbangan pikiran yang berguna bagi perusahaan untuk lebih meningkatkan efektifitas dan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan dalam kebijakan akuntansi penjualan cicilan yang diterapkan perusahaan <br />c. Pihak lain <br />Penulis berharap tulisan ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan juga sebagai referensi bagi pembaca maupun peneliti dalam melakukan penelitian dengan topik permasalah yang sama, sehingga kekurangan dalam penulisan ini dapat dilengkapi. </p>
<p> 1.5   Metodologi Laporan Tugas Akhir <br />Dalam melakukan pengamatan, penulis menggunakan Metodologi laporan adalah metode deskriptif analisis. Metode deskriptif analisis merupakan metode penelitian yang menggambarkan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang ada dan sedang berlangsung dengan jalan mengumpulkan, menyusun dan menjelaskan data yang diperoleh untuk dianalisis sesuai dengan teori yang ada.sebagai berikut: <br /> 1. Studi Lapangan (Field Research) <br />Pelaksanaan studi lapangan yang dilakukan berupa observasi, partisipasi, wawancara dengan beberapa pejabat perusahaan tersebut, mencatat data tertulis dan kuesioner yang berhubungan dengan masalah yang diamati. <br />2. Studi Kepustakaan (Library Research) <br />Yaitu dengan membaca dan mempelajari text book, literature-literature yang relevan dengan masalah yang diteliti. <br />3. Kerja Praktek <br />Yaitu suatu upaya akademis untuk mendapatkan data tugas akhir dimana     penulis ikut terjun langsung kelapangan. </p>
<p> 1.6    Lokasi dan waktu Kerja Praktek </p>
<p> Data-data yang diperoleh merupakan hasil kerja praktek yang dilakukan di  CV. “AJ” yang berlokasi dijalan Kopo Bandung. Sedangkan waktu kerja prakteknya dimulai dari bulan Januari sampai Februari 2007.</p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to TINJAUAN ATAS PELAKSANAAN PENGENDALIAN INTERN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA CV.”AJ”</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/analisis-anggaran-produksi-sebagai-alat-pengendalian-terhadap-persediaan-bahan-baku-pada-pk-rosella-baru-pt-perkebunan-nusantara-xi-persero/" rel="bookmark">ANALISIS ANGGARAN PRODUKSI SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN TERHADAP PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PK. ROSELLA BARU PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XI (Persero)</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Saat ini, teknologi mengalami kemajuan yang cukup pesat, di mana perkembangan teknologi secara langsung mempengaruhi laju perkembangan ekonomi yang ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/sistem-akuntansi-pembelian-persediaan-suku-cadang-pada-pt-kereta-api-indonesia-persero-daerah-operasi-iv-semarang/" rel="bookmark">SISTEM AKUNTANSI PEMBELIAN PERSEDIAAN SUKU CADANG PADA PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) DAERAH OPERASI IV SEMARANG</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 1.1.   Latar Belakang Salah satu sistem akuntansi yang digunakan oleh sebuah perusahaan adalah sistem akuntansi pembelian. “Sistem akuntansi pembelian digunakan dalam perusahaan ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/evaluasi-terhadap-metode-pencatatan-dan-penilaian-persediaan-pada-pt-inco-tbk/" rel="bookmark">EVALUASI TERHADAP METODE PENCATATAN DAN PENILAIAN PERSEDIAAN PADA PT. INCO Tbk.</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan membaiknya iklim investasi, banyak perusahaan asing yang me-nanaman modalnya di Indonesia dalam berbagai sektor. Salah satunya yaitu ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/peranan-risiko-pengendalian-terhadap-lingkup-pengujian-substantif-atas-saldo-persediaan-studi-kasus-pada-kap-kbs-di-bandung/" rel="bookmark">PERANAN RISIKO PENGENDALIAN TERHADAP LINGKUP PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO PERSEDIAAN (Studi Kasus Pada KAP KBS di Bandung)</a></h3><p>BAB IPENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Akun persediaan merupakan akun yang kompleks dan memerlukan pengendalian yang kuat dengan beberapa alasan. Pertama, persediaan adalah salah satu ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/evaluasi-terhadap-penerapan-metode-pencatatan-dan-penilaian-persediaan-barang-dagang-pada-unit-swalayan-kud-batu-malang/" rel="bookmark">EVALUASI TERHADAP PENERAPAN METODE PENCATATAN DAN PENILAIAN PERSEDIAAN BARANG DAGANG PADA UNIT SWALAYAN KUD &#8220;BATU&#8221; MALANG</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada masa sekarang ini setiap perusahaan yang bergerak di bidang apapun akan selalu memproses semua transaksi-transaksi keuangan yang telah ...</p></div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bankskripsi.com/tinjauan-atas-pelaksanaan-pengendalian-intern-persediaan-bahan-baku-pada-cv%e2%80%9daj%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP RENTABILITAS EKONOMI PADA PT-PG RAJAWALI II UNIT PGTB</title>
		<link>http://bankskripsi.com/pengaruh-modal-kerja-terhadap-rentabilitas-ekonomi-pada-pt-pg-rajawali-ii-unit-pgtb/</link>
		<comments>http://bankskripsi.com/pengaruh-modal-kerja-terhadap-rentabilitas-ekonomi-pada-pt-pg-rajawali-ii-unit-pgtb/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 06:07:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>layananjurnal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Skripsi Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pustakaonline.wordpress.com/2008/03/21/pengaruh-modal-kerja-terhadap-rentabilitas-ekonomi-pada-pt-pg-rajawali-ii-unit-pgtb/</guid>
		<description><![CDATA[BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Penelitian Pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah sekarang ini tidak lain bertujuan untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, antara lain diwujudkan melalui kebijakan deregulasi diberbagai bidang usaha. Dalam era deregulasi ini, pemerintah mengurangi campur tangan secara langsung dalam mengatur dan mengendalikan perekonomian, sifat dan dinamika dunia usaha bersumber pada inisiatif dan kreativitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BAB I<br />PENDAHULUAN<br />1.1 Latar Belakang Penelitian <br />Pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah sekarang ini tidak lain bertujuan untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, antara lain diwujudkan melalui kebijakan deregulasi diberbagai bidang usaha. <br />Dalam era deregulasi ini, pemerintah mengurangi campur tangan secara langsung dalam mengatur dan mengendalikan perekonomian, sifat dan dinamika dunia usaha bersumber pada inisiatif dan kreativitas dunia usaha sendiri. Peranan mekanisme pasar di dalam kegiatan ekonomi semakin besar, sehingga kalangan dunia usaha dituntut untuk berpacu dalam memenangkan pasar melalui peningkatan efisiensi dan produktivitas. <br />Untuk mewujudkan semua tuntutan tersebut diperlukan suatu prinsip pengelolaan yang efektif dan efisiensi serta produktif terhadap semua bagian yang ada di perusahaan. Serta ditunjang oleh suatu tindakan pengendalian yang efektif untuk mencegah timbulnya penyimpangan yang mengganggu terhadap kinerja perusahaan. <br />Efisiensi operasi perusahaan akan berperanan penting terhadap keberhasilan perusahaan dengan adanya laju pertumbuhan penjualan yang meningkat. Peningkatan laju pertumbuhan penjualan membutuhkan adanya penambahan pembiayaan, baik pembiayaan dalam aktiva lancar maupun aktiva tetap. Pembiayaan dalam aktiva lancar memiliki sifat mudah diuangkan dan merupakan jumlah yang besar dalam perusahaan sehingga memerlukan perhatian yang seksama dari manajer keuangan. <br />Pertumbuhan penjualan dengan kebutuhan pembiayaan aktiva lancar memiliki hubungan yang langsung dalam perusahaan dagang. Contohnya bila dalam perusahaan terdapat peningkatan penjualan secara kredit, maka piutang dagang perusahaan akan meningkat pula. Peningkatan penjualan ini juga mempengaruhi peningkatan persediaan barang. Disisi lain, perusahaan memerlukan sumber pembiayaan dengan adanya peningkatan penjualan tersebut. <br />Hal diatas menghendaki pengaturan keuangan dalam aktiva lancar dan hutang lancar yang berhubungan langsung dengan volume penjualan. Oleh karena itu, dalam pengelolaannya, khususnya aktiva lancar yang terdapat dalam manajemen modal kerja adalah cara yang tepat untuk digunakan dalam meningkatkan penjualan agar perolehan laba perusahaan dapat meningkat. <br />Dalam upaya mewujudkan operasi perusahaan yang efisien, ukuran keberhasilan belum cukup hanya dilihat dari besarnya laba yang diperoleh, tetapi harus dilihat dari rentabilitasnya. Usaha perusahaan harus diarahkan pada pencapaian tingkat rentabilitas maksimal. <br />Berdasarkan alasan diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian serta membahas masalah tersebut yang dituangkan dalam skripsi yang berjudul: "Pengaruh Modal Kerja terhadap Rentabilitas Ekonomi pada PT-PG Rajawali II unit PG Tersana Baru". </p>
<p>1.2 Identifikasi Masalah <br />Berdasarkan latar belakang penelitian diatas, maka masalah-masalah yang diidentifikasi adalah: <br />1.Bagaimana perkembangan modal kerja pada PT-PG Rajawali II unit <br />PGTB periode 1997-2001? <br />2.Bagaimana perkembangan rentabilitas ekonomi PT-PG Rajawali 11 Unit <br />PGTB periode 1997-2001? <br />3.Bagaimana pengaruh modal kerja terhadap rentabilitas ekonomi pada PT-<br />PG Rajawali II unit PGTB periode 1997-2001? </p>
<p>1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian <br />Maksud dilakukan penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data dan informasi yang berhubungan dengan masalah yang sedang diteliti pada PT-PG Rajawali II unit PG Tersana Baru. Yang akan digunakan sebagai bahan dalam penyusunan skripsi yang merupakan salah satu syarat untuk menempuh ujian tingkat  Sarjana pada  Fakultas   Ekonomi jurusan  Manajemen  UniversitasWidyatama.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui:<br />1.Perkembangan modal kerja pada PT-PG Rajawali II unit PG Tersana Baruperiode 1997-2001.2.Perkembangan rentabilitas ekonomi pada PT-PG Rajawali II Unit PGTBperiode 1997-2001.3.Pengaruh modal kerja terhadap rentabilitas ekonomi pada PT-PG RajawaliII unit PGTB periode 1997-2001.</p>
<p>1.4 Kegunaan Penelitian<br />Penelitian  mengenai   pengaruh modal kerja terhadap rentabilitas diharapkan dapat memberikan kegunaan sebagai berikut: <br />1. Aspek Operasional <br /> Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan tentang modal kerja dalam suatu perusahaan. Data empiris mengenai masukan tentang modal kerja dapat dijadikan sebagai input bagi perusahaan dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan modal kerja di perusahaan yang bersangkutan. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pihak-pihak yang membutuhkan. <br />2 Pengembangan Ilmu <br />Penelitian ini diharapkan dapat memperluas dan memperkaya pegetahuan di bidang keuangan khususnya menyangkut tentang modal kerja dalam suatu perusahaan. <br />1.5 Kerangka Pemikiran <br />Perkembangan dan pertumbuhan adalah sesuatu yang selalu menjadi perhatian utama bagi setiap manajemen dalam mengelola usahanya, karena selain merupakan salah satu keberhasilan bagi manajemen juga merupakan cara yang efektif dalam mempertahankan hidup perusahaan dalam lingkungan yang cepat berubah. Sehubungan dengan itu, pada umumnya setiap perusahaan telah mempersiapkan perencanaan yang sistematis untuk dapat mengarahkan dan mengendalikan sumber dayanya untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diharapkan. <br />Dalam kenyataan perkembangan dari pertumbuhan perusahaan dapat ditentukan oleh beberapa hal. Salah satunya adalah melalui perluasan modal, baik perluasan modal kerja atau modal kerja dan modal tetap yang digunakan secara tetap dan terus-menerus di dalam perusahaan. <br />Pada PT-PG Rajawali II Unit PG Tersana Baru, modal kerja merupakan unsur yang berperan dalam menghasilkan pendapatan. Tingginya investasi perusahaan dalam aktiva lancar menunjukkan hal tersebut. PT-PG Rajawali II unit PG Tersana Baru harus menyediakan modal kerja untuk menjalankan kegiatan sehari-hari yang digunakan untuk membiayai kebutuhan-kebutuhannya seperti pembelian suku cadang, bahan baku barang-barang, pembayaran gaji, upah, biaya perawatan dan sebagainya. <br />Ketidaktepatan dalam menentukan jumlah modal kerja yang dibutuhkan akan mengakibatkan kegiatan perusahaan terganggu, dan bila hal ini berlangsung terus-menerus akan mempengaruhi kelangsungan perusahaan Dengan demikian pengelolaan aktiva lancar melalui perkembangan modal kerja merupakan salah satu aspek penting yang dibutuhkan oleh PT-PG Rajawali II unit PG Tersana Baru. Penerapan modal kerja yang tepat akan lebih mendorong pencapaian pertumbuhan dan perluasan kegiatan perusahaan. <br />Modal kerja mengandung dua pengertian pokok, yaitu pertama modal kerja bersih (net working capital) yang merupakan kelebihan aktiva lancar diatas hutang lancarnya. Kedua adalah modal kerja bruto (gross working capital) yang merupakan keseluruhan dari jumlah aktiva lancar. <br />Pada umumnya perusahaan harus dapat mempertahankan jumlah aktiva lancar yang lebih besar dibanding hutang lancarnya, hal ini agar perusahaan mempunyai kemampuan untuk membayar kebutuhan-kebutuhan jangka pendeknya. Akan tetapi dalam hubungan dengan fungsi modal kerja dalam menghasilkan pendapatan, maka perhatian selanjutnya akan terfokus pada masalah penggunaan dana atau alokasi dana daripada mendapatkan dana sehingga dengan demikian pengertian yang digunakan adalah pengertian modal kerja bruto. Aktiva lancar umumnya terdiri dari kas, efek, piutang dagang, persediaan barang dan sebagainya. Apabila tidak tepat dalam pengelolaannya akan mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan. <br />Hal ini dapat dilihat dari pengertian manajemen modal kerja menurut James C Van Home (1998,374) adalah sebagai berikut: <br />"Working capital management is usually described as involving the administration of these assets namely cash and marketable securities, receivable and inventories and administration of current liabilities" <br />Manajemen modal kerja meliputi semua aspek pengaturan current account perusahaan (aktiva lancar dan hutang lancar) dengan tujuan agar terjamin modal kerja bersih yang acceptable (dapat diterima) yang menjamin tingkat likuiditas badan usaha. <br />Disamping aspek perti<br />
mbangan likuiditas, aspek pertimbangan rentabilitas dalam manajemen modal kerja merupakan hal yang penting, karena bagaimanapun tujuan setiap kegiatan perusahaan adalah untuk memperoleh laba, dan salah satu cara untuk memperbesar memperoleh laba adalah dengan meningkatkan efisiensi penggunaan dana perusahaan melalui manajemen modal kerja. <br />Akan tetapi laba yang tinggi belumlah merupakan ukuran bahwa perusahaan itu telah dapat bekerja dengan efisien. Efisien baru dapat diketahui dengan membandingkan laba yang diperoleh dengan kekayaan atau modal yang menghasilkan laba tersebut. <br />Hal ini dapat dilihat pada pengertian rentabilitas yang dikemukakan oleh Bambang Riyanto (2001,35) sebagai berikut: "Rentabilitas suatu perusahaan menunjukkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba. Dengan kata lain rentabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba" <br />Rentabilitas ekonomi ialah perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut dan dinyatakan dalam persentase. Oleh karena pengertian rentabilitas sering dipergunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan modal didalam suatu perusahaan, maka rentabilitas ekonomi sering pula dimaksudkan sebagai kemampuan suatu perusahaan dengan seluruh modal yang bekerja didalamnya untuk menghasilkan laba. <br />Rentabilitas dikaitkan dengan modal kerja adalah diukur dengan penjualan dikurangi biaya atau laba operasi. Laba perusahaan dapat meningkat melalui dua cara: 1.Meningkatkan pendapatan dari penjualan. 2.Menurunkan biaya-biaya. <br />Biaya dapat dikurangi dengan meningkatkan efisiensi pengeluaran pada pos-pos tertentu, sedangkan pendapatan dari penjualan dapat dinaikkan dengan meningkatkan investasi yang mampu menghasilkan tingkat pendapatan yang lebih tinggi. Modal yang diperhitungkan untuk menghitung rentabilitas ekonomi hanyalah modal yang bekerja didalam perusahaan {operating assets capital). Dengan demikian, maka modal yang ditanam dalam perusahaan lain tidak diperhitungkan untuk menghitung rentabilitas ekonomi. <br />Demikian pula laba yang diperhitungkan untuk menghitung rentabilitas ekonomi hanyalah laba yang berasal dari operasi perusahaan, yaitu yang disebut laba usaha (net operating income). Dengan demikian, maka laba yang diperoleh dari usaha-usaha diluar perusahaan tidak diperhitungkan dalam menghitung rentabilitas ekonomi. <br />Dari uraian pemikiran tersebut diatas, penulis mengemukakan suatu hipotesis yang akan dijadikan sebagai dasar pemikiran dalam penelitian dan pengujian yang dilakukan yaitu: <br />“ modal kerja berpengarnh terhadap rentabilitas ekonomi". </p>
<p>1.6 Lokasi dan Waktu Penelitian <br />Penelitian ini dilakukan di PT-PG Rajawali II unit PG Tersana Baru, yang berlokasi di jalan Raya Babakan Gebang Cirebon. Waktu penelitian penulis dimulai 1 September sampai dengan 1 Oktober 2003.</p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP RENTABILITAS EKONOMI PADA PT-PG RAJAWALI II UNIT PGTB</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/analisis-tingkat-kesehatan-unit-simpan-pinjam-usp-studi-kasus-pada-kud-se-kabupaten-kendal/" rel="bookmark">ANALISIS TINGKAT KESEHATAN UNIT SIMPAN PINJAM (USP) (Studi Kasus Pada KUD se-Kabupaten Kendal)</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Koperasi merupakan suatu badan usaha bersama yang berjuang dalam bidang ekonomi. Berdasarkan Undang-Undang nomor 25 Tahun 1992 tentang ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/analisa-kinerja-keuangan-bank-tabungan-negara-melalui-rasio-keuangan-periode-1999-%e2%80%93-2004-sebagai-pembanding-bank-niaga/" rel="bookmark">ANALISA KINERJA KEUANGAN BANK TABUNGAN NEGARA MELALUI RASIO KEUANGAN PERIODE 1999 – 2004  (Sebagai Pembanding Bank Niaga)</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perbankan memiliki peranan yang strategis dalam menunjang berjalannya roda perekonomian dan pembangunan nasional. Hal ini disebabkan bank mempunyai fungsi ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/analisis-rasio-keuangan-terhadap-prediksi-laba-pada-bank-bank-bumn-yang-listing-di-bej-tahun-2003-2005/" rel="bookmark">ANALISIS RASIO KEUANGAN   TERHADAP PREDIKSI LABA PADA BANK &#8211; BANK BUMN  YANG LISTING DI BEJ TAHUN 2003-2005</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengelolaan perbankan nasional yang baik serta pengawasan perbankan nasional yang diperketat sangat menunjang keberhasilan kinerja perbankan itu sendiri. Mengelola ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/pengaruh-kinerja-keuangan-berdasarkan-return-on-investment-dan-total-asset-turnover-terhadap-investasi-aktiva-tetap/" rel="bookmark">PENGARUH KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN RETURN ON INVESTMENT DAN TOTAL ASSET TURNOVER TERHADAP INVESTASI AKTIVA TETAP</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam era perdagangan bebas ini, perubahan dan mobilitas keuangan internasional semakin cepat maka akan mempengaruhi semua aspek kehidupan ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/pengaruh-kinerja-keuangan-berdasarkan-return-on-investment-dan-total-asset-turnover-terhadap-investasi-aktiva-tetap-2/" rel="bookmark">PENGARUH KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN RETURN ON INVESTMENT DAN TOTAL ASSET TURNOVER TERHADAP INVESTASI AKTIVA TETAP</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam era perdagangan bebas ini, perubahan dan mobilitas keuangan internasional semakin cepat maka akan mempengaruhi semua aspek kehidupan ...</p></div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bankskripsi.com/pengaruh-modal-kerja-terhadap-rentabilitas-ekonomi-pada-pt-pg-rajawali-ii-unit-pgtb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peranan Perhitungan Harga Pokok Pesanan Dimuka Dalam Menunjang Efektivitas Penetapan Harga Jual Produk</title>
		<link>http://bankskripsi.com/peranan-perhitungan-harga-pokok-pesanan-dimuka-dalam-menunjang-efektivitas-penetapan-harga-jual-produk/</link>
		<comments>http://bankskripsi.com/peranan-perhitungan-harga-pokok-pesanan-dimuka-dalam-menunjang-efektivitas-penetapan-harga-jual-produk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 11:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>layananjurnal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Skripsi Akuntansi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pustakaonline.wordpress.com/2008/03/21/peranan-perhitungan-harga-pokok-pesanan-dimuka-dalam-menunjang-efektivitas-penetapan-harga-jual-produk/</guid>
		<description><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kelancaran atau keberhasilan suatu perusahaan tergantung pada kemampuan manajemen di dalam mengambil keputusan. Agar suatu operasi perusahaan dapat berjalan dengan baik, maka manajemen memerlukan informasi yang dapat dipercaya sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Dan sejalan dengan semakin berkembangnya volume perusahaan, maka menejemen semakin dituntut untuk mangatasi aneka ragam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>BAB I<br />
PENDAHULUAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.1  Latar Belakang Penelitian </strong><br />
Kelancaran atau keberhasilan suatu perusahaan tergantung pada kemampuan manajemen di dalam mengambil keputusan. Agar suatu operasi perusahaan dapat berjalan dengan baik, maka manajemen memerlukan informasi yang dapat dipercaya sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Dan sejalan dengan semakin berkembangnya volume perusahaan, maka menejemen semakin dituntut untuk mangatasi aneka ragam masalah yang dihadapi.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu manajemen yang baik tidak hanya mampu menjalankan fungsi-fungsi manajerial , tetapi dituntut untuk membuahkan keputusan yang tepat. Oleh karena itu untuk mendapatkan keputusan yang tepat, manajer harus mampu mengukur dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang telah dijalankan di dalam organisasinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Semakin berkembangnya suatu perusahaan yang diiringi dengan semakin kompleksnya aktivitas yang dijalankan akan menuntut adanya pelaksanaan aktivitas yang efektif dan efisien. Hal ini mengingat karena para manajer tidak dapat lagi memonitor secara langsung aktivitas yang dijalankan oleh para bawahannya. Namun dilain pihak perusahaan harus mampu menghasilkan produk yang berkualitas baik dengan harga yang wajar, sehingga produk yang dihasilkan dapat bersaing dipasaran.Dalam keadaan ini perusahaan harus membuat suatu planning yang matang agar sumber daya yang dimilikinya dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu mendapatkan laba,atau jika terjadi kerugian maka diusahakan kerugian tersebut dapat ditekan seminimal mungkin.</p>
<p style="text-align: justify;">Proses produksi di perusahaan industri pembuatan kemasan plastik  memerlukan penanganan yang  spesifik karena tergantung dari berbagai pesanan yang diterima, yang bervariasi antara pesanan yang satu dengan pesanan yang lain.Pesanan yang satu harus dipisahkan identitasnya dari pesanan yang lain, sehingga manajemen membutuhkan informasi harga pokok tiap-tiap pesanan secara individual.Karena adanya karakteristik yang cukup unik ini , maka timbullah suatu permasalahan yang seringkali dihadapi oleh perusahaan pembuatan kemasan plastik, yaitu masalah dalam penetapan harga jual produk.Dalam perusahaan pembuatan kemasan plastik yang melakukan produksi berdasarkan pesanan, harga jual ditetapkan sebelum proses produksi dimulai atau harga jual ditentukan dimuka.Harga jual ditetapkan dimuka ini memegang peranan  penting dalam terjadinya transaksi penjualan di perusahaan, karena suatu pesanan dinyatakan diterima atau ditolak setelah adanya kesepakatan, barulah kemudian pesanan tersebut dikerjakan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa diperlukan suatu penanganan yang serius dalam proses penetapan harga jual dimuka pada perusahaan pembuatan kemasan plastik ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar harga jual dapat ditetapkan dengan memadai, dalam arti harga jual tersebut minimal dapat menutupi biaya yang dikeluarkan, harga jual dapat bersaing dengan perusahaan sejenis, dan harga jual mengandung laba yang dapat diharapkan perusahaan, maka satu cara yang digunakan oleh perusahaan pembuatan kemasan plastik ini adalah dengan menghitung terlebih dahulu harga pokok produksi. Harga pokok produksi adalah suatu aspek yang sangat penting dalam perusahaan.Tanpa adanya perhitungan harga pokok produksi yang tepat dan benar, maka perusahaan yang bersangkutan tidak akan mengetahui dengan pasti keuntungan yang diperolehnya atau mungkin juga kerugian yang dideritanya.untuk itu perusahaan merasa perlu untuk menggunakan sistem akuntansi biaya.Melalui sistem akuntansi biaya ini perusahaan akan memperoleh informasi –informasi biaya yang dibutuhkan untuk setiap produk pesanan dalam rangka menghitung biaya-biaya produksi yang diperkirakan terjadi.Walaupun informasi biaya bukanlah satu-satunya informasi yang dibutuhkan manajemen, akan tetapi paling tidak informasi biaya dapat mencerminkan unsur-unsur biaya secara rinci dari produk yang dihasilkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Melalui sistem akuntansi biaya yang digunakan di dalam perusahaan pembuatan kemasan plastik, maka dimungkinkan digunakan suatu metode akuntansi untuk mengumpulkan biaya-biaya yang dikeluarkan yaitu metode akumulasi biaya produksi.metode akumulasi biaya produksi secara ekstrim dibagi dua yaitu metode akumulasi biaya produksi berdasarkan  pesanan (job order costing method) ,dan metode akumulasi biaya produksi berdasarkan proses (process costing method).Pada perusahaan pembuatan kemasan plastik biaya produksi yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk pesanan akan dikumpulkan dengan menggunakan bantuan metode akumulasi biaya produksi berdasarkan pesanan (job order costing method).</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu di dalam perhitungan harga pokok produksi diperlukan adanya sistem biaya.Sistem biaya dibedakan menjadi dua, yaitu sistem biaya yang ditetapkan dimuka (predetermind costing system),dan sistem biaya yang sebenarnya (historical cost system).harga pokok yang menerapkan sistem biaya historis dihitung pada saat produk selesai.data ini bermanfaat dalam memberikan informasi untuk masa yang akan datang  guna memperbaiki apa yang telah dilakukan dimasa lalu.selain itu juga manajemen ,memerlukan data biaya untuk mengukur kegiatan yang sedang berjalan.Hal ini yang mendorong pemakai metode perhitungan harga pokok produksi yang ditentukan dimuka.Melalui data ini manajemen dimungkinkan untuk mengetahui berapa biaya yang seharusnya sebelum produksi dimulai,sehingga harga jual dapat ditentukan dengan efektif.Sistem biaya yang digunakan dalam perhitungan harga pokok produksi pada perusahaan pembuatan kemasan plastik adalah sistem biaya yang ditentukan dimuka.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian diketahui bahwa perusahaan pembuatan kemasan plastik yang produksinya berdasarkan pesanan, seringkali menghadapi masalah dalam menjalankan usahanya, diantaranya masalah penetapan harga jual.harga jual tersebut harus ditentukan dimuka sebelum proses produksi itu sendiri dimulai.Untuk memecahkan masalah tersebut,perusahaan memerlukan perhitungan harga pokok produksi dengan sistem biaya yang ditentukan dimuka.Dalam rangka memperoleh perhitungan harga pokok produksi yang tepat dan benar untuk setiap produk pesanan,maka perusahaan membutuhkan suatu metode akuntansi biaya produksi berdasarkan (job order costing method).Dengan harapan  melalaui metode ini manajemen akan dapat memperoleh informasi harga pokok pesanan yang akurat,yang bermanfaat dalam menentukan harga jual yang efektif yang akan dibebankan kepada pemesan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal ini,maka penulis mengadakan penelitian  di PT Sanlit Inti Plastik yaitu perusahaan yang bergerak di bidang industri yang memproduksi barang kemasan plastik berupa kemasan oli, kemasan kue, kemasan cat, dan lain-lain.Perusahaan tersebut menggunakan bahan baku HPDE (High Density Poly Etilen) dan PPC (Poly pinil carbonate) untuk memproduksi barang plastik tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan pemikiran diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan suatu penelitian mengenai peranan perhitungan harga pokok pesanan dimuka dalam menunjang efektivitas penetapan harga jual produk untuk itu penulis mengambil studi kasus pada PT Sanlit Inti Plastik di Leuwi gajah,Cimahi sebagai objek penelitian dengan judul: “Peranan perhitungan harga pokok pesanan dimuka dalam menunjang efektivitas penetapan harga jual produk”.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.2  Identifikasi Masalah </strong><br />
Berdasarkan uraian latar belakang penelitian, penulis akan mengidentifikasikan masalah sebagai berikut:<br />
1 Bagaimana perhitungan harga pokok dimuka.<br />
2 Bagaimana penetapan harga jual produk pesanan yang dihasilkan perusahaan.<br />
3 Apakah perhitungan harga pokok pesanan dimuka yang dilakukan perusahaan berperan dalam menunjang efektivitas penetapan harga jual.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.3  Maksud dan Tujuan Penelitian </strong><br />
Dengan ditetapkan permasalahan yang diungkapkan dalam identifikasi masalah. Maksud dan tujuan penelitian ini adalah:<br />
1 Untuk mengetahui bagaimana peranan perhitungan harga pokok pesanan dimuka.<br />
2 Untuk mengetahui bagaimana penetapan harga jual produk pesanan yang dihasilkan perusahaan.<br />
3 Untuk mengetahui apakah perhitungan harga pokok pesanan dimuka yang dilakukan perusahaan berperan dalam menunjang efektivitas penetapan harga jual produk.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.4  Kegunaan Penelitian </strong><br />
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat diperoleh hasil dan kesimpulan yang wajar dan dapat dipercaya, terutama:<br />
1 Sebagai sumbangan pemikiran atau sebagai bahan pertimbanagan bagi perusahaan yang bersangkutan dalam usaha penetapan harga pokok pesanan dimuka.<br />
2 Bagi masyarakat khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi, penulis berharap hasil penelitian ini bermanfaat dalam menambah pengetahuan terapan, terutam dalam perhitungan harga pokok pesanan dimuka.<br />
3 Bagi penulis sendiri, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan teoritis yang di dapat selama kuliah, sehingga membuka wawasan yang lebih luas.<br />
4 Sebagai salah satu syarat menempuh ujian sidang sarjana pada Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama Bandung.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.5  Kerangka Pemikiran </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tujuan utama perusahaan pada umumnya adalah untuk memperoleh laba yang optimal.Hal ini tidaklah mengherankan karena dengan laba suatu perusahaan dapat mempertahankan hidupnya dan memperluas usahanya.Selain itu keberhasilan suatu perusahaan sering kali dinilai dari tingkat laba yang dihasilkan.Untuk menghasilkan laba, suatu perusahaan dapat melakukan dua cara. Cara pertama dengan menaikan harga jual.Tindakan ini memang dapat meningkatkan laba,namun dalam kondisi persaingan yang semakin ketat ini,perusahaan tidak mudah untuk menaikan harga jual karena dapat menyebabkan konsumen lari ke produk pesaing yang memiliki harga yang lebih murah dengan kualitas produk yang sama. Cara kedua adalah dengan menekan biaya produksi secara efisien dan mengendalikan komponen biaya-biayanya sehingga biaya produksi yang dikeluarkan dapat ditekan seminimal mungkin.</p>
<p style="text-align: justify;">Biaya produksi yang tidak terkendali akan menyebabkan harga pokok terlalu tinggi, yang selanjutnya akan menurunkan daya saing produk dan akhirnya dapat menurunkan laba.Untuk itu biaya produksi harus dicatat dengan baik dan dihitung dengan benar sehingga dapat menghasilkan harga pokok produk yang tepat.Dengan demikian perusahaan dapat menetapkan harga jual yang kompetitif, yang dapat mengoptimalkan laba sekaligus memenuhi tuntutan konsumen.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar manajemen dapat menggunakan biaya secara efisien, maka ia memerlukan informasi biaya yang handal.pengertian harga pokok menurut Mulyadi (1999,hal10) adalah sebagai berikut:<br />
“Harga pokok adalah pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva atau pengorbanan sumber ekonomi dalam mengolah bahan baku menjadi produk”</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian, apabila perhitungan harga pokok telah dilakukan dengan tepat dan benar, maka akan memungkinkan tercapinya penetapan harga jual yang efektif. Untuk memperoleh informasi harga pokok yang tepat dibutuhkan suatu metode yang tepat untuk mengakumulasikan biaya-biaya yang terjadi.Ada dua metode perhitingan harga pokok yang umum digunakan, yaitu process costing method (metode harga pokok proses), dan job order costing method (metode harga pokok pesanan).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam metode harga pokok proses, harga pokok setiap produk dihasilkan dengan cara membagi total biaya produksi untuk periode tertentu dengan jumlah yang dihasilkan dalam periode tersebut.Metode harga pokok proses umumnya digunakan pada perusahaan yang menghasilkan produk sejenis sedangkan dalam metode harga pokok pesanan, biaya produksi dikumpulkan untuk masing-masing pesanan.Metode harga pokok pesanan biasanya banyak dipakai untuk perusahaan yang memproduksi produk sesuai pesanan dimana harga pokok pesanan yang satu akan berbeda dengan harga pokok pesanan yang lain yang memiliki spesifikasi yang berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;">Perusahaan yang memproduksi berdasarkan pesanan ini memiliki dua macam sistem perhitungan harga pokok, yaitu sistem harga pokok yang sesungguhnya dan sistem harga pokok pesanan dimuka.Dengan metode harga pokok pesanan dimuka perusahaan dapat menghitung harga pokok sebelum proses produksi dilaksanakan,sehingga dapat diajukan harga penawaran yang tepat kepada calon pemesan.Untuk itu dibutuhkan informasi biaya produksi yang akurat dan tepat waktu, sehingga perhitungan harga pokok pesanan dimuka ini dapat dilakukan dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada PT Sanlit Inti Plastik yaitu sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pembuatan kemasan plastik yang produksinya berdasarkan pesanan, proses produksi akan ditentukan oleh spesifikasi dari pemesan.Dengan demikian biaya produksi pesanan yang satu akan berbeda dengan biaya produksi pesanan yang lain,tergantung dari spesifikasi dari pemesan. Harga jual yang akan ditetapkan oleh perusahaan adalah harga jual dimuka, dimana harga harus selalu ditentukan sebelum proses produksi dilaksanakan sebagai bahan pertimbangan diterima atau ditolak suatu pesanan.Untuk itu perusahaan menggunakan metode harga pokok pesanan dimuka.Pengertian sistem harga pokok ditentukan dimuka merupakan sistem pembebanan harga pokok pada produk yang dihasilkan, sebesar harga pokok yang ditentukan dimuka, sebelum proses produksi dilakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian, diperlukan perhitungan harga pokok pesanan dimuka yang benar dan tepat untuk setiap pesanan secara individual, mengenai biaya-biaya yang harus dikorbankan oleh perusahaan dalam memproduksi barang atau jasa sehingga melalui perhitungan harga pokok pesanan dimuka yang memadai,diharapkan tercapainya penetapan harga jual yang efektif dan tercapainya laba yang diharapkan.<br />
Sekalipun biaya bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi harga jual, namun pada umumnya biaya dipandang sebagi titik tolak dalam usaha penetapan laba yang diharapkan.Hal ini ditujukan untuk pencapaian harga yang dapat menutupi seluruh biaya ditambah pengembalian yang layak atas modal yang diinvestasikan.<br />
Pada kenyataannya untuk dapat menyediakan semua data biaya yang benar-benar tepat merupakan hal yang sulit. Hal ini akan menyulitkan pula ketepatan kalkulasi laba yang diharapkan oleh perusahaan.<br />
Dalam kerangka pemikiran diatas, maka penulis dapat menarik suatu hipotesis yaitu:“Perhitungan harga pokok pesanan dimuka yang tepat dan benar akan berperan dalam menunjang efektifitas penetapan harga jual produk”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.6  Metodologi Penelitian </strong><br />
Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah metode Deskriptif Analisis,yaitu metode yang memusatkan masalah yang ada pada saat ini dimana dalam prosesnya bukan sekedar mengumpulkan dan mengolah data,tetapi juga menganalisa, meneliti dan menginterpretasikan serta membuat kesimpulan dan memberi saran yang kemudian disusun pembahasannya secara sistematis sehingga dapat dipahami masalahnya.Untuk menunjang metode diatas pada penelitian ini penulis menggunakan dua jenis data yaitu:<br />
1 Data primer<br />
Yaitu data yang diperoleh secara langsung dari lokasi penelitian.Untuk mendapatkan data primer,penulis melaksanakan studi lapangan yaitu mengadakan peninjauan langsung ke tempat pelaksanaan kerja yaitu PT.Sanlit Inti Plastik dengan cara:<br />
a. Observasi,yaitu mengadakan peninjauan langsung ke objek penelitian pada perusahaan PT. Sanlit Inti Plastik dengan maksud mendapatkan data primer.<br />
b. Wawancara, yaitu upaya mendapatkan informasi secara lisan yaitu dengan melakukan tanya jawab kepada beberapa pejabat yang berwenang.<br />
c. Dokumentasi, yaitu mencatat data-data yang diperlukan, sejarah singkat perusahaan, bidang usaha perusahaan dan data lainnya yang berhubungan dengan masalah yang di teliti.<br />
2 Data Sekunder<br />
Yaitu data yang diperoleh dengan memanfaatkan hasil dari pihak lain atau para ahli.Untuk mendapatkan data sekunder yang berhubungan dengan penelitian, penulis melakukan studi kepustakaan yaitu dengan cara mengumpulkan teori-teori dari buku kuliah, buku-buku dan literature-literature lain yang berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti.Teori-teori ini selanjutnya digunakan sebagai dasar pembahasan dalam skripsi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.7  Lokasi dan Waktu Penelitian </strong><br />
Objek penelitian yang penulis gunakan dalam penulisan skripsi ini adalah PT Sanlit Inti Plastik yaitu sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pembuatan kemasan plastik yang berkedudukan di Leuwi Gajah, Cimahi, Jabar.Waktu penelitian dimulai pada saat penyusunan skripsi ini pada bulan Desember 2004 sampai selesai.</p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Peranan Perhitungan Harga Pokok Pesanan Dimuka Dalam Menunjang Efektivitas Penetapan Harga Jual Produk</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/peranan-job-order-costing-method-dalam-menetapkan-harga-pokok-produksi-studi-kasus-ptdt-pt-harost-irmi-bandung/" rel="bookmark">PERANAN JOB ORDER COSTING METHOD DALAM MENETAPKAN HARGA POKOK PRODUKSI (Studi Kasus ptdt PT. Harost Irmi Bandung)</a></h3><p>BAB IPENDAHULUAN1.1. Later Belakang Penelitian Kelancaran atau keberhasilan suatu perusahaan tergantung pada kemampuan manejemen di dalam mengambil keputusan. Agar suatu operasi perusahaan dapat berjalan dengan ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/peranan-analisis-biaya-diferensial-dalam-pengambilan-keputusan-memproduksi-sendiri-atau-membeli-produk-garmen-untuk-memenuhi-suatu-pesanan/" rel="bookmark">PERANAN ANALISIS BIAYA DIFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMPRODUKSI SENDIRI ATAU MEMBELI PRODUK GARMEN UNTUK MEMENUHI SUATU PESANAN</a></h3><p>BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Penelitian Dunia usaha dewasa ini ditandai dengan semakin ketatnya persaingan diantara perusahaan-perusahaan yang ada. Persaingan ini terjadi di dalam semua sektor ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/peranan-analisis-biaya-diferensial-dalam-pengambilan-keputusan-memproduksi-sendiri-atau-membeli-produk-garmen-tertentu-untuk-memenuhi-suatu-pesanan/" rel="bookmark">PERANAN ANALISIS BIAYA DIFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMPRODUKSI SENDIRI ATAU MEMBELI PRODUK GARMEN TERTENTU UNTUK MEMENUHI SUATU PESANAN</a></h3><p>BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Penelitian Dunia usaha dewasa ini ditandai dengan semakin ketatnya persaingan diantara perusahaan-perusahaan yang ada. Persaingan ini terjadi di dalam semua sektor ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/analisa-tingkat-akurasi-penetapan-njop-bumi-terhadap-nilai-pasar-dengan-metode-assessment-sales-ratio-studi-kasus-di-kecamatan-kaliwates-kabupaten-jember/" rel="bookmark">ANALISA TINGKAT AKURASI PENETAPAN NJOP BUMI TERHADAP NILAI PASAR DENGAN METODE ASSESSMENT SALES RATIO (STUDI KASUS DI KECAMATAN KALIWATES KABUPATEN JEMBER)</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tanah merupakan salah satu unit produksi yang dapat menghasilkan barang lainnya.  Sebagai salah satu unit produksi, tanah dapat dimiliki ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/peranan-analisis-break-even-sebagai-alat-bantu-bagi-manajemen-dalam-menunjang-efektivitas-laba-perusahaan-studi-kasus-pada-pt-mbt-utama/" rel="bookmark">PERANAN ANALISIS BREAK EVEN SEBAGAI ALAT BANTU BAGI MANAJEMEN DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS LABA PERUSAHAAN (Studi Kasus pada PT MBT Utama)</a></h3><p>BAB IPENDAHULUAN1.1. Latar Belakang Dengan berkembangnya dunia usaha dewasa ini, sejalan dengan kebijakan Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan di sektor industri, maka persaingan antar perusahaan khususnya ...</p></div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bankskripsi.com/peranan-perhitungan-harga-pokok-pesanan-dimuka-dalam-menunjang-efektivitas-penetapan-harga-jual-produk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENGARUH PRODUCT IMAGE TERHADAP MINAT MEMBELI KONSUMEN PADA CELANA FORMAL MEREK CARDINAL</title>
		<link>http://bankskripsi.com/pengaruh-product-image-terhadap-minat-membeli-konsumen-pada-celana-formal-merek-cardinal/</link>
		<comments>http://bankskripsi.com/pengaruh-product-image-terhadap-minat-membeli-konsumen-pada-celana-formal-merek-cardinal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 04:04:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>layananjurnal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Skripsi Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pustakaonline.wordpress.com/2008/03/21/pengaruh-product-image-terhadap-minat-membeli-konsumen-pada-celana-formal-merek-cardinal/</guid>
		<description><![CDATA[BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Penelitian Dengan bertambah maraknya dunia fashion di Indonesia akibat semakin banyaknya mode-mode fashion, maka dapat melengkapi masyarakat Indonesia daiam hai memiiih baju atau celana yang akan dipakainya. Pakaian merupakan kebutuhan pokok manusia, jenis pakaian yang senantiasa mengikuti akan keinginan konsumen lebih diminatj, oleh sebab itu hal ini mendorong pertumbuhan industri-industri garmen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BAB I<br />PENDAHULUAN<br />1.1 Latar Belakang Penelitian <br />Dengan bertambah maraknya dunia fashion di Indonesia akibat semakin banyaknya mode-mode fashion, maka dapat melengkapi masyarakat Indonesia daiam hai memiiih baju atau celana yang akan dipakainya. Pakaian merupakan kebutuhan pokok manusia, jenis pakaian yang senantiasa mengikuti akan keinginan konsumen lebih diminatj, oleh sebab itu hal ini mendorong pertumbuhan industri-industri garmen untuk dapat memenuhi keinginan konsumennya, sehingga banyak bermunculan produsen-produsen baru dan industri yang mendorong tingkat persaingan. <br />Dengan adanya persaingan tersebut, maka dapat memberikan manfaat yang positif pada masyarakat Indonesia yaitu dengan tersedianya berbagai macam pilihan merek, ukuran, bentuk dan harga sehingga memberikan banyak alternatif daiam menentukan suatu pilihan. Hal tersebut akhirnya membuat para calon pembeli menghadapi kesulitan saat akan memiiih produk mana yang akan dibe", persepsinya pada citra suatu produk atau merek akan muncul dan akan menjadi saiah satu rangsangan atau stimulus daiam menentukan suatu produk yang akan dibeli. Citra merek atau produk yang paling ia ingat dan ia yakini baik yang akan ia pilih. Dalam hal ini citra atau merek memegang peranan cukup penting, oieh karena itu saat ini banyak perusahaan saling bersaing mempengaruhi para calon pembeli untuk memiiih produk mereka dengan berupaya melakukan promosi, dengan jalan : periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, usaha penjualan, pemasaran langsung. Hal tersebut digunakan untuk memperkenalkan produk baru mereka agar diketahui, diterima, diingat, dan selanjutnya diharapkan bisa dikonsumsi. Promosi bertujuan pertama untuk menciptakan pengenalan akan merek {brand awareness di masyarakat yang kemudian diharapkan membentuk suatu citra {/mage). Jika citra yang baik itu terbentuk akan menjadikan suatu keuntungan bagi perusahaan karena <br />diharapkan masyarakat akan semakin mengetahui dri atau sifat yang ada pada produk merek tersebut <br />Promosi yang dilakukan juga berguna bagi perusahaan-perusahaan yang sudah ada sejak tama dan sudah memilikl nama balk, yaitu membangun dtra jangka panjang untuk suatu produk, untuk mengingat kembaii keberadaan produk mereka seta terus melakukan komunikasi sehingga dtra produk mereka dapat tetap terjaga dan konsumen diharapkan semakin loyal kepada merek tersebut <br />Demikian juga yang terjadi dengan perusahaan P.T. MULTI GARMENJAYA sebagai salah satu produsen pakaian yang cukup terkenal di Indonesia yang memproduksi pakaian dengan merek Cardinal yang terus berupaya untuk melakukan promosinya dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan sejenis. Dalam upaya untuk terus melakukan promosinya dan dalam upaya mengadapi persaingan, perusahaan <br />P.T. MULTI GARMENJAYA didalam memproduksi celana merek Cardinal senantiasa melihat akan kebutuhan para konsumennya, misalnya bentuk atau desainnya, pilihan warna, kualitas atau mutu yang baik, serta harga yang tidak terialu mahal dan juga jaringan distribusi yang luas. <br />Dengan memperhatikan hal tersebut, maka perusahaan P.T. MULTI GARMENJAYA didalam memproduksi celana dengan merek Cardinal diharapkan dapat memenangkan persaingan. <br />Berdasarkan uraian diatas, penulis merasa tertarik untuk mengadakan penetitian tentang : "Pengaruh Produk Image Terhadap Minat Membeli Konsumen Pada Produk Celana Formal Merek Cardinal". <br />1.2 Identifikasi Masalah <br />1.Bagaimana tanggapan konsumen tentang Product Image celana formal merekCardinal ?<br />2.Bagaimana perusahaan P.T. MULTI GARMENJAYA membangun Product Imageterhadap produknya yaitu celana formal merek Cardinal?<br />3.Seberapa besar pengaruh Product Image terhadap Minat Membeli Konsumen?</p>
<p>1.3 Tujuan Penelitian <br />Untuk mengetahui: 1.Tanggapan Responden Terhadap Product Image dart Celana Format Merek Cardinal. 2.Pelaksanaan  membangun  Product Image di perusahaan P.T. MULTI GARMENJAYA Terhadap Produknya yaitu Ceiana Formal Merek Cardinal. 3.Sampai seberapa besar pengaruh Product Image terhadap minat membeti konsumen. </p>
<p>1.4 Kegunaan Penelitian <br />Dari hasil penelitian ini penuiis berharap dapat membeiikan manfaat bagi pihak-pihak berikut: <br />1 Bagi Perusahaan (P.T. MULTI GARMEN JAYA) Penelitian ini diharapkan dapat membeiikan informasi serta masukan yang berguna bagi kegiatan pemasaran yang dilakukan terhadap produk yang dlhasilkan. <br />2 Bagi Penulis Untuk membandingkan antara teori-teori Manajemen khususnya manajemen Pemasaran yang penuiis pelajari seiama kuiiah dengan kenyataan yang terjadi sesungguhnya sehingga dapat menambah pengetahuan bagi penuiis. <br />3 Bagi Masyarakat Umum Khususnya bagi calon pembeli produk ceiana formal merek Cardinal supaya menjadi merek utama dalam pemilihan produk ceiana. <br />4 Untuk menambah pengetahuan dan memberikan manfaat khususnya di bidang manajemen pemasaran. </p>
<p>1.5     Kerangka Pemikiran <br />Suatu perusahaan akan memperoleh banyak keuntungan jika memiliki produk yang baik di masyarakat luas, yang secara tidak iangsung akan membantu perusahaan dalam memasarkan produk mereka. Pada saat calon pembeli akan memutuskan produk mana yang akan dipilih, calon konsumen akan terbawa secara sadar atau tidak sadar pada persepsinya pada suatu citra {image}. Qtra tersebut dapat berupa citra kepada produk tertentu, merek tertentu, perusahaan tertentu, toko tertentu dan Iain-Iain. Dalam hal ini perusahaan harus memiliki kualitas dan keunggulan-keunggulan dalam produknya serta memiliki Iayanan puma jual yang selalu siap menanggani keluhan-keluhan konsumen. Pengaruh citra secara sadar atau tidak sadar akan mempengaruhi keputusan membeli, contohnya saat kita akan membeli minuman mineral, ingatan kita biasanya teringat kepada merek tertentu saja yaitu Aqua padahal jika kita teliti kembali masih sangat banyak merek lainnya. Dalam hal ini Aqua memiliki citra merek yang sudah tertanam dengan baik. <br />Demikian juga yang terjadi dengan produk pakaian, dimana masyarakat akan membeli prcduk celana yang berkualitas diatas rata-rata produk lain, pikirannya akan berkutat pada merek-merek lain. <br />Akan tetapi jika masyarakat akan membeli produk pakaian harganya murah, maka ingatannya akan tertuju pada merek tertentu. Masing-masing memiliki citra yang berbeda-beda di benak konsumen. <br />Seperti pernyataan Kotler dan Armstrong (1994:320) dalam buku Principles of Marketing yaitu : <br />"A product image is the way consumers perceived and actual or potential poducf. <br />Kotler (1980;hal :321) mengemukan bahwa : <br />"A product image is a particular subjective picture consumers actually acquire of the product". <br />Sedangkan arti persepsi menurut Kotier dan Armstrong (1997:156) dalam buku Dasar-dasar Pemasaran adalah sebagai berikut: <br />"Persepsi didefinisikan sebagai proses dimana seseorang memilih, mengorganisasikan, mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti di dunia”. <br />Persepsi yang berbeda menciptakan segmentasi pasar, sehingga perusahaan harus hati-hati dalam membangun suatu citra di masyarakat, apabila perusahaan salah dalam membangun dtra akan membuat masyarakat salah dalam mempersepsikan produk tersebut. Merek-merek yang masih belum terkenal di masyarakt masih hams lebih giat membangun dtra produknya, misalnya: meningkatkan kualitas dan fasilitas produknya serta menyediakan Iayanan puma jual selain itu juga perusahaan dapat melakukan promosi yang gencar. <br />Sedangkan merek-merek yang sudah dikenal di masyarakat haruslah mempertahankan dtra produknya baik melalui promosi untuk sekedar mengingatkan bahwa merek tersebut masih ada, maupun untuk memperkenalkan produk lainnya. <br />Citra produk dapat terbentu dari atribut-atribut yang ada pada produk tersebut seperti : kualitas, warna, desain, kemasan, merek, pelayanan, dan lain sebagainya. <br />Atribut-atribut tersebut menjadi suatu stimuli dalam proses keputusan. Dimana proses tersebut biasanya melalui lima tahapan menurut Kotler dalam bukunya Manajemen Pemasaran I (1997;257) yaitu : Pengenalan masalah (problem recognition), pencarian informasi (information se<br />
arch), penilaian alternate (Evaluation of altematif), keputusan membeli (purchase decision) dan perilaku setelah pembelian (postpurchase behaviour). <br />Pertama kali para calon konsumen biasanya menyadari suatu perbedaan antara keadaan sebenarnya dengan keadan yang diinginkan misalnya: ia merasa ada sesuatu yang kurang kalau hanya menggunakan celana yang hanya dijual di pinggir jalan, sehingga ia berniat untuk membeli celana yang sudah memiliki merek terkenal. <br />Calon kunsumen yang tergugah minatnya mungkin akan mencari informasi lebih banyak lagi. Jika dorongan konsumen kuat dan objeknya dapat memuaskan kebutuhan tersebut tersedia, konsumen kemungkinan besar akan membeii produk tersebut. Jika tidak, kebutuhan konsumen itu akan tinggal mengendap dalam ingatannya (ia tidak tagi aktif dalam mencari informasi lebih lanjut). Dalam melakukan pencarian informasi, calon konsumen dapat memperoleh informasi dari sumber-sumber lain seperti: sumber pribadi (pribadi atau kerabat, teman, tetangga, kenalan), sumber niaga (periklanan, penjual, pameran), sumber pengalaman (pernah menanggani, menguji, mempergunakan produk tersebut (Tahap Pencarian Informasi). <br />Setelah memperoleh informasi dari berbagal sumber, selanjutnya calon pembeli akan dihadapkan pada beberapa alternatif merek produk. Qri-ciri atau sifat yang ada pada produk tersebut merupakan sesuatu yang menarik perhatian para calon pembeli. Pada tahap ini konsumen akan memperhatikan tiri-dri atau sifat yang berkaitan langsung dengan kebutuhan mereka, misalnya kualitas, harga model, garansi layanan puma jual serta daya tahan produk tersebut. Pada tahap ini pula dtra produk atau merek memegang peranan cukup penting, konsumen akan menggali kembali ingatannya pada suatu merek atau produk tertentu, mereka mencoba menseleksi persepsinya sendiri mengenai citra produk tersebut (Tahap Evaluasi Alternatif). <br />Calon kunsumen yang akan membeii suatu produk akan membuat lima macam keputusan membeii dalam melaksanakan maksudnya untuk membeii produk tersebut, yaitu keputusan tentang merek, keputusan membeii dari siapa, keputusan tentang jumlah, keputusan tentang waktu membeii, dan keputusan tentang cara membayar. Setelah semuanya dfpikirkan masak-masak maka ia akan membuat keputusan (Tahap Keputusan Membeii). <br />Jika pembelian telah dilakukan, konsumen akan mengalami beberapa tingkat kepuasan atau ketidakpuasan yang akan mempengaruhinya dalam membentuk suatu citra produk yang telah ia beli. <br />Jika ia merasa puas maka produk tersebut akan memperoleh tempat dihatinya dan akan semakin meningkatkan dtra produk tersebut (Perilaku Pasca Pembelian). <br />Jika ia merasa puas maka produk tersebut akan memperoleh tempat dihatlnya dan akan semakin meningkatkan dtra produk tersebut (Perilaku Pasca Pembeiian). <br />Berdasarkan kerangka pemiklran diatas dapat ditarik hipotesis sebagai berikut: "Terdapat Hubungan yang Positif Antara Product Image Tertiadap Minat Membeli Konsumen Pada Produk Tersebut-. <br />Dengan asumsi bahwa variabel-varlabel lain dlluar citra produk dianggap tetap (cateris paribus). </p>
<p>1.6 Lokasi dan Waktu Penelitian <br />Penelitian ini dilakukan di P.T. MULTI GARMENJAYA yang berlokasi di Jalan Krawang No. 1, adapun waktu penelitian yang dilakukan penulis dimuiai pada akhir bulan Agustus 2003 sampai selesai.</p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to PENGARUH PRODUCT IMAGE TERHADAP MINAT MEMBELI KONSUMEN PADA CELANA FORMAL MEREK CARDINAL</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/pengaruh-brand-image-pelanggan-kartu-simpati-terhadap-keputusan-pembelian-mahasiswa-fakultas-ekonomi-universitas-brawijaya-malang/" rel="bookmark">PENGARUH BRAND IMAGE PELANGGAN KARTU simPATI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 1.1.     LATAR BELAKANG Indonesia merupakan negara yang mempunyai jumlah penduduk yang cukup besar, dengan jumlah penduduk yang cukup besar tersebut Indonesia menjadi ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/analisis-atribut-brand-association-asosiasi-merek-terhadap-produk-produk-kartu-telepon-selular-telkomsel-studi-pada-mahasiswa-fakultas-ekonomi-universitas-brawijaya-tahun-2006/" rel="bookmark">ANALISIS ATRIBUT BRAND ASSOCIATION  (ASOSIASI MEREK) TERHADAP PRODUK-PRODUK  KARTU TELEPON SELULAR  TELKOMSEL  (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Tahun 2006)</a></h3><p>ABSTRACTION The business competitions of handset operator cellular in Indonesia are very competitive right now. It makes Telkomsel not only depend on product differentiation and ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/peranan-kebijakan-display-dalam-meningkatkan-minat-beli-konsumen-pada-toserba-kemukten-di-kadipaten/" rel="bookmark">PERANAN KEBIJAKAN DISPLAY DALAM MENINGKATKAN MINAT BELI KONSUMEN PADA TOSERBA KEMUKTEN DI KADIPATEN</a></h3><p>BAB IPENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pada dasarnya, kebutuhan dan keinginan manusia sebagai individu maupun golongan selalu meningkat. Kebutuhan manusia sangat beraneka ragam antara lain: ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/hubungan-persepsi-konsumen-atas-atribut-produk-telkom-flexi-dengan-loyalitas-diwilayah-bandung-pusat/" rel="bookmark">HUBUNGAN PERSEPSI KONSUMEN ATAS ATRIBUT PRODUK TELKOM FLEXI DENGAN LOYALITAS DIWILAYAH BANDUNG PUSAT</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam dasawarsa ini terdapat banyak perusahaan-perusahaan domestik yang menekuni dan berkecimpung di sektor telekomunikasi. Di Indonesia perusahaan yang ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/analisis-variabel-variabel-yang-mempengaruhi-kepuasan-konsumen-dalam-pembelian-rumah-tipe-menengah-di-perumahan-bukit-cemara-tujuh-malang/" rel="bookmark">ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN RUMAH TIPE MENENGAH DI PERUMAHAN BUKIT CEMARA TUJUH, MALANG</a></h3><p>ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis ada tidaknya pengaruh yang signifikan dari variabel-variabel produk, harga, lokasi, promosi, dan fasilitas terhadap kepuasan konsumen rumah tipe ...</p></div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bankskripsi.com/pengaruh-product-image-terhadap-minat-membeli-konsumen-pada-celana-formal-merek-cardinal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERANAN MOTIVASI DALAM UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN PADA PT.GRAND TEXTILE INDUSTRY BANDUNG</title>
		<link>http://bankskripsi.com/peranan-motivasi-dalam-upaya-meningkatkan-disiplin-kerja-karyawan-pada-ptgrand-textile-industry-bandung-2/</link>
		<comments>http://bankskripsi.com/peranan-motivasi-dalam-upaya-meningkatkan-disiplin-kerja-karyawan-pada-ptgrand-textile-industry-bandung-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 11:38:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>layananjurnal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Skripsi Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pustakaonline.wordpress.com/2008/03/21/peranan-motivasi-dalam-upaya-meningkatkan-disiplin-kerja-karyawan-pada-ptgrand-textile-industry-bandung-2/</guid>
		<description><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suatu perusahaan dalam melaksanakan kegiatannya, baik perusahaan yang bergerak dibidang pabrikan maupun jasa akan berusaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Satu hal yang harus diperhatikan bersama yaitu bahwa keberhasilan berbagai aktivitas didalam perusahaan dalam mencapai tujuan bukan hanya tergantung pada pada keunggulan teknologi, dana operasi yang tersedia, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BAB I <br />PENDAHULUAN </p>
<p> 1.1 Latar Belakang <br />Suatu perusahaan dalam melaksanakan kegiatannya, baik perusahaan yang bergerak dibidang pabrikan maupun jasa akan berusaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Satu hal yang harus diperhatikan bersama yaitu bahwa keberhasilan berbagai aktivitas didalam perusahaan dalam mencapai tujuan bukan hanya tergantung pada pada keunggulan teknologi, dana operasi yang tersedia, sarana ataupun  prasarana yang dimiliki, malainkan juga tergantung pada aspek sumber daya manusia. Faktor sumber daya manusia ini merupakan elemen yang harus diperhatikan oleh perusahaan, terutama bila mengingat bahwa era perdagangan bebas akan segera dimulai, dimana iklim kompetisi yang dihadapi akan sangat berbeda. Hal ini memaksa setiap perusahaan harus dapat bekerja dengan lebih efisien, efektif dan produktif. Tingkat kompetisi yang tinggi ini akan memacu tiap perusahaan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam lingkungan persaingan yang tinggi yang dalam hal ini berarti perusahaan harus memberikan perhatian pada aspek sumber daya manusia. Jadi manusia dapat dipandang sebagai faktor penentu karena ditangan manusialah segala inovasi akan direalisir dalam upaya mewujudkan tujuan perusahaan. <br />Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang diharapkan organisasi dapat memberikan andil positif terhadap semua kegiatan perusahaan dalam mencapai tujuannya, setiap karyawan diharapkan memiliki motivasi kerja yang tinggi yang diharapkan nantinya akan meningkatkan disiplin kerja yang tinggi. Motivasi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh pihak manajemen bila mereka menginginkan setiap karyawan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian tujuan perusahaan, karena dengan motivasi, seorang karyawan akan memiliki semangat yang tinggi dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Tanpa motivasi, seorang karyawan tidak dapat memenuhi tugasnya sesuai standar atau bahkan melampaui standar karena apa yang menjadi motif dan motivasinya dalam bekerja tidak terpenuhi. Sekalipun seorang karyawan memiliki kemampuan operasional yang baik bila tidak memiliki motivasi dalam bekerja, hasil akhir dari pekerjaannya tidak akan memuaskan. <br />Mengingat pentingnya motivasi, maka wujud perhatian pihak manajemen mengenai masalah motivasi karyawan dalam bekerja ialah melakukan usaha pemotivasian pada karyawan pada perusahaan melalui serangkaian usaha tertentu sesuai dengan kebijakan perusahaan, sehingga motivasi karyawan dalam bekerja akan tetap terjaga. Untuk memotivasi karyawan, pimpinan perusahaan harus mengetahui motif dan motivasi yang diinginkan opeh para karyawan. Satu hal yang harus dipahami bahwa orang mau bekerja karena mereka ingin memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan yang disadari maupun kebutuhan yang tidak disadari, berbentuk materi atau non materi, kebutuhan fisik maupun rohaniah. <br />Pemotivasian ini banyak macamnya seperti pemberian kompensasi yang layak dan adil, pemberian penghargaan dan sebagainya. Hal ini dimaksudkan agar apapun yang menjadi kebutuhan karyawan dapat terpenuhi lalu diharapkan para karyawan dapat berkerja dengan baik dan merasa senang dengan semua tugas yang diembannya. Setelah karyawan merasa senang dengan pekerjaannya, para karyawan akan saling menghargai hak dan kewajiban sesama karyawan sehingga terciptalah suasana kerja yang kondusif, pada akhirnya karyawan secara suka rela dan bersungguh-sungguh memberikan kemampuan terbaiknya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, dan ini berarti disiplin kerjalah yang akan ditunjukan oleh para karyawan, karena termotivasi dalam melaksanakan tugasnya dalam perusahaan. <br />Dalam hal ini PT. GRAND TEXTILE INDUSTRY BANDUNG, sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang Textile Industry dengan misinya yaitu membuat kain denim, sudah seharusnya memiliki karyawan yang penuh semangat dan bermotivasi tinggi dalam bekerja dan melakukan pekerjaannya secara efektif dan efisien, untuk kemudian pada akhirnya menunjukkan kedisiplinan yang tinggi dalam usaha mewujudkan misi dan tujuan yang telah ditetapkan. <br />Sehubungan dengan hal diatas, maka motivasi merupakan masalah yang sangat penting dalam suatu perusahaan, karena dapat meningkatkan disiplin kerja karyawan. Sehingga kemampuan manajemen dalam memberikan motivasi akan sangat menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam pencapian tujuan perusahaan. <br />Menyadari betapa pentingnya motivasi dalam upaya meningkatkan disiplin kerja karyawan ini, maka PT. GRAND TEXTILE INDUSTRY Bandung, dengan segala keterbatasan yang dimiliki mencoba untuk melaksanakan program tersebut. <br />Keadaan demikian yang melatar belakangi penulis dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir yang selanjutnya penulis tangkap dalam Laporan Tugas Akhir yang berjudul : <br />“PERANAN MOTIVASI DALAM UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN” </p>
<p> 1.2 Identifikasi Masalah <br />Setiap perusahaan menginginkan agar karyawan mau bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku dan disiplin dalam bekerja, sehingga perusahaan dituntut untuk mampu memberikan motivasi kepada karyawannya untuk bekerja sesuai aturan dan disiplin yang dimaksud agar sesuai dengan yang diharpkan sebelumnya, tapi tidak semua perusahaan berhasil dalam melaksanakan hal tersebut. <br />Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut : <br />1. Bagaimana pelaksanaan motivasi di perusahaan GRANDTEX ? <br />2. Bagaimana tingkat disiplin kerja di perusahaan GRANDTEX? <br />3. Seberapa besar peranan motivasi terhadap disiplin kerja diperusahaan GRANDTEX? </p>
<p> 1.3 Maksud dan Tujuan <br /> 1.3.1 Maksud diadakannya penelitian ini adalah : <br /> 1. Untuk memperoleh, mengolah dan menganalisa data yang dibutuhkan dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini sebagai salah satu syarat dalam menempuh Ujian Sidang Diploma III Jurusan Manajemen pada Universitas Widyatama. <br /> 2. Untuk mengetahui penerapan teori-teori yang pernah didapat dengan keadaan yang sebenarnya di perusahaan. </p>
<p> 1.3.2 Tujuan penelitian ini adalah : <br /> 1. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Motivasi dalam Upaya Meningkatkan Disiplin Kerja Karyawan pada PT. GRANDTEX. <br /> 2. Untuk mengetahui bagaimana tingkat kedisiplinan pekerja pada PT. GRANDTEX. <br /> 3. Untuk mengetahui seberapa besar peranan motivasi terhadap disiplin kerja karyawan pada PT. GRANDTEX. </p>
<p> 1.4 Kegunaan Penelitian </p>
<p>Kegunaan penelitian ini adalah diharapkan : <br /> 1. Bagi PT. GRANDTEX diharapkan dapat memberikan masukan-masukan mengenai Peranan Motivasi Dalam Upaya Meningkatkan Disiplin Kerja Karyawan, sehingga terjadi pertimbangan dalam melaksanakannya. <br /> 2. Bagi penulis, yaitu dapat memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam mengenai Peranan Motivasi Dalam Upaya Meningkatkan Disiplin Kerja Karyawan dengan melihat praktiknya secara langsung. <br /> 3. Pihak lain, yaitu sebagai tambahan referensi bagi rekan-rekan yang memerlukan sumber data dalam melakukan penelitian dengan tajuk dan objek Tugas Akhir yang sama. </p>
<p> 1.5 Kerangka Pemikiran <br />Untuk memperoleh pegawai yang memiliki kemampuan dan ketrampilan serta semangat kerja yang tinggi, sehingga kualitas dan kedisiplinan kerja meningkat, perlu adanya suatu upaya seorang pemimpin. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas dan kedisiplinan kerja tersebut adalah melalui pemberian motivasi. <br />Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tentang motivasi, dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan suatu dorongan kebutuhan dalam diri pegawai yang perlu dipenuhi agar pegawai tersebut dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. <br />Motivasi merupakan suatu proses psikologi yang mencerminkan antara sikap, kebutuhan, persepsi dan keputusan yang terjadi pada diri seseorang dan motivasi merupakan sebuah proses psikologi yang timbul karena diakibatkan oleh faktor-faktor dari dalam maupun dari luar, hal ini timbul karena rangsangan atau insentif. <br />Menurut Ranupandojo dan Husnan, mengemukakan 10 prinsip yang harus dilakukan oleh pimpinan dalam memberikan motivasi kepada para bawaha<br />
nnya berupa : <br /> 1. Upah atau Gaji yang layak <br /> 2. Pemberian insentif <br /> 3. Memperhatikan rasa harga diri <br /> 4. Memenuhi kebutuhan rohani <br /> 5. Memenuhi kebutuhan berpartisipasi <br /> 6. Menempatkan pegawai pada tempat yang tepat <br /> 7. Menimbulkan rada aman dimasa depan <br /> 8. Memperhatikan lingkungan tempat kerja <br /> 9. Memperhatikan kesempatan untuk maju <br /> 10. Menciptakan persaingan yang sehat <br />Untuk itu motivasi dapat dikatakan sebagai suatu pemberian pengarahan, dorongan atau semangat kepada para karyawan agar mampu bekerja sesuai dengan tujuan yang diharapkan, demi tercapainya tujuan organisasi dalam suatu perusahaan dengan efektif dan efisien. <br />Kedisiplinan adalah fungsi operatif keenam dari Manajemen Sumber Daya Manusia. Kedisiplinan ini merupakan fungsi operatif MSDM yang terpenting, karena semakin baik disiplin karyawan, maka akan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. Tanpa disiplin karyawan yang baik, sulit bagi organisasi perusahaan  untuk mencapai hasil yang optimal. <br />Definisi disiplin kerja yang dikemukakan oleh Nitisemito (1991 : 199) adalah sebagai berikut : <br />Disiplin kerja adalah sikap, tingkah laku, dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari perusahaan baik yang tertulis maupun tidak tertulis” </p>
<p>Disiplin kerja menurut Hani Handoko (1990 : 153) adalah sebagai berikut: <br />“Disiplin adalah kegiatan manajemen untuk menjalankan standar-standar organisasi” <br />Hani Handoko (1990 : 153-154) juga mengemukakan bahwa ada dua tipe kegiatan pendisiplinan yaitu : <br />1. Displin Preventif <br />Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendorong para karyawannya untuk mengikuti berbagai standar dan aturan sehingga penyelewengan-penyelewengan dapat dicegah <br />2. Disiplin Korektif <br />Kegiatan yang diambil untuk menangani pelanggaran terhadap aturan-aturan dan mencoba untuk menghindari pelanggaran lebih lanjut <br />  Disiplin menurut Heri Simamora (1995 : 565) sebagai berikut : <br /> “Bentuk pengendalian diri karyawan, dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan kesungguhan tim kerja <br />Jadi pada dasarnya kedisiplinan kerja adalah fungsi operatif MSDM yang terpenting dan menjadi tolak ukur untuk mengukur atau mengetahui, apakah fungsi-fungsi MSDM lainnya secara keseluruhan telah dilaksanakan dengan baik atau tidak oleh perusahaan. <br />Untuk mengetahui seberapa jauh peranan motivasi dalam upaya meningkatkan disiplin kerja karyawan pada PT.GRANDTEX, penulis tertarik untuk melakukan penelitian pada PT. GRANDTEX dengan judul : <br />“Motivasi Berperan Dalam Upaya Maningkatkan Disiplin Kerja Karyawan” </p>
<p>1.6 Metode Tugas Akhir <br />Metode pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut : <br />1. Studi Literatur <br />Tehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mempelajari dan mengkaji melalui buku-buku, diktat, dan bahan-bahan bacaan lain yang berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan dan dijadikan pedoman atau pegangan penelitian dalam penentuan teori-teori yang berhubungan dengan objek penelitian                                                                                                                     <br />2. Studi lapangan <br />Yaitu, mengadakan penelitian langsung terhadap objek yang sedang diteliti guna mendapatkan data melalui : <br /> a. Observasi <br />Adalah tehnik pengumpulan data yang berhubungan dengan objek penelitian, dimana penyusun melakukan penelitian secara langsung pada perusahaan <br />b. Wawancara <br />Yaitu, tehnik pengumpulan data dengan metode Tanya jawab secara langsung kepada pihak yang bersangkutan maupun staf dan karyawan yang ada diperusahan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan persediaan materi. <br />c. Kuisioner <br />Yaitu, dengan cara mengedarkan angket yang berisi pertanyaan mengenai masalah yang sedang dilakukan. </p>
<p> 1.7 Lokasi dan Waktu Kerja Praktek <br />Dalam penulisan Laporan Tugas Akhir ini penulis melakukan penelitian pada PT. GRANDTEX jl. Ahmad Yani No.127 yang berlokasi di Bandung. Waktu yang dibutuhkan penulis untuk melakukan penelitian ini adalah kurang lebih tiga bulan</p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to PERANAN MOTIVASI DALAM UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN PADA PT.GRAND TEXTILE INDUSTRY BANDUNG</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/peranan-motivasi-dalam-upaya-meningkatkan-disiplin-kerja-karyawan-pada-ptgrand-textile-industry-bandung/" rel="bookmark">PERANAN MOTIVASI DALAM UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN PADA PT.GRAND TEXTILE INDUSTRY BANDUNG</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suatu perusahaan dalam melaksanakan kegiatannya, baik perusahaan yang bergerak dibidang pabrikan maupun jasa akan berusaha untuk mencapai tujuan yang ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/pengaruh-pelaksanaan-program-kesejahteraan-terhadap-disiplin-kerja-karyawan/" rel="bookmark">PENGARUH PELAKSANAAN PROGRAM KESEJAHTERAAN TERHADAP DISIPLIN KERJA KARYAWAN</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perusahaan merupakan suatu organisasi yang mempunyai berbagai macam tujuan. Aktivitas didalam suatu perusahaan selalu ditujukan untuk mencapai tujuan ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/pengaruh-promosi-jabatan-terhadap-motivasi-kerja-karyawan-pada-pt-multi-top-indonesia-di-bandung/" rel="bookmark">PENGARUH PROMOSI JABATAN TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN PADA PT. MULTI TOP INDONESIA DI BANDUNG</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sumber Daya Manusia merupakan faktor terpenting dalam setiap kegiatan perusahaan, karena bagaimanapun canggihnya teknologi yang digunakan tanpa didukung ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/pengaruh-kepuasan-kerja-karyawan-terhadap-komitmen-pada-organisasi-studi-kasus-pada-perusahaan-umum-perum-jasa-tirta-i-malang/" rel="bookmark">PENGARUH KEPUASAN KERJA KARYAWAN TERHADAP KOMITMEN PADA ORGANISASI (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN UMUM (PERUM) JASA TIRTA I MALANG)</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Globalisasi dan perubahan-perubahan ekonomi membawa dampak yang cukup besar bagi industri perdagangan, manufaktur maupun jasa. Persaingan baik domestik maupun ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/suatu-tinjauan-proses-seleksi-karyawan-pada-pt-pupuk-kujang-cikampek/" rel="bookmark">SUATU TINJAUAN PROSES SELEKSI KARYAWAN PADA PT. PUPUK KUJANG CIKAMPEK</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan sebagai suatu organisasi merupakan suatu bentuk dari usaha keikutsertaan anggota masyarakat yang jika dikelola dengan baik mempunyai peranan ...</p></div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bankskripsi.com/peranan-motivasi-dalam-upaya-meningkatkan-disiplin-kerja-karyawan-pada-ptgrand-textile-industry-bandung-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TINJAUAN SISTEM KEARSIPAN PADA PUSLITBANG GEOLOGI BANDUNG</title>
		<link>http://bankskripsi.com/tinjauan-sistem-kearsipan-pada-puslitbang-geologi-bandung/</link>
		<comments>http://bankskripsi.com/tinjauan-sistem-kearsipan-pada-puslitbang-geologi-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 11:38:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>layananjurnal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Skripsi Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pustakaonline.wordpress.com/2008/03/21/tinjauan-sistem-kearsipan-pada-puslitbang-geologi-bandung/</guid>
		<description><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat dewasa ini membawa pengaruh terhadap seluruh kegiatan yang dilakukan oleh organisasi. Kebutuhan akan informasi dalam suatu organisasi sangat penting untuk mencapai tujuan organisasi. Didalam suatu organisasi biasanya mempunyai tugas pokok dan fungsi, berdasarkan tugas pokok dan fungsi tersebut maka organisasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BAB I <br />PENDAHULUAN </p>
<p> 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul <br />Perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat dewasa ini membawa pengaruh terhadap seluruh kegiatan yang dilakukan oleh organisasi. Kebutuhan akan informasi dalam suatu organisasi sangat penting untuk mencapai tujuan organisasi. Didalam suatu organisasi biasanya mempunyai tugas pokok dan fungsi, berdasarkan tugas pokok dan fungsi tersebut maka organisasi menyelenggarakan bermacam-macam kegiatan kantor yang harus dilaksanakan, sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. <br />Kantor merupakan pusat kegiatan dan penyedia informasi, guna menunjang kemudahan pelaksanaan kegiatan organisasi. Menurut DR. Sedarmayanti, M.Pd, dalam bukunya Manajemen Perkantoran (2001 : 2), menyatakan bahwa “Kantor” adalah: <br /> 1. Tempat dilaksanakannya kegiatan menangani informasi. <br /> 2. Proses menangani informasi, mulai dari menerima, mengumpulkan, mengolah, menyimpan, sampai menyalurkan atau mendistribusikan informasi. <br />Oleh sebab itu kantor diharapkan mampu menyediakan informasi yang benar berdasarkan fakta, untuk memenuhi kebutuhan informasi pihak pimpinan dalam rangka mengatur dan mengendalikan perusahaan atau organisasi. Salah satu kegiatan kantor yang penting diantaranya adalah sistem kearsipan, yang meliputi arsip dan kearsipan.  <br />Menurut Drs. The Liang Gie (2000 : 118),  Arsip adalah: <br />“Suatu kumpulan warkat yang disimpan secara sistematis karena mempunyai suatu kegunaan agar setiap kali diperlukan dapat secara cepat ditemukan kembali”.   </p>
<p>Sedangkan Kearsipan menurut Drs. Moekijat (1995 : 75):  <br />“Kearsipan” adalah penempatan kertas-kertas dalam tempat-tempat penyimpanan yang baik menurut aturan yang telah ditentukan terlebih dahulu sedemikian rupa, sehingga setiap kertas (surat) bila diperlukan dapat diketemukan kembali dengan mudah dan cepat”. </p>
<p>Adapun tujuan dari sistem kearsipan adalah: <br />1. Agar arsip dapat disimpan dan diketemukan kembali dengan cepat dan tepat. <br />2. Menunjang terlaksananya penyusutan arsip yang berdaya guna dan berhasil guna. </p>
<p>Dengan dilaksanakannya pengelolaan kearsipan yang baik berarti dapat mengatur, menyusun, serta mengumpulkan arsip atau warkat yang terprogram dan dapat memusnahkannya dengan cara yang paling tepat. Penataan arsip merupakan salah satu aspek yang harus diterapkan dalam pencapaian tujuan kantor guna menunjang peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja kantor. Dengan demikian komunikasi kerja pegawai akan semakin lancar, sehingga koordinasi dan pengawasan semakin mudah.  <br />Pada dasarnya pimpinan sangat menginginkan akan adanya arsip yang rapih dan tertib, guna memudahkan penyimpanan dan penemuan kembali warkat yang dibutuhkan sewaktu-waktu dengan cepat dan tepat. Oleh karena pimpinan tidak mungkin mengurus sendiri arsipnya, maka dengan demikian pimpinan mengharapkan para stafnya dapat benar-benar mampu mengurus dan memelihara arsip untuk pimpinan maupun untuk kepentingan organisasi secara keseluruhan. <br />Mengingat pentingnya peranan penataan arsip pada suatu organisasi, penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana penataan arsip yang baik. Penulis tertarik untuk melakukan praktek kerja dan menyusun Laporan Tugas Akhir dengan judul “Tinjauan Sistem Kearsipan Pada Puslitbang Geologi Bandung”. </p>
<p> 1.2 Identifikasi Masalah <br />Berdasarkan latar belakang penelitian, maka penulis mencoba mengidentifikasi masalah-masalah yang dapat menghambat pelaksanaan penataan arsip kantor untuk mencapai efisiensi kerja. Adapun masalah-masalah tersebut akan dibatasi sebagai berikut: <br /> 1. Bagaimana sistem kearsipan yang diterapkan pada Puslitbang Geologi? <br /> 2. Hambatan apa saja yang terdapat dalam sistem kearsipan pada Puslitbang Geologi? <br /> 3. Bagaimana cara mengatasi hambatan-hambatan tersebut pada Puslitbang Geologi? </p>
<p> 1.3 Tujuan Laporan Tugas Akhir <br />Tujuan dari Laporan Tugas Akhir ini adalah: <br /> 1. Untuk mengetahui bagaimana sistem kearsipan yang diterapkan pada Puslitbang Geologi. <br /> 2. Untuk mengetahui hambatan apa saja yang terdapat dalam sistem kearsipan    pada Puslitbang Geologi. <br /> 3. Untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi hambatan-hambatan tersebut pada Puslitbang Geologi.  </p>
<p> 1.4 Kegunaan Laporan Tugas Akhir <br />Berdasarkan tujuan laporan tugas akhir di atas semoga laporan tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi: <br />a.   Bagi Mahasiswa  <br /> Kegunaan laporan tugas akhir ini adalah sebagai bahan perbandingan antara teori yang telah diberikan pada masa kuliah dengan kenyataan yang ada dan juga menambah pengetahuan dan pengalaman penulis serta untuk menerapkan teori-teori yang didapat selama masa perkuliahan. </p>
<p> b. Bagi Perusahaan <br />Kegunaan laporan tugas akhir ini adalah diharapkan sebagai masukan untuk perusahaan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan sistem kearsipan. Dari informasi yang dihasilkan dapat digunakan sebagai penunjang dalam melaksanakan sistem kearsipan yang lebih efektif dan efisien, dan dapat meningkatkan kondisi kerja yang lebih baik. <br />c. Bagi Pihak Lain  <br />Kegunaan laporan tugas akhir bagi pihak lain, diharapkan dapat digunakan sebagai bahan perbandingan bagi penelitian-penelitian yang sejenis.  </p>
<p> 1.5 Metode Tugas Akhir <br />Dalam menyusun laporan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif. Menurut William Emory &amp; R. Cooper (1996 : 161), metode deskriptif yaitu metode yang menggambarkan keadaan yang terdapat di perusahaan berdasarkan fakta yang nyata pada situasi yang diselidiki, sehingga diperlukan banyak data yang akan dipergunakan sebagai dasar dalam membahas masalah yang ada. </p>
<p>1.6 Lokasi dan Waktu Kerja Praktik <br />Dalam rangka pengumpulan data untuk penyusunan laporan tugas akhir ini, penulis melakukan kerja praktik di PUSLITBANG GEOLOGI Bandung yang berlokasi di Jl. P. Diponegoro No. 57 Bandung 40122, dimulai sejak tanggal 20 Juli 2004 sampai dengan tanggal 20 Agustus 2004.</p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to TINJAUAN SISTEM KEARSIPAN PADA PUSLITBANG GEOLOGI BANDUNG</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/suatu-tinjauan-tentang-saluran-distribusi-yang-digunakan-pada-pt-barata-indonesia-cabang-bandung/" rel="bookmark">SUATU TINJAUAN TENTANG SALURAN DISTRIBUSI YANG DIGUNAKAN PADA PT. BARATA INDONESIA CABANG BANDUNG</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengunaan alat-alat baru terutama dalam proses produksi dapat menghasilkan produksi lebih banyak, lebih berkualitas dan waktu pembuatan yang relatif ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/tinjauan-atas-pelaksanaan-pengendalian-intern-persediaan-bahan-baku-pada-cv%e2%80%9daj%e2%80%9d/" rel="bookmark">TINJAUAN ATAS PELAKSANAAN PENGENDALIAN INTERN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA CV.”AJ”</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam memasuki perkembangan dunia ekonomi yang semakin luas saat ini, setiap perusahaan yang tumbuh dan berkembang memerlukan suatu pengendalian ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/suatu-tinjauan-proses-seleksi-karyawan-pada-pt-pupuk-kujang-cikampek/" rel="bookmark">SUATU TINJAUAN PROSES SELEKSI KARYAWAN PADA PT. PUPUK KUJANG CIKAMPEK</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan sebagai suatu organisasi merupakan suatu bentuk dari usaha keikutsertaan anggota masyarakat yang jika dikelola dengan baik mempunyai peranan ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/analisis-terhadap-pelaksanaan-pengajian-mujahadah-dalam-pengembangan-dakwah-islam-di-pondok-pesantren-al-istiqomah-kembangan-bintoro-demak-tinjauan-komunikasi-dakwah/" rel="bookmark">ANALISIS TERHADAP PELAKSANAAN PENGAJIAN MUJAHADAH DALAM PENGEMBANGAN DAKWAH ISLAM DI PONDOK PESANTREN AL-ISTIQOMAH KEMBANGAN BINTORO DEMAK TINJAUAN KOMUNIKASI DAKWAH</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN A.  Latar Belakang Nilai-nilai dan renungan-renungan tentang hakekat abadi atau Ilahi (hidup beragama) itu bisa memberikan kekuatan dan stabilitas bagi kehidupan manusia. ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://bankskripsi.com/suatu-tinjauan-tentang-penyusunan-anggaran-penjualan-pada-ptastra-internasional-tbk-daihatsu-cabang-bogor/" rel="bookmark">SUATU TINJAUAN TENTANG PENYUSUNAN ANGGARAN PENJUALAN PADA PT.ASTRA INTERNASIONAL, Tbk.-DAIHATSU CABANG BOGOR</a></h3><p>BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Perusahaan tumbuh dan berkembang seiring dengan semakin meningkatnya aktivitas yang dijalankan oleh perusahaan. Pertumbuhan perkembangaan suatu perusahaan ...</p></div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bankskripsi.com/tinjauan-sistem-kearsipan-pada-puslitbang-geologi-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.799 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-04-21 21:36:49 -->

