BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Globalisasi dan perubahan-perubahan ekonomi membawa dampak yang cukup besar bagi industri perdagangan, manufaktur maupun jasa. Persaingan baik domestik maupun internasional yang semakin ketat menyebabkan organisasi dituntut mempunyai keunggulan produk, jasa, biaya dan sumber daya manusia untuk bertahan dan mencapai sukses.

Sumber daya manusia mempunyai peranan penting untuk mewujudkan hal tersebut. Hasibuan (2000:12) mengemukakan bahwa manusia selalu berperan aktif dalam setiap kegiatan organisasi yaitu sebagai perencana, pelaku dan penentu terwujudnya tujuan organisasi, sehingga menjadikan manusia sebagai aset yang harus ditingkatkan efisiensi dan produktivitasnya. Bila karyawan memiliki produktivitas dan motivasi kerja yang tinggi, maka laju roda perusahaan pun akan berjalan kencang, yang akhirnya akan menghasilkan kinerja dan pencapaian yang baik bagi perusahaan. Di sisi lain, bagaimana mungkin roda perusahaan berjalan baik, bila karyawannya bekerja tidak produktif, artinya karyawan tidak memiliki semangat kerja yang tinggi, tidak ulet dalam bekerja dan memiliki moral yang rendah.

Adalah menjadi tugas manajemen agar karyawan memiliki semangat kerja dan moral yang tinggi serta ulet dalam bekerja. Biasanya karyawan yang puas dengan apa yang diperolehnya dari perusahaan akan memberikan lebih dari apa yang diharapkan dan ia akan terus berusaha memperbaiki kinerjanya. Sebaliknya karyawan yang kepuasan kerjanya rendah, cenderung melihat pekerjaan sebagai hal yang menjemukan dan membosankan, sehingga ia bekerja dengan terpaksa dan asal-asalan. Untuk itu merupakan keharusan bagi perusahaan untuk mengenali faktor-faktor apa saja yang membuat karyawan puas bekerja di perusahaan. Dengan tercapainya kepuasan kerja karyawan, produktivitas pun akan meningkat.

Banyak perusahaan berkeyakinan bahwa kompensasi merupakan faktor utama yang mempengaruhi kepuasan karyawan. Sehingga ketika perusahaan merasa sudah memberikan gaji yang cukup, ia merasa bahwa karyawannya sudah puas. Sebenarnya kepuasan kerja karyawan tidak mutlak dipengaruhi oleh kompensasi semata. Banyak faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan, diantaranya adalah kesesuaian pekerjaan, kebijaksanaan organisasi termasuk kesempatan untuk berkembang, lingkungan kerja dan perilaku atasan.

Byars dan Rue dalam Agustina (2002:4) menyatakan bahwa faktor- faktor kepuasan kerja dapat mempengaruhi komitmen karyawan pada organisasi. Selanjutnya menurut Hodge dan Anthoni dalam Poerwati et.al. (2002:2) komitmen merupakan suatu kondisi dimana anggota organisasi memberikan kemampuan dan kesetiaannya pada organisasi dalam mencapai tujuannya sebagai imbalan atas kepuasan yang diperolehnya. Kepuasan kerja nampak dalam sikap positif karyawan terhadap pekerjaannya dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan kerjanya. Sebaliknya karyawan yang tidak terpuaskan oleh faktor­faktor yang berkaitan dengan pekerjaan nampak memiliki sikap negatif yang mencerminkan kurangnya komitmen mereka terhadap perusahaan seperti sering mangkir, produktivitasnya rendah, perpindahan karyawan, tingginya tingkat kerusakan, timbulnya kegelisahan serta terjadinya tuntutan-tuntutan yang berakhir dengan mogok kerja.

Oleh sebab itu penting bagi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan karyawan demi tercapai kepuasan, sehingga nantinya akan membentuk komitmen dari karyawan tersebut terhadap perusahaan tempat ia bernaung. Jika perusahaan telah mendapatkan komitmen karyawannya, berarti perusahaan telah mendapatkan karyawan yang setia, berusaha keras untuk mencapai tujuan perusahaan dan percaya pada nilai-nilai perusahaan. Rao (1996:15) mengemukakan bahwa kekuatan organisasi adalah pada orang-orangnya. Selanjutnya Griffin dan Ebert dalam Poerwati et.al. (2002:2) menemukan bahwa karyawan yang puas lebih berkomitmen dan setia karena secara psikis mereka merasa lebih diperhatikan oleh perusahaan. Apabila orang-orang itu diperhatikan secara tepat dengan menghargai mereka, mengembangkan kemampuan mereka, organisasi akan menjadi dinamis dan berkembang.

Perum Jasa Tirta I sebagai salah satu BUMN yang mempunyai tanggung jawab dalam pengelolaan air dan sumber-sumber air di Jawa Timur dan Jawa Tengah, dituntut untuk meningkatkan kinerjanya dengan dukungan karyawan yang profesional dan berkomitmen pada organisasi. Memberikan perhatian pada karyawannya merupakan salah satu upaya untuk peningkatan kualitas kerja yang berpengaruh pada pemberian pelayanan kepada konsumen. Untuk itu maka upaya­upaya meningkatkan komitmen karyawan melalui pemenuhan kepuasan kerja karyawan yang efektif merupakan hal penting untuk diperhatikan.

Bertitik tolak pada uraian diatas dapatlah diangkat permasalahan sebagai berikut :

“Pengaruh Kepuasan Kerja Karyawan Terhadap Komitmen Pada Organisasi (Studi Kasus Pada Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I Malang)”.

I.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka dapatlah dibuat perumusan masalah sebagai berikut :

  1. Apakah kepuasan kerja karyawan (X) berpengaruh signifikan secara simultan (serentak) terhadap komitmen karyawan (Y) pada Perum Jasa Tirta I?
  2. Apakah kepuasan kerja karyawan (X) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap komitmen karyawan (Y) pada Perum Jasa Tirta I?
  3. Variabel manakah yang dominan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan (X) terhadap komitmen karyawan (Y) pada Perum Jasa Tirta I?

Skripsi Daftar Pustaka

Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk softcopy (Msword) langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509

 
atau bisa telepon langsung.

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Related Articles: