BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pasar modal merupakan salah satu lembaga yang memiliki peran yang sangat penting bagi suatu negara. Salah satu fungsi utama pasar modal adalah sebagai sarana untuk memobilisasi dana yang bersumber dari masyarakat ke berbagai sektor yang melaksanakan investasi. Syarat utama yang diinginkan oleh para investor untuk bersedia menyalurkan dananya melalui pasar modal adalah perasaan aman akan investasinya. Mengingat akan pentingnya pasar modal, maka di Indonesia mulai memberi kesempatan bagi pihak swasta untuk mendirikan bursa efek dan bursa paralel di daerah-daerah. Dengan demikian, unsur-unsur pemerataan semakin tampak terutama bagi tumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru.

Pertumbuhan pasar modal di Indonesia dapat dibuktikan dengan terus meningkatnya jumlah emiten yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Pada tahun 1985 sampai dengan 1988 jumlah emiten yang terdaftar hanya 24 perusahaan. Akan tetapi, setelah tahun 1988 dengan dikeluarkannya paket-paket deregulasi oleh pemerintah, jumlah emiten yang terdaftar semakin meningkat. Pada awal  1990-an jumlah emiten yang terdaftar sebanyak 122 perusahaan dan terus meningkat sampai tahun 2007 dengan jumlah emiten sebanyak 346 perusahaan.

Dengan semakin meningkatnya perkembangan pasar modal, Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) mewajibkan emiten untuk menyampaikan laporan tahunannya agar terdapat transparansi dalam pengungkapan berbagai informasi yang berhubungan dengan kinerja melalui Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep. 38/PM/1996 tentang Laporan Tahunan. Akibat dari dikeluarkannya keputusan ini, maka para emiten secara periodik harus melaporkan hasil keuangannya kepada masyarakat dengan harapan harga saham akan bereaksi terhadap informasi yang dipublikasikan sehingga akan tercapai pasar perdagangan efek yang likuid, efisien, fair, dan transparan. Hal ini dapat tercapai apabila didukung oleh penyempurnaan peraturan yang berlaku, sistem perdagangan yang efisien, kliring, dan settlement, arus informasi yang bebas dan akurat serta mutu pelayanan dan fasilitas yang memadai.

Investor memerlukan informasi dalam melakukan investasinya di pasar modal untuk mengurangi ketidakpastian investasi, memperkirakan aliran kasnya di masa yang akan datang, dan menentukan sekuritas apa yang harus dibeli dan dijual. Selain itu, informasi tersebut juga digunakan untuk menentukan portofolio dan sekuritas-sekuritas yang dianggapnya menguntungkan. Utami dan Suharmadi (1998) menyatakan bahwa salah satu sumber informasi yang dapat digunakan oleh investor adalah laporan keuangan. Dengan memanfaatkan laporan keuangan diharapkan investor dapat memprediksi jumlah, waktu, dan ketidakpastian (risiko) arus kas bersih perusahaan. Hal yang senada juga disampaikan oleh Hastuti dan Sudibyo (1998) yang juga mengungkapkan bahwa laporan keuangan sebagai hasil akhir dari proses akuntansi memang dirancang untuk menyediakan kebutuhan informasi bagi calon investor, kreditur, dan pemakai eksternal lainnya untuk pengambilan keputusan lainnya.

Laporan tahunan pada dasarnya merupakan sumber informasi bagi investor sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi dipasar modal dan juga sebagai sarana pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) setiap tahun mempublikasikan laporan keuangannya untuk menjelaskan dan memberikan informasi kepada stakeholder, khususnya investor, mengenai kinerja dan posisi keuangan perusahaan. Salah satu komponen dari laporan keuangan tersebut adalah laporan laba/rugi dan laporan arus kas yang juga dijadikan bahan pertimbangan oleh para investor dalam menginvestasikan dananya di BEJ.

Laporan arus kas bukan merupakan bagian dari laporan keuangan sebelum dikeluarkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2 yang menyatakan bahwa perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan (integral) dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian pelaporan keuangan. Sejak berlakunya PSAK No. 2 tahun 1994 ini laporan perubahan posisi keuangan tidak boleh lagi disajikan dalam bentuk laporan arus dana, akan tetapi harus berbentuk laporan arus kas yang dirinci ke dalam komponen-komponen arus kas dari aktivitas operasi, pendanaan, dan investasi. Hal ini disebabkan informasi arus kas historis lebih berguna untuk menunjukkan jumlah, waktu, dan kepastian arus kas masa depan. Selain itu, informasi arus kas historis juga bermanfaat dalam meneliti kecermatan prediksi arus kas masa depan.

Kurniawan dan  Nur Indriantoro (2000) menyatakan bahwa laporan arus kas sebagai bagian dari laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang juga mendapat perhatian investor. Laporan arus kas bertujuan untuk melaporkan penerimaan dan pengeluaran kas selama satu periode yang berasal dari aktivitas operasi, pendanaan, dan investasi. Dengan tersedianya informasi laporan laba dan laporan arus kas, maka stakeholder, terutama pihak investor dapat melakukan penilaian terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut.

Laporan laba rugi dan laporan arus kas mempunyai kandungan informasi dan selanjutnya dapat mempengaruhi pengambilan keputusan investor. Hal ini bisa diamati dari aktivitas yang terjadi di pasar modal yang tercermin dalam perubahan demand dan supply surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal. Informasi yang mempengaruhi gerak aktivitas pasar modal tidak hanya dipengaruhi oleh laporan keuangan, tetapi dapat juga dipicu oleh informasi eksternal, seperti: rumor, permintaan dan persediaan, kebijakan politik, tingkat suku bunga, tingkat inflasi, tingkat kurs valuta asing, dan kondisi perekonomian internasional.

Berdasarkan uraian di atas penulis termotivasi untuk melakukan penelitian mengenai kandungan informasi yang dibawa oleh laporan arus kas dan pengaruhnya terhadap volume perdagangan saham. Informasi laporan arus kas dianggap mempunyai kandungan informasi apabila laporan tersebut mampu mengubah keyakinan (belief) atau pengharapan yang menyebabkannya melakukan transaksi di pasar modal. Oleh karena itu penulis tertarik untuk membahasnya dalam skripsi yang berjudul “PENGARUH PUBLIKASI LAPORAN ARUS KAS TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA (Studi pada Perusahaan LQ-45 yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta)”.

1.2. Motivasi Penelitian

Studi mengenai kandungan informasi laba dan arus kas perusahaan publik dalam hubungannya dengan harga dan return saham telah banyak dilakukan. Wilson (1986) menguji kandungan informasi arus kas dan laba akrual dengan harga saham, yang hasilnya menunjukkan adanya kandungan informasi arus kas. Livnat dan Zarowin (2002) menguji tambahan kandungan informasi komponen arus kas, hasilnya menunjukkan komponen arus kas mempunyai tambahan kandungan informasi dibandingkan total arus kas dan laba akuntansi. Hastuti dan Sudibyo (1998) menguji pengaruh publikasi laporan arus kas terhadap volume perdagangan saham, yang hasilnya menunjukkan adanya perbedaan volume perdagangan saham sebelum dan setelah tanggal publikasi. Hasil studi tersebut beragam karena adanya perbedaan sifat variabel independen dan variabel dependen yang digunakan atau perbedaan dalam penggunaan metode statistik. Karena keragaman hasil tersebut, penelitian ini memandang perlu mencari bukti empiris apakah terdapat pengaruh publikasi laporan arus kas total terhadap Trading Volume Activity pada perusahaan LQ-45.

1.3. Perumusan dan Pembatasan Masalah

1.3.1. Perumusan Masalah

Seperti yang telah diungkapkan di atas bahwa informasi laporan arus kas merupakan salah satu sumber informasi yang dipertimbangkan oleh investor dalam melakukan investasinya di pasar modal. Informasi laporan arus kas dikatakan memiliki kandungan informasi apabila informasi tersebut mampu mengubah keyakinan (belief) atau pengharapan yang menyebabkannya melakukan transaksi di pasar modal. Ada tidaknya pengaruh akan dilihat dari perubahan volume pada hari-hari di seputar tanggal pengumuman. Apabila dengan dipublikasikan laporan arus kas hal tersebut menyebabkan para investor di pasar modal bereaksi untuk melakukan pembelian dan penjualan saham yang selanjutnya tercermin dalam perubahan volume perdagangan saham, berarti variabel-variabel akuntansi tersebut memiliki kandungan-kandungan informasi.

Berdasarkan uraian di atas, masalah yang akan diteliti dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut:

  1. Apakah publikasi laporan arus kas akan berpengaruh terhadap aktivitas volume perdagangan saham perusahaan LQ-45 yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta?
  2. Apakah informasi laporan arus kas mampu memberikan informasi yang relevan kepada investor dalam pengambilan keputusan investasi di pasar modal?

1.3.2. Pembatasan Masalah

Penelitian ini merupakan event study yang hanya mengamati pengaruh suatu peristiwa pada suatu periode tertentu. Untuk mengantisipasi agar penelitian ini tidak meluas sehingga mengakibatkan tujuan penelitian tidak tercapai, penulis hanya menitik beratkan pada :

  1. Reaksi pasar yang diteliti adalah volume perdagangan saham yang di perdagangkan di BEJ akibat pengumuman arus kas.
  2. Emiten yang dipilih adalah emiten yang termasuk dalam LQ-45 tahun 2003 dan 2004, serta telah menyertakan laporan arus kas dalam pelaporan keuangan tahun 2003 dan 2004. Periode volume perdagangan yang diamati adalah 3 hari disekitar publikasi laporan keuangan.
  3. Komponen laporan keuangan yang akan diteliti adalah arus kas total beserta komponennya.

Skripsi Daftar Pustaka


Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk softcopy (Msword) langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509

 
atau bisa telepon langsung.

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Related Articles: