BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Alasan Pemilihan Judul

Olahraga ialah suatu aktifitas yang banyak dilakukan oleh masyarakat, keberadaannya sekarang ini tidak lagi dipandang sebelah mata tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Sebab olahraga dewasa ini sudah tren di masyarakat baik orang tua, remaja maupun anak-anak. Karena olahraga ini mempunyai makna tidak hanya untuk kesehatan, tetapi lebih dari itu ialah juga sebagai sarana pendidikan bahkan prestasi. Sebagai contoh salah satu cabang olah raga  ialah  cabang  bulu  tangkis.  Melalui kegiatan  bulu  tangkis  ini  para  remaja banyak menuai manfaat, baik dalam pertumbuhan fisik, mental  maupun sosial.

Permainan bulutangkis sendiri mengalami perkembangan yang pesat, ini terbukti dengan prestasi yang tinggi untuk tingkat dunia dan banyaknya klub-klub bulutangkis yang ada sekarang ini. Dimana permainan bulutangkis berkembang disekolah-sekolah, terutama pada SLTA, dan bulutangkis merupakan salah-satu cabang olahraga permainan yang masuk dalam kurikulum pendidikan sebagai olah raga yang wajib diajarkan dan terprogram dalam Garis–garis Besar Program Pengajaran (GBPP), keberadaannya secara tidak langsung ikut serta dalam upaya mewujudkan pembangunan nasional yaitu pembangunan manusia yang berkualitas baik fisik maupun mental (Depdiknas , 1998 : 1).

Sebagai olahraga yang dipertandingkan dalam berbagai pesta olahraga seperti PON, SEA Games, Asian Games dan Olympiade permainan bulutangkis semakin populer dan berkembang pesat apalagi bulutangkis  ini dapat dilaksanakan di lapangan terbuka maupun dalam lapangan tertutup.

Ternyata bahwa bulutangkis pada masa sekarang ini bukan hanya sebagai olahraga rekreasi melainkan telah menjadi olahraga prestasi, maka tidak heran apabila dalam permainan bulutangkis para pemain dituntut prestasi setinggi- tingginya.

Adanya tuntutan prestasi yang tinggi, maka perlu dilakukan latihan yang lebih  efektif  dan  efisien,  terutama  dalam  metode  latihan,  sehingga  penguasaan teknik dasar dapat dikuasai dengan sempurna. Penguasaan teknik dasar merupakan suatu  yang perlu dikembangkan untuk  prestasi permainan.  Teknik  dasar bulutangkis harus betul-betul dipelajari terlebih dahulu, guna dikembangkan mutu prestasi bulutangkis sebab menang  atau kalahnya seorang pemain di dalam suatu pertandingan salah satunya ditentukan oleh penguasaan teknik dasar permainan bulutangkis. Teknik dasar yang wajib dikuasai oleh seorang pemain bulutangkis adalah : 1) Cara memegang raket, b) Pengaturan gerakan kaki, c) Penguasaan pukulan, d) Type permainan ( M. Anwari, 1987 : 1 ).

Permainan bulutangkis mula-mula mengunakan skor 15, artinya, siapa yang lebih dahulu mancapai angka 15 dinyatakan memang untuk set tersebut. Permainan dilakukan dalam dua set, apabila masing-masing pemain memenangkan satu dari dua set yang dimainkan maka ada game tambahan yang dalam bulutangkis biasa dsebut rubber se ( Tony Grice, 2004 : 4 ).

Perkembangan   selanjutnya   peraturan   permainan   bulutangkis   berubah. Pernah dicoba dengan skor 7 artinya game hanya sampai pada angka 7, kemudian pada tanggal 1 Februari 2006 ditetapkan peraturan baru lagi ialah skor 21 artinya game selesai pada angka 21. Sistem untuk mendapatkan angka juga dirubah bila pada game 15 dulu setiap bola mati  tidak mendapatkan nilai tetapi menunggu bila pemegang servis yang dapat mematikan lawan baru mendapatkan nilai,pada sistem game 21 diberlakukan sisten rally point. Artinya siapa yang bisa mematikan permainan lawan langsung mendapat nilai ( Bola, 2006 ).

Dalam melakukan olahraga bulutangkis akan   melibatkan   berbagai kemampuan organ tubuh yaitu jantung, peredaran darah, dan pernapasan. Jantung memiliki peranan yang sangat penting yaitu mensuplai darah keseluruh tubuh. Sirkulasi darah akan meningkat selama olahraga berlangsung dan ini adalah untuk metabolisme tubuh. Peredaran darah berperan penting untuk menyediakan O2 melalui paru-paru. Jadi kapasitas vital paru ini berperan dalam menentukan kemampuan seseorang dalam melakukan kegiatan jasmani, sedangkan VO2  Maks adalah tempo tercepat dimana seseorang dapat menggunakan oksigen selama berolahraga. VO2 Maks ini disebut tenaga aerobik maksimal yang menunjang seseorang dalam melakukan aktivitas jasmaninya ( Guyton, 1983 : 7 ) .

Kebugaran aerobik berarti “daya tahan” atau “stamina” yang menggambarkan kemampuan fisiknya, bagian yang diwarisi, dan bagian yang dilatih, untuk mempertahankan usaha yang keras dan lama. Orang yang mengejar kebugaran mendapatkan lebih banyak dari sekedar kesehatan yang meningkat dan prestasi. Kebugaran aerobik didefinisikan sebagai kapasitas maksimal untuk menghirup,   menyalurkan,   dan   menggunakan   oksigen,   dalam   pengukurannya disebut maksimal pemasukan oksigen atau VO2 Maks ( Sharkey, 2003:72-74).

Latihan yang dilakukan sejak masa kanak-kanak atau   pada   masa pertumbuhan akan memberi peningkatan kapasitas maksimal paru ialah dalam pengambilan oksigen maksimum (VO2 Max) menjadi lebih besar. Anak-anak yang terlatih olahraga secara teratur dan terus menerus, terutama olahraga aerobik akan berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan transport oksigen dan akan meningkatkan VO2 Maks 10% sampai 20%. Bentuk olahraga yang dapat meningkatkan kapasitas transport oksigen antara lain : lari, renang, bersepeda, sepakbola termasuk bulutangkis dan sejenisnya  ( Sharkey, 2003: 68 ).

Adaptasi peredaran darah pada anak adolesensi sangat efektif, karena pada masa ini perkembangan sangat ditentukan pada dimensi-dimensi sistem peredaran darah dan pernapasan. Dengan demikian kegiatan olahraga yang dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar latihan akan dapat menurunkan jumlah denyut jantung pada kegiatan fisik submaksimal. Denyut jantung maksimal sebenarnya tidak jauh berbeda antara anak terlatih dengan anak yang tidak atau kurang terlatih, yang membedakan kedua kategori anak tersebut adalah volume pemompaan jantung, mereka yang terlatih memiliki volume yang lebih besar dibandingkan dengan yang tidak terlatih. (Sugiyanto, 1991:162). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernapasan mempunyai peranan yang sangat penting disamping daya jantung dan peredaran darah dalam pencapaian kebugaran aerobik.

PB Pendowo adalah salah satu perkumpulan bulutangkis yang ada di kota Semarang yang mempunyai prestasi yang dinilai cukup baik dibanding klub-klub lain yang ada di Semarang. Hal ini terbukti pada setiap pertadingan yang ada di lingkungan Semarang dimana atletnya selalu ada yang menjadi juara. Saat ini PB Pendowo mengalami suatu peningkatan,  baik kualitas maupun kuantitasnya. Untuk itu perlu pembinaan khusus untuk meningkatkan prestasi atlet-atletnya.

Dalam cabang olahraga bulutangkis pemain harus mengatur tenaga aerobik maksimal yang ada pada dirinya. Tenaga aerobik maksimal ataupun yang lebih dikenal dengan VO2  Maks adalah penggunaan oksigen maksimal, adalah tempo tercepat di mana seseorang dapat menggunakan oksigen selama olahraga.

Berdasarkan beberapa pengertian di muka maka dalam penelitian ini penulis mencoba menyusun penelitian dengan judul “Pengaruh Latihan Bulutangkis Menggunakan Game Skor 15 dan Game Skor 21 terhadap Peningkatan VO2  maks pada Pemain Putra di PB. Pendowo Semarang Tahun 2006”.

Kecuali alasan seperti tersebut di muka penyusunan penelitian ini juga didukung faktor-faktor seperti berikut :

1.1.1 Dalam permainan bulutangkis atlet pasti menggunakan oksigen maksimal dalam tempo tercepat atau VO2 Maks .

1.1.2 Kedua jenis latihan menggunakan permainan game skor 15 dan game skor 21 dapat meningkatkan VO2 Maks sehingga atlet akan berprestasi.

1.1.3 Sepengetahuan penulis, judul tersebut belum pernah diteliti di UNNES.

1.2 Permasalahan

Berdasarkan uraian pada latar belakang dan alasan memilih judul tersebut, maka permasalahan penelitian yang dimunculkan dan dikemas dalam sebuah pertanyaan sebagai berikut :

1.2.1    Apakah ada pengaruh latihan bulutangkis menggunakan game skor 15 terhadap peningkatan VO2  maks pada pemain putera di PB. Pendowo Semarang Tahun 2006 ?

1.2.2    Apakah ada pengaruh latihan bulutangkis menggunakan game skor 21 terhadap peningkatan VO2  maks pada pemain putera di PB. Pendowo Semarang Tahun 2006 ?

1.2.3    Apakah ada perbedaan pengaruh latihan bulutangkis antara menggunakan game skor 15 dan game skor 21 terhadap peningkatan VO2 maks pada pemain putera di PB. Pendowo Semarang Tahun 2006 ?

1.2.4    Manakah yang lebih baik pengaruhnya Latihan bulutangkis antara menggunakan game skor 15 atau game skor 21 terhadap peningkatan VO2  maks pada pemain putera di PB. Pendowo Semarang Tahun 2006 ?

Skripsi Daftar Pustaka

Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk softcopy (Msword) langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509

 
atau bisa telepon langsung.

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Related Articles: