BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Pemain saham atau investor perlu memiliki sejumlah informasi yang berkaitan dengan dinamika harga saham agar bisa mengambil keputusan tentang saham perusahaan yang layak untuk dipilih. Cates (1998:59-62) dalam Mulyono (2000:99) melihat perlunya informasi yang sahih tentang kinerja keuangan perusahaan, manajemen perusahaan, kondisi ekonomi makro, dan informasi relevan lainnya untuk menilai saham secara akurat. Studi Utami & Suharmadi (1998:255-268) menunjukkan bahwa faktor fundamental perusahaan memegang peranan penting dalam proses pengambilan keputusan.

Penilaian saham secara akurat bisa meminimalkan risiko sekaligus mambantu investor mendapatkan keuntungan wajar; mengingat investasi saham di pasar modal merupakan jenis investasi yang cukup berisiko meskipun menjanjikan keuntungan yang relatif besar (Widoatmodjo,1996:84).

Investasi di pasar modal sekurang-kurangnya perlu memperhatikan dua hal, yaitu: keuntungan yang diharapkan dan risiko yang mungkin terjadi. Ini berarti investasi dalam bentuk saham menjanjikan keuntungan sekaligus risiko. Kelaziman yang sering dijumpai adalah bahwa semakin besar return yang diharapkan (expected), semakin besar pula peluang risiko yang terjadi. Bolten & Weigand (1998:77-84) dalam Mulyono (2000:100) mengatakan bahwa ekspektasi untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar di masa mendatang berpengaruh positif terhadap harga saham.

Variasi harga saham ditentukan oleh banyak faktor, baik yang berasal dari lingkungan eksternal maupun internal perusahaan. Menurut Sjahrir (1996:18), pergerakan saham di pasar modal Indonesia tergantung pada perkembangan ekonomi makro dan stabilitas politik. Sedangkan Usman (1990:154-155) mengamati bahwa harga saham-sebagai indikator nilai akan dipengaruhi secara langsung maupun tidak langsung oleh faktor fundamental dan faktor teknikal. Analisis dari Fischer & Jordan (1995:538) dalam Mulyono (2000:101) dan Bolten & Weigand (1998:77-84) dalam Mulyono (2000:101) menunjukkan bahwa harga saham erat dengan, antara lain, faktor laba dan tingkat bunga. Vinocur (1998:53) dalam Mulyono (2000:101) mengatakan bahwa tingkat bunga berpengaruh terhadap harga saham. Bagi Shilling (1998:276) dan Anand (1998:38-42) dalam Mulyono (2000:100) kondisi pasar terkait erat dengan fluktuasi tingkat bunga. Studi dari Purnomo (1998:33-38) dalam Mulyono (2000:100) sampai pada suatu kesimpulan bahwa Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham.

Investor saham mempunyai kepentingan terhadap informasi tertentu tentang EPS dan tingkat bunga dalam penentuan harga saham. Karena itu dirasa perlu untuk mengkaji pengaruh Earning Per Share (EPS) dan tingkat bunga terhadap harga saham, mengingat pasar modal Indonesia semakin menuju ke arah yang efisien sehingga semua informasi yang relevan bisa dipakai sebagai masukan untuk menilai harga saham (Husnan, 1996:256). Sebab, variasi harga saham dipengaruhi kedua faktor tersebut.

1.2 Masalah Penelitian

  1. Apakah Earning Per Share (EPS) dan tingkat bunga (interest rate) secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh nyata (signifikan) terhadap harga saham perusahaan Food and Beverage yang go public di Bursa Efek Jakarta (BEJ) ?
  2. Dari kedua faktor yang diteliti, faktor manakah yang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham perusahaan Food and Beverage yang go public di Bursa Efek Jakarta (BEJ) ?

Skripsi Daftar Pustaka

Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk softcopy (Msword) langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509

 
atau bisa telepon langsung.

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Related Articles: