BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia sehat 2010 merupakan visi pembangunan nasional yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber  daya  manusia  yang  dilakukan  secara  berkelanjutan.  Dalam  upaya mencapai visi tersebut ditetapkan program-program unggulan, salah satunya program kesehatan dan keselamatan kerja. (Depkes RI, 2003 : 1).

Keselamatan dan Kesehatan kerja merupakan salah satu bidang kajian dalam ilmu kesehatan masyarakat yang memfokuskan kajian pada masyarakat pekerja baik yang berada disektor formal maupun informal. Untuk dapat mewujudkan derajat kesehatan yang tinggi pada tenaga kerja maka diperlukan upaya komprehensif meliputi preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. Secara khusus tiga hal yang harus menjadi perhatian adalah beban kerja, beban tambahan lingkungan kerja dan kapasitas kerja. Gangguan pada salah satu unsur akan menyebabkan kecelakaan akibat kerja. (Wahyu Purwanto,  2004 : 451).

Beban setiap jenis pekerjaan berbeda-beda tergantung pada jenis dan lama pekerjaannya. Beban kerja fisik maupun mental memiliki karakteristik beban kerja yang spesifik. Negara Indonesia yang masih memiliki banyak tenaga kerja dengan ketrampilan maupun tingkat pendidikan rendah memiliki konsekuensi beban kerja yang mengarah ke fisik. Penyakit yang sering muncul akibat beban kerja fisik adalah nyeri pinggang (Low Back Paint). Hasil penelitian lain yang dilakukan oleh Lidia BR. Tarigan menunjukkan klasifikasi nyeri pinggang yang dialami buruh angkut adalah nyeri ringan (60%) dan nyeri sedang (40%). (Lidia Tarigan, 2003 : 49).

Setiap manusia dapat mengalami nyeri yang merupakan sensasi tidak enak. Nyeri merupakan tanda penting terhadap adanya gangguan fisiologis. Nyeri secara  umum  dapat  didefinisikan  sebagai  suatu  rasa  yang  tidak  nyaman  baik ringan maupun berat. (Robert Priharjo, 1993 : 33). Respon sesorang terhadap nyeri bervariasi seperti yang dialami oleh pekerja pengangkut beras tersebut mengalami nyeri pinggang (Low Back Paint) merupakan rasa nyeri yang terjadi di daerah punggung bagian bawah dan dapat menjalar ke kaki terutama bagian belakang dan samping luar. Keluhan ini dapat sedemikian hebatnya sehingga pasien mengalami kesulitan dalam setiap pergerakkan dan pasien harus istirahat serta  dirawat  dirumah  sakit.  Nyeri  pinggang  terjadi  karena  adanya  tekanan (jepitan) pada susunan saraf ini dapat terjadi karena gangguan pada otot dan jaringan  sekitarnya,  gangguan  pada  saraf  sendiri,  kelainan  tulang  belakang maupun kelainan ditempat lain. (Lukmantobing, 1986 : 1).

Menurut ahli saraf dr. Salim Harris, di Amerika keluhan Low Back Paint (LBP) ini menempati urutan kedua tersering setelah nyeri kepala. Data kasus menunjukkan bahwa pasien usia lebih dari 40 tahun yang datang dengan keluhan LBP jumlahnya cukup banyak. Di Amerika Serikat lebih dari 80 % penduduk pernah mengeluhkan LBP sedangkan di Indonesia diperkirakan jumlahnya lebih banyak lagi. (www.kompas.com/ 2002) dan  90% kasus nyeri  pinggang  bawah bukan disebabkan oleh kelainan organik, melainkan oleh kesalahan posisi tubuh dalam bekerja. (www.kompas.com/ 2004).

Gudang beras Bulog merupakan salah satu tempat penyimpanan beras pemerintah kota, terletak di wilayah masing-masing Kecamatan Kota Semarang. Salah satu  Gudang Bulog yang berada di jalan raya Randugarut No. 445 Gudang Bulog 106 Randugarut I, yang mempunyai 50 pekerja bagian kuli angkut. Pekerja angkut beras menggangkut beras dengan frekuensi angkut melebihi batas angkut maksimum dengan berat beban sebanyak 4 sak 80 kg sehingga keadaan tersebut merupakan  faktor  risiko  penyebab  terjadinya  nyeri  pinggang,  karena  dengan posisi tulang belakang lumbar yang melengkung didahului oleh riwayat angkat berat beban dan mengangkut barang sambil membungkuk dapat menimbulkan terjadinya nyeri pinggang. (Handrawan Nadesul, 2002 : 94).

Menurut survei awal yang dilakukan oleh peneliti bulan Juni tahun 2006 terhadap 50 Pekerja pengangkut beras di Gudang Beras Bulog Semarang didapatkan bahwa semua tenaga kerja dalam melakukan aktivitas angkut dengan frekuensi angkut melebihi batas maksimum dengan berat beban 4 sak 80 kg sehingga 35% pekerja mengaku mengeluh terkena nyeri pinggang sedangkan 15% pekerja tidak  mengeluh terkena nyeri pinggang.  Beberapa faktor yang menyebabkan nyeri    pinggang Lingkungan,  umur, kelelahan dan  riwayat sebelumnya. (Robert Prihardjo, 1993 : 38)

Berdasarkan kenyataan tersebut peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian terhadap  “HUBUNGAN  KARAKTERISTIK  INDIVIDU  DAN FREKUENSI ANGKUT TERHADAP TERJADINYA NYERI PINGGANG PADA  PEKERJA  PENGANGKUT   BERAS  GUDANG  BULOG 106 RANDUGARUT I SEMARANG”.

1.2 Rumusan Masalah

Dari permasalahan yang ada maka dapat dibuat rumusan masalah dalam penelitian  ini  adalah  Adakah  hubungan  karakteristik  individu  dan  frekuensi angkut terhadap  terjadinya  Nyeri  Pinggang  pada  Pekerja  Pengangkut  Beras Gudang Bulog 106 Randugarut I Semarang?

Skripsi Daftar Pustaka

Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk softcopy (Msword) langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509

 
atau bisa telepon langsung.

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Related Articles: