BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Kepariwisataan merupakan salah satu dari aktifitas manusia untuk memenuhi kebutuhannnya yaitu kebutuhan untuk memenuhi kesenangan hati, karena  kegiatannya   banyak  mendatangkan   keuntungan   pada  daerah  atau negara yang berusaha mengembangkan kegiatan pariwisata. Pengembangan obyek wisata pada suatu daerah atau negara sangat tergantung pada produk industri  dari pariwisata  tersebut  yang  meliputi  daya tarik  wisata,  prasarana obyek wisata, serta kemudahan perjalanan wisatanya.

Sejak awal dekade delapan puluhan wisatawan yang semula ingin memperoleh kesenangan di daerah tujuan wisata, telah bergeser untuk memperoleh pengalaman baru.  Wisatawan menghendaki  memperoleh berwisata  yang  berkualitas.  Adanya  keinginan  wisatawan  yang  umumnya berasal dari negara maju untuk memperoleh pengalaman baru, menyebabkan kontak lebih mendalam terhadap alam dan masyarakat sangat menguntungkan bagi negara-negara tropika termasuk Indonesia (Fandeli, C., 2002).

Indonesia telah menduduki peringkat ke delapan dari tingkat pertumbuhan  pariwisata  di  beberapa  negara  seperti  Afrika  Selatan,  China, Pulau Caribea, Canada, New Zeiand, dan lain-lain. Apabila dibandingkan kedudukan  Indonesia  dengan  negara-negara  Asia  Timur  dan  Asia  Pasifik Indonesia    menduduki    rangking ke tiga untuk tingkat pertumbuhan pariwisatanya (Fandeli C., 2002).

Pembagian  wilayah dalam pariwisata  tercerinin  dari adanya wilayah pengembangan wisata, daerah tujuan wisata dan satuan kawasan wisata. Berdasarkan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPPNAS) tahun 1997-.2018, Indonesia dibagi atas 6 wilayah pengembangan wisata. Dari wilayah pengembangan tersebut kemudian dibagi lagi menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang lebih kecil. DTW di Jawa Tengah dibagi menjadi 4 sub DTW yaitu sub DTW A, B, C dan D (Makalam Noviendi, 1996).

Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah  yang  termasuk  dalam  kawasan  wisata  sub  DTW  D  yang  terkenal dengan aset wisata alam, wisata budaya dan buatan manusia, salah satunya yaitu obyek wisata Dataran Tinggi Dieng.

Dataran Tinggi Dieng terletak disebelah timur laut kota Banjarnegara, kurang lebih 50 Km, merupakan daerah tujuan wisata nomor 2 di Jawa Tengah setelah Borobudur. Dataran Tinggi Dieng terletak tepat di perbatasan antara Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Wilayah terbesar Dataran Tinggi Dieng ada di   Kabupaten Banjarnegara, namun untuk menuju kesana paling mudah dicapai dari Kabupaten Wonosobo. Dataran Tinggi Dieng merupakan dataran yang paling tinggi di Jawa Tengah yaitu pada ketinggian 2.093 m diatas permukaan air laut dengan suhu siang hari 150  C dan 100  C pada malam hari.

Daya tarik dari Dataran Tinggi Dieng yang dapat di kunjungi  yaitu Komplek  Candi  Arjuna,  Candi  Gatotkaca,  Candi  Bima,  Candi  Dwarawati, Sumur Jalatunda, Museum Purbakala, Telaga Balekambang, Telaga Merdada, Kawah sikidang, Kawah Candradimuka, Kawah Sileri, dan Sumber Air Panas Bitingan. Disamping daya tarik yang diimiliki dari obyek wisata, diperlukan prasarana   pendukung   obyek   wisata   yang   dapat   memberikan   informasi mengenai jaringan jalan menuju obyek wisata, penginapan, restoran, jasa telekomunikasi (wartel), pelayanan kesehatan, bagaimana alat transportasi dan pelayanan  keamanannya  agar  dapat  lebih  menarik  minat  wisatawan  baik domestik maupun mancanegara.

Untuk memajukan industri pariwisata diperlukan informasi pariwisata yang memadai. Informasi tersebut dapat digunakan utnuk menentukan lokasi obyek wisata, dan lokasi prasarana wisata. Letak suatu obyek dapat diketahui menggunakan GPS (Global Possitioning Systems), dari data GPS dapat diolah menggunakan   Sistem   Informasi   Geografis   (SIG),   sehingga   data   yang dihasilkan  menjadi  lebih  tepat  dan  menarik.  Dengan  alasan  ini  maka  pada Tugas  Akhir  ini  akan  mengambil  ”Penentuan  Posisi  Obyek  Wisata  dan Prasarana Wisata Dataran Tinggi Dieng Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara Menggunakan GPS berbasis sistem Informasi Geografis”.

B.  Perumusan Masalah

Menurut  UU No. 9 Tahun  1990 tentang  Kepariwisataan  disebutkan bahwa  untuk  menjadikan   suatu  obyek  wisata  diininati  wisatawan  untuk berkunjung ke  tempat wisata harus memiliki daya tarik tersendiri. Kepariwisataan akan berkembang jika didukung oleh kemampuan untuk menyediakan berbagai prasarana, pelayanan serta kemampuan maka berbagai macam pengembangan pariwisata dapat diusahakan (Pambudi Prio, 2002). Hal tersebut   dapat   dicapai   jika  letak   obyek  wisata  dapat diketahui. Untuk mengetahui letak obyek, diperlukan suatu cara agar obyek wisata mudah diketahui oleh wisatawan. Dari uraian tersebut maka permasalahan yang ada dalam Tugas Akhir ini antara lain:

  1. Dimana posisi obyek wisata dan prasarana obyek wisata Dataran Tinggi Dieng.
  2. Prasarana  apa  saja  yang  mendukung  daya  tarik  obyek  wisata Dataran Tinggi dieng.
  3. Obyek wisata apa saja yang ada di Dataran Tinggi Dieng.

Skripsi Daftar Pustaka

Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk softcopy (Msword) langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509

 
atau bisa telepon langsung.

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Related Articles: