Skripsi Teknik Mesin on 28 Jun 2009 05:14 am
MEDIA PENGAPIAN SISTEM IIA
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ( IPTEK) terutama dalam bidang otomotif yang semakin pesat dan semakin besar telah mendorong perkembangan industri otomotif khususnya mobil. Usaha untuk penguasaan teknologi terus dikembangkan hal ini telah memicu pemerintah untuk terus mengembangkan dan memproduksi kendaraan khususnya mobil.
Mengingat peranan kendaraan yang cukup banyak dalam kehidupan, maka demi kelancaran proses kerja mobil tersebut harus dilakukan pemeliharaan, perawatan, dan perbaikan. Telah kita ketahui mesin terdiri dari komponen logam yang bergerak satu sama lain, diantaranya ada beberapa yang berhubungan langsung antara satu dengan yang lainnya.Salah satu Contohnya adalah system pengapian. tanpa adanya system pengapian mobil tidak mungkin berjalan.
Saat mesin mulai hidup busi tidak henti-hentinya memercikan bunga api. Setiap dua kali putaran mesin busi menyala satu kali, bayangkan jika mesin bekerja selama beberapa jam berapa banyak percikan busi yang dihasilkan. Maka dari itu system pengapian pada mesin harus dibuat secara kompak dan tahan lama.
Pada motor bensin campuran bahan bakar dan udara yang di kompresikan didalam silinder harus dibakar untuk menghasilkan tenaga. Jadi sistim pengapian berfungsi untuk membakar campuran udara dan bensin didalam ruang bakar pada akhir langkah kompresi. Sistim pengapian yang digunakan adalah sistim pengapian listrik, dimana untuk menghasilkan percikan api digunakan tegangan listrik sebagai pemercik api. Sebagian mobil telah dikembangkan sistem-sistem pengapian IIA, pada proyek akhir ini telah mengkaji sistem pengapian IIA.
Pentingnya sistim pengapian IIA yang sekarang digunakan dalam permobilan di Indonesia, dikarenakan sistim pengapian IIA memiliki keunggulan dimana percikan arus listrik yang sangat kuat untuk menhasilkan tegangan tinggi. Keunggulan lainnya pada putaran tinggi pengapianya stabil tidak naik turun. Pengapian sistim IIA tidak menggunakan platina karena sistim pengapian dengan platina pada putaran tinngi pengapiannya kurang maksimal, hal ini disebabkan karena besarnya arus listrik yang mengalir pada platina terbatas dan terjadinya loncatan bunga api pada platina. Platina sebagai switch/pemutus arus dan bekerja secara mekanis.
Untuk mengatasi hal tersebut, akhir-akhir ini banyak kendaraan menggunakan sistim pengapian IIA. Sistim pengapian elekronik bekerja tanpa sistim mekanis, sehingga mampu mengatasi gangguan-gangguan yang ditimbulkan oleh platina. Sebagai pengganti platina untuk menghubungkan dan memutus arus listrik pada ignition coil digunakan dalam rangkaian transistor yang mengambil alih tugas platina. Signal rotor berupa rotor yang terpasang pada poros distributor dan berputar sesuai denan putaran poros, rotor memiliki 4 buah kaki sesuai dengan jumlah silinder mesin, rotor berfungsi sebagai penghantar medan magnet permanen ke bracket pick up coil.
Dalam sistem IIA ini harga saat pengapian optimum disimpan dalam engine control computer untuk setiap kondisi mesin. Sistem ini bekerja mendeteksi kondisi mesin ( putaran mesin,aliran udara masuk, temperatur mesin dan lain-lain) berdasarkan signal dari setiap engine sensor. Dengan sistim ini dapat diwujudkan pengaturan yang lebih teliti berdasarkan kondisi kerja mesin dan ini tidak dapat di peroleh pada system non IIA yang hanya dapat mengatur putaran mesin dan manipold vacuum dengan menggunakan governor advancer yang terdapat dalam distributor.
Distributor adalah suatu alat mekanik yang berfungsi sebagai jembatan yang menyesuaikan antara kerja sistem pengapian dan putaran mesin, pada distributor terdapat kontak platina yang menyambungkan dan memutuskan arus listrik pada lilitan kawat primer didalam koil pengapian , juga pada disributor ini dilengkapi dengan rotor yang membagikan atau mengatur pembagian arus tegangan tinggi pada busi sesuai dengan pengapian mesin tersebut. Dalam sistem IIA ini harga saat pengapian optimum disimpan dalam engine control computer untuk setiap kondisi mesin. Sistem ini bekerja mendeteksi kondisi mesin ( putaran mesin,aliran udara masuk, temperatur mesin dan lain-lain) berdasarkan signal dari setiap engine sensor. Selanjutnya menentukan saat pengapian yang optimum sesuai dengan kondisi mesin dengan mengirim signal pemutusan arus primer ke igniter yang mengontrol saat pengapian.
B. PERMASALAHAN
Untuk mengkaji sistem pengapian IIA, penulis membuat sebuah media sistem pengapian IIA. Adapun yang akan di ungkap sebagai berikut :
- Komponen-komponen apa sajakah yang terdapat dalam system pengapian IIA?
- Bagaimana cara kerja system pengapian IIA?
- Bagaimana cara mengatasi gangguan pada system pengapian IIA?
![]() |
|
Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk softcopy (Msword) langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.
Cara pesan: Ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509
atau bisa telepon langsung.
Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!
