BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam era pembangunan dewasa ini mengalami perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang cukup pesat, menyebabkan manusia cenderung untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Salah satunya adalah pemenuhan akan kebutuhan sandang, karena pada hakekatnya kebutuhan sandang merupakan kebutuhan utama bagi setiap orang. Sehingga dalam kondisi seperti ini menjadi peluang bagi pengusaha pedagang eceran untuk menyediakan kebutuhan konsumen akan suatu tempat membeli barang atau toko yang layak. Salah satu bentuk usaha eceran adalah swalayan. Di Indonesia akhir-akhir ini pasar swalayan berkembang sangat pesat. Swalayan berarti pembeli menjalankan sendiri proses pencarian produk yang akan dibelinya, menemukan, lalu membandingkan dan memilih yang sesuai dengan kebutuhan (Gitosudarmo, 2001:266). Swalayan ini umumnya berbentuk bangunan megah dimana berkumpul retailer segala macam komoditas mulai makanan, alat rumah tangga, tekstil dan garmen.

Dengan banyaknya perusahaan yang bergerak dibidang retail di Kota Malang yang terus meningkat menyebabkan tingkat persaingan dibidang bisnis retail yang ada semakin ketat sehingga menuntut pihak pengusaha untuk menyusun kebijakan dalam rangka menghadapi persaingan yang ada. Salah satu usaha untuk menghadapi persaingan tersebut adalah perusahaan tersebut harus lebih efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang tepat. Dalam hal ini perusahaan harus benar-benar efektif dan tepat dalam menerapkan strategi bauran pemasaran. Semua aspek bauran pemasaran merupakan suatu mata rantai yang tidak dapat terpisahkan dan saling mempengaruhi. Empat aspek bauran pemasaran berupa harga, produksi, promosi, dan saluran distribusi amat menentukan berhasil tidaknya perusahaan mencapai tujuan. Sebagai satu-satunya aspek pemasaran yang dikendalikan oleh perusahaan,aspek bauran pemasaran tersebut harus diformulasikan dan dikombinasikan seefektif mungkin,dimana kemudian strategi bauran pemasaran yang diterapkan oleh perusahaan direspon oleh konsumen.

Untuk memahami kebutuhan konsumen bukanlah pekerjaan mudah dan sederhana, tetapi bukan suatu yang mustahil untuk dilakukan. Menganalisis perilaku konsumen akan lebih mendalam dan berhasil apabila perusahaan memahami aspek-aspek psikologis manusia secara keseluruhan, kekuatan faktor sosial dan budaya serta prinsip-prinsip ekonomis dan strategi pemasaran. Kemampuan dalam menganalisis perilaku konsumen berarti keberhasilan dalam menyelami jiwa konsumen dalam memenuhi kebutuhannya. Dengan demikian berarti pula keberhasilan pengusaha, ahli pemasaran, pimpinan toko, dan pramuniaga dalam memasarkan suatu produk yang membawa kepuasan konsumen (Mangkunegara, 2002:1).

Beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh pihak manajemen untuk mengetahui secara mendalam keinginan dan kebutuhan konsumen adalah dengan melacak dan menelusuri sikap-sikap konsumen dalam bentuk perilaku konsumen. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam menentukan pilihan produk yang akan dibeli dan dikonsumsi, sehingga perusahaan dapat mengetahui perilaku konsumen yang merupakan cerminan alasan seorang konsumen membeli suatu produk.

Sebagai kota pendidikan, Malang merupakan pasar yang cukup potensial bagi pengusaha retail dalam mengembangkan usahanya, pertimbangan tersebut didasarkan banyak warga masyarakat dari luar kota untuk menuntut ilmu di Kota Malang dan sebagai salah satu pusat perbelanjaan, Darmo Factory Outlet hadir untuk menambah banyak pilihan bagi konsumen menentukan keputusan pembelian produk yang disediakan oleh banyak pengusaha retail di dalamnya. Dari segi lokasi, Darmo Factory Outlet sangatlah strategis karena berada di pusat perbelanjaan. Hal ini menunjukkan bahwa Darmo Factory Outlet memiliki kiat-kiat tersendiri dalam melakukan kompetisi dengan Factory Outlet lainnya, dimana Darmo merupakan Factory Outlet pertama kali berdiri di kota Malang .

Sebagaimana telah disinggung pada awal bab, bahwa perusahaan yang mampu bertahan pada era globalisasi ini adalah perusahaan yang bisa mengetahui seberapa besar pengaruh dari masing-masing alat bauran pemasaran yang dilakukan agar dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Dengan mengetahui besarnya pengaruh tersebut, maka perusahaan akan lebih mudah untuk menentukan alat-alat bauran pemasaran yang tepat dan sesuai dengan kondisi, kemampuan serta keadaan yang sedang dihadapi.

Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan diatas, maka penulis mencoba mengambil permasalahan dengan judul : “Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian  Konsumen Pada Darmo Factory Outlet Malang.”

1.2. Perumuan Masalah

1.  Faktor bauran pemasaran manakah yang mempengaruhi keputusan. konsumen secara bersama-sama maupun secara parsial dalam berbelanja di Darmo Factory Outlet.

2. Variabel bauran pemasaran manakah yang berpengaruh paling dominant terhadap keputusan konsumen dalam berbelanja di Darmo Factory Outlet.

Skripsi Daftar Pustaka

Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk softcopy (Msword) langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509

 
atau bisa telepon langsung.

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Related Articles: