BAB I

PENDAHULUAN

 

A.  Latar Belakang Masalah

Dewasa ini hampir setiap rumah memiliki televisi. Televisi digunakan orang untuk mendapatkan berita, hiburan dan pendidikan dari acara yang ditayangkan di televisi. Sebagai salah satu media massa yang muncul setelah media cetak dan radio, televisi memberikan warna baru dalam kehidupan manusia. Televisi mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan media massa lainnya karena televisi mampu menyampaikan pesan-pesan dengan gambar dan suara secara bersamaan, hidup, cepat, bahkan dapat disiarkan secara langsung (live) dan mampu menjangkau khalayak luas.

Keistimewaan televisi dibandingkan dengan media lainnya, banyak dimanfaatkan oleh para pemasang iklan yang ingin iklannya ditonton masyarakat. Keunggulan televisi antara lain mampu mengkombinasikan gambar (visual images), suara (sound), pergerakan (motion), dan warna (colour). Kelebihan-kelebihan inilah yang memungkinkan pembuat iklan untuk mengembangkan daya tarik yang paling kreatif dan imaginatif lebih baik dengan menggunakan media televisi dibandingkan dengan media lain (Belch & Belch, 1999 : 340 -341). Ditambah lagi dengan daya jangkaunya yang luas, maka dengan karakteristiknya yang demikian televisi sering disebut sebagai media promosi yang ideal karena mempunyai efek media massa dapat menambah pengetahuan, mengubah sikap, atau menggerakkan perilaku pemirsanya.  

Dengan karakteristik televisi sebagaimana dikemukakan di atas, televisi merupakan media yang dipercaya paling efektif untuk beriklan. Kendati harganya lebih mahal daripada media elektronik yang lain seperti media cetak atau radio, para pemasar tetap ingin mempromosikan produknya lewat televisi. Tidak heran apabila saat ini sangat banyak iklan memenuhi acara-acara televisi, terutama program yang paling banyak ditonton atau tayang pada prime time.

Manfaat iklan televisi yang terbukti efektif dalam memberikan informasi kepada calon konsumen, menjadikan banyak perusahaan produsen produk/jasa tertarik menayangkan iklannya di televisi. Oleh karena itulah kemudian iklan yang ditayangkan di televisi semakin banyak. Bagi stasiun televisi, iklan adalah sumber pendapatan. Semakin banyak iklan, maka semakin banyak pula pendapatan yang mereka dapatkan. Semakin banyak iklan, akan semakin menguntungkan stasiun televisi dan pengiklan, namun tidak demikian dengan penontonnya. Penonton jenuh dengan banyaknya iklan yang menjejali acara televisi. Hal ini lazim terjadi, bahkan di Amerika Serikat jumlahnya mencapai 40% (Majalah Marketing – Desember 2006).

Indonesia adalah negara dengan tingkat iklan TV paling padat di seluruh dunia, data dari lembaga riset AC Nielsen menunjukan bahwa rata-rata orang dewasa Indonesia menonton iklan TV sebanyak 852 iklan per minggu, Ibu rumah tangga dijejali iklan lebih banyak lagi yaitu 1.200 iklan per minggu. Jumlah itu jauh melebihi tingkat kepadatan TV dunia. Data dunia menunjukkan rata-rata orang mengkonsumsi iklan TV adalah 561 iklan per minggu. Negara-negara lain sesudah Indonesia yang menduduki peringkat atas tingkat kepadatan iklan di dunia adalah Mexico, Selandia Baru, Australia, dan Rusia. Ini adalah negara-negara yang memang dikenal makin komersial dalam hal pertelevisian. Sementara itu, negara dengan tingkat kepadatan iklan TV paling rendah umumnya adalah negara-negara Eropa Barat, wilayah yang terkenal menerapkan kebijakan pertelevisian yang melindungi kepentingan publik. Televisi mereka tidak sepenuhnya komersial. Tingkat kepadatan iklan mereka antara 100-200 iklan per minggu. Negara tetangga dekat Indonesia, yaitu Singapura, juga memiliki tingkat kepadatan iklan yang rendah, 160 iklan per minggu (Majalah Marketing – Desember 2006).

Di dalam iklan dikenal istilah durasi iklan. Durasi iklan adalah waktu yang digunakan untuk menayangkan iklan. Durasi tersebut dibedakan menjadi dua, yaitu iklan yang berdurasi pendek (iklan pendek) dengan durasi 15 detik dan iklan yang berdurasi panjang (iklan panjang), yang berdurasi 30 detik. Dilihat dari jumlahnya, iklan dikatakan banyak apabila jumlah iklan yang ditayangkan dalam satu rangkaian iklan adalah lebih dari 7 (tujuh) iklan. Sebaliknya dikatakan sedikit apabila kurang dari 7 (tujuh) (Zufryden, Pedrick, Sankaralingam, 1993 : 56).

Menurut teori persepsi, informasi yang sama belum tentu akan mempunyai arti yang sama bagi setiap orang. Pemahaman orang terhadap informasi tergantung kepada persepsinya (Baron & Paulus, 1991:34). Hal ini juga berlaku pada iklan. Dikaitkan dengan teori periklanan yang mempunyai aspek durasi dan jumlah iklan, maka berdasarkan pendapat Baron & Paulus (1991:34), dapat dikatakan bahwa pemahaman orang terhadap durasi dan jumlah iklan tergantung kepada persepsinya terhadap durasi dan jumlah iklan.

Dalam hal ini, persepsi ditentukan oleh kemampuan menerima informasi inderawi, kemampuan menginterpretasi informasi dan kemampuan mendapatkan pemahaman mengenai apa yang dipelajarinya. Semakin baik ketiga kemampuan tersebut, semakin baik persepsi terhadap durasi dan jumlah iklan. Sebaliknya, semakin buruk ketiga kemampuan tersebut, semakin buruk pula persepsi terhadap durasi dan jumlah iklan.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam proses pembelajarannya sangat berkaitan dengan seluk beluk media massa dan iklan, khususnya mahasiswa ilmu komunikasi dengan konsentrasi periklanan (advertising). Oleh karena itu seharusnya mahasiswa Ilmu Komunikasi melihat iklan tidak hanya dari segi komersialnya saja, namun juga melihat iklan dengan sudut pandang yang lain, seperti durasi dan jumlah iklan.

Sebagai individu, maka mahasiswa Ilmu Komunikasi konsentrasi Periklanan mempunyai pengetahuan yang luas tentang iklan. Mereka juga tahu bahwa tidak ada durasi yang sama untuk semua iklan. Mereka tahu bahwa ada iklan yang berdurasi panjang dan ada yang berdurasi pendek. Demikian juga mahasiswa Konsentrasi Periklanan juga tahu bahwa tidak semua iklan berjumlah sama setiap kali penayangannya, ada yang jumlahnya sedikit, ada yang jumlahnya banyak.

Selain itu, dengan seringnya melihat iklan, mahasiswa ilmu komunikasi bisa mempelajari dan mengetahui perkembangan dunia periklanan, mengetahui trend terkini dalam iklan televisi. Mengetahui bahwa durasi dan jumlah iklan yang ditayangkan di televisi berbeda-beda.

Dari fakta bahwa pemirsa mahasiswa Ilmu Komunikasi memiliki pengetahuan yang cukup tentang durasi dan jumlah iklan, menarik untuk meneliti persepsi pemirsa mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Konsentrasi Advertising terhadap durasi dan jumlah iklan. Dalam hal ini dari sudut pandang pemirsa yang tidak ingin terganggu dalam menikmati acara utama yang sedang ditonton, iklan merupakan faktor pengganggu. Oleh karena itu sesuai dengan keinginan pemirsa, dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui persepsi penonton mengenai durasi dan jumlah iklan yang berdurasi pendek dan berjumlah sedikit. Dengan membatasi durasi pendek dan jumlah iklan yang sedikit tersebut, penulis mengharapkan hasil bahwa pemirsa mau menonton iklan yang ditayangkan disela-sela acara utama.

Acara yang dipilih untuk dijadikan objek penelitian adalah acara Extravaganza yang ditayangkan Stasiun Trans TV. Acara ini yang dipilih karena acara ini mempunyai rating tinggi karena banyak ditonton oleh pemirsa televisi (http://www.suarakaryaonline.com/indonesian/tv/rating/ recent.htm, diakses tanggal 2 Januari 2009). Selain itu acara ini merupakan acara hiburan yang disukai anak muda (http://www.transtv.co.id/kategori/-profil/extravaganza/about.htm, diakses tanggal 2 Januari 2009) sehingga menurut penulis sangat cocok untuk meneliti persepsi pemirsa terhadap iklan yang ditayangkan di sela acara yang disukainya tersebut. Pemilihan acara ini juga ditujukan untuk mempertegas batasan antara toleransi pemirsa terhadap iklan yang berdurasi pendek dan berjumlah sedikit yang ditayangkan di acara yang kurang mereka sukai, yang ditunjukkan oleh acara yang mempunyai rating rendah.

 

B.  Rumusan Masalah

Dalam penelitian ini dirumuskan masalah sebagai berikut :

Bagaimana persepsi terhadap durasi dan jumlah iklan pada acara Extravaganza di kalangan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Advertising Universitas Muhammadiyah Yogyakarta?

 

C.  Tujuan Penelitian

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah :

Untuk menganalisis persepsi terhadap durasi dan jumlah iklan pada acara Extravaganza di kalangan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Advertising Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

 

Skripsi Daftar Pustaka


Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk softcopy (Msword) langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509

 
atau bisa telepon langsung.

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Related Articles: