BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi akuntansi. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1 (IAI, 2002) menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi posisi keuangan, kinerja, dan arus kas perusahaan. Informasi tersebut bermanfaat untuk pembuatan keputusan ekonomi serta sebagai alat pertanggungjawaban manajemen.

Dalam rangka memahami informasi akuntansi yang relevan dengan tujuan dan kepentingan pemakai laporan keuangan, diperlukan seperangkat teknik analisis laporan keuangan. Zainuddin dan Hartono (1999) menyatakan bahwa analisis laporan keuangan meliputi perhitungan dan interpretasi rasio keuangan. Analisis rasio keuangan merupakan suatu instrumen analisis untuk menjelaskan berbagai hubungan dan indikator keuangan dalam menunjukkan perubahan kondisi keuangan atau operasi masa lalu yang dinyatakan dalam artian relatif ataupun absolut.

Analisis rasio keuangan diharapkan dapat menjelaskan fenomena-fenomena akuntansi yang terus berkembang. Perkembangan akuntansi mendorong dilakukannya beberapa studi yang meneliti kegunaan rasio keuangan secara objektif. Beberapa studi yang telah dilakukan adalah studi yang menguji kegunaan rasio keuangan untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan (Winakor dan Smith, 1930; Altman, 1968; Dambolena dan Khoury, 1980; Whittred dan Zimmer, 1984; Houghton, 1984; Robertson, 1985; Thomson, 1991), memprediksi keuntungan saham (O’Conner, 1973; Ou dan Penman, 1989; Barlev dan Livnat, 1990), memprediksi bond rating (Pinches dkk, 1973; Lee dkk, 1982), menggolongkan perusahaan merger (Simkowitz dan Monroe, 1971; Rege, 1984), serta memprediksi perubahan dan pertumbuhan laba (Freeman dkk, 1982; Ou, 1990; Penman, 1992; Machfoedz, 1994; Zainuddin dan Hartono, 1999; Warsidi, 1999; Suhardito dkk, 1999).

Berbagai penelitian tersebut menunjukkan hasil yang berbeda. Beberapa di antaranya bahkan kontradiktif terhadap yang lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan pengujian lebih lanjut temuan-temuan empiris mengenai rasio keuangan, terutama yang berkaitan dengan kegunaannya dalam memprediksi perubahan laba di masa yang akan datang.

Didasarkan pada prinsip ketidakpastian, kinerja perusahaan khususnya dalam bidang keuangan tidak dapat diketahui secara pasti. Suhardito, dkk (1999) menyatakan bahwa banyak penekanan atas prestasi masa lalu dan masa kini sebagai indikator untuk masa depan, dan salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah analisa rasio keuangan untuk memprediksi suatu perusahaan menuju kegagalan atau kesuksesan bisnis.

Suatu perusahaan dapat dikatakan mencapai kesuksesan, salah satu indikatornya jika bisa menghasilkan laba bagi pemiliknya. Laba merupakan salah satu parameter kinerja perusahaan. Parawiyati, dkk (2000) menyatakan bahwa laba memiliki potensi informasi yang sangat penting bagi pihak intern maupun ekstern perusahaan. Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba masa depan diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumber daya ekonomi masa depan, serta bermanfaat untuk memprediksi kapasitas perusahaan dalam menghasilkan arus kas dari penggunaan sumber daya yang ada.

Para investor dan kreditor memerlukan prediksi perubahan laba masa depan sebagai pertimbangan dalam menentukan keputusan investasinya. Analisis rasio dapat digunakan untuk membimbing investor dan kreditor untuk membuat keputusan tersebut. Melalui analisis rasio keuangan diharapkan kinerja perusahaan khususnya laba dapat diprediksi, sehingga investor dan kreditor tidak melakukan investasi yang salah.

Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Warsidi (1999). Perbedaan penelitian ini dibandingkan dengan yang dilakukan Warsidi (1999) terletak pada periode prediksi penelitian ini meliputi tahun 2000-2004 dengan menggunakan perusahaan makanan dan minuman sebagai sampel penelitian., sedangkan Warsidi (1999) menggunakan periode penelitian 1994-1997 pada perusahaan manufaktur.

Pemilihan perusahaan makanan dan minuman sebagai sampel penelitian didasari oleh alasan produk perusahaan makanan dan minuman merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan di sektor non-migas. Kebutuhan masyarakat  akan produk makanan dan minuman akan selalu ada karena merupakan salah satu kebutuhan pokok. Didasarkan pada kenyataan tersebut, perusahaan makanan dan minuman dianggap akan terus survive.

Namun, seiring dengan keadaan perekonomian di Indonesia yang tidak menentu, daya beli masyarakat semakin menurun. Hal tersebut mempengaruhi kinerja perusahaan makanan dan minuman secara tidak langsung. Selain itu, naik turunnya kurs rupiah terhadap mata uang asing mempersulit keadaan perusahaan tersebut.

Asmara (2002) mengkalkulasi harga produk makanan dan minuman nasional lebih mahal dibanding produk impor bila dihitung dengan kurs di bawah Rp. 10.000,00. Keadaan tersebut diperparah dengan rendahnya tarif bea masuk untuk impor makanan olahan sekitar 5%, sedangkan impor bahan baku dikenakan tarif bea masuk 20%, padahal ketergantungan industri makanan dan minuman nasional terhadap impor bahan baku masih sangat tinggi. Naik-turunnya kurs dan tak menentunya keadaan ekonomi memaksa perusahaan untuk lebih keras mempertahankan kinerja perusahaan khususnya dalam menghasilkan laba, karena laba merupakan salah satu pertimbangan investor dan kreditor dalam menanamkan investasinya.

Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini berjudul MANFAAT  RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PERUBAHAN LABA MASA DEPAN: Studi pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta

1.2  Motivasi Penelitian

Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Warsidi (1999) yang mengevaluasi kegunaan rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba di masa yang akan datang pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ. Penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan pengujian ulang mengenai manfaat rasio keuangan yang berkaitan dengan kegunaannya dalam memprediksi perubahan laba di masa yang akan datang dengan terfokus pada perusahaan makanan dan minuman. Dengan menggunakan periode prediksi 2000 sampai dengan 2004, peneliti ingin menguji kemampuan rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba untuk satu tahun, dua tahun, tiga tahun, dan empat tahun ke depan, bertambah satu tahun dari prediksi penelitian sebelumnya.

1.3   Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

  1. Apakah rasio keuangan dapat digunakan sebagai prediktor perubahan laba perusahaan makanan dan minuman satu tahun yang akan datang?
  2. Apakah rasio keuangan dapat digunakan sebagai prediktor perubahan laba perusahaan makanan dan minuman dua tahun yang akan datang?
  3. Apakah rasio keuangan dapat digunakan sebagai prediktor perubahan laba perusahaan makanan dan minuman tiga tahun yang akan datang?
  4. Apakah rasio keuangan dapat digunakan sebagai prediktor perubahan laba perusahaan makanan dan minuman empat tahun yang akan datang?
  5. Apakah rasio keuangan yang dapat digunakan sebagai prediktor perubahan laba perusahaan makanan dan minuman berbeda untuk satu tahun, dua tahun, tiga tahun, dan empat tahun yang akan datang?

Skripsi Daftar Pustaka

Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk softcopy (Msword) langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509

 
atau bisa telepon langsung.

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Related Articles: