BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan bidang yang sangat penting terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Dengan diberlakukannya wajib belajar sembilan tahun yang terdiri 6 tahun di SD dan 3 tahun di SMP atau pendidikan yang sederajat, menjadikan pelajaran matematika mendapat sorotan atau perhatian yang sangat besar.

Matematika Sekolah Dasar merupakan konsep dasar dalam mempelajari konsep-konsep di jenjang sekolah menengah. Menurut Herman Hudoyo (1990, h.4) secara singkat dapat dikatakan bahwa ”matematika berkenaan dengan ide-ide, konsep-konsep abstrak yang tersusun secara hierarkis dan penalarannya deduktif”. Matematika disebut ilmu deduktif, karena kita ketahui bahwa baik isi maupun metode pencarian kebenaran dalam matematika berbeda dengan ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan umumnya. Metode pencarian kebenaran yang dipakai matematika adalah metode deduktif, namun dalam matematika mencari kebenaran bisa dimulai dengan cara induktif, tetapi semua keadaan harus dibuktikan secara deduktif. Menurut GBPP SD 2004 kelas IV semester II mata pelajaran matematika dengan pokok bahasan Kelipatan dan Kelipatan Persekutuan memerlukan keterampilan khusus dari siswa, untuk itu diperlukan suatu alat bantu yang disebut sebagai media pembelajaran.

Kurangnya nilai matematika dari sebagian besar siswa disebabkan karena siswa kurang menguasai materi. Hal ini dapat dilihat pada saat siswa mengerjakan soal ulangan atau tes, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal tersebut. Berdasarkan hal tersebut di atas maka penulis bermaksud untuk mengadakan penelitian mengenai masalah KPK dengan menggunakan alat peraga turus persekutuan. Penggunaan alat peraga sebagai media pembelajaran sangat membantu proses komunikasi antara guru dan siswa, karena dapat menghindari atau mengurangi kemungkinan terjadinya salah komunikasi dalam penyampaian materi. Mengingat pentingnya manfaat media pengajaran maka seorang guru harus berusaha mengembangkan keterampilan untuk membuat sendiri alat bantu pengajaran karena media pengajaran harus disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Sehingga dalam kegiatan belajar mengajar dapat efektif dan mencapai sasaran. Dengan seringnya berlatih menggunakan alat peraga diharapkan keterampilan siswa meningkat sehingga hasil belajar meningkat. Permasalahan di atas menjadikan peneliti mengemukakan alasan pemilihan judul sebagai berikut.

  1. Penelitian tindakan kelas berkaitan langsung dengan mata pelajaran matematika. Karena peneliti mengajar di SD Rambeanak I Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang maka dengan cepat dapat mengetahui hambatan dan keberhasilan siswa dalam belajar. Sepandai-pandainya guru dalam menyampaikan pelajaran matematika namun jika tidak diimbangi dengan kesiapan siswa dalam menerima pelajaran tersebut, maka tidak mungkin membuahkan hasil yang baik. Kesiapan yang dimaksud adalah kesiapan dalam menerima, memahami, dan mencerna informasi yang disampaikan oleh guru sebagai perubahan tingkah laku. Tinggi rendahnya daya tangkap siswa sangat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran.
  2. Minat belajar siswa kurang. Agar ada minat siswa dalam belajar, alangkah baiknya bila dalam mengajarkan matematika digunakan alat peraga atau model dan pengajarannya beraneka ragam serta sesuai dengan konsep yang akan ditanamkan. Salah satunya adalah dengan bermain mengingat dunia anak dunia bermain. Sekolah Dasar Rambeanak I berada di pedesaan. Latar belakang orang tua siswa yang berpendidikan rendah, mayoritas bermata pencaharian buruh tani. Hal ini menyebabkan perhatian orang tua terhadap pendidikan putra-putrinya sangat kurang. Akibatnya minat belajar siswa sangat rendah.
  3. Keterampilan menyelesaikan soal rendah. Setiap Sekolah Dasar terdapat beberapa anak yang mengalami kesulitan belajar yang berarti keterampilan anak dalam menyelesaikan soal rendah dan kurang. Bila dibanding dengan pelajaran lain nilai rata-rata mata pelajaran matematika menduduki urutan bawah. Hal ini membuktikan betapa rendahnya keterampilan menyelesaikan soal matematika bagi siswa kelas IV SD Rambeanak I Kecamatan Mungkid. Ini disebabkan oleh kurangnya minat belajar siswa terhadap pelajaran matematika. Di lain pihak, matematika sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Menyadari besarnya fungsi dan tujuan matematika dalam standar kompetensi Depdiknas (2003:1) bahwa fungsi dan tujuan matematika adalah mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, menurunkan dan menggunkan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui pengukuran dan geometri, aljabar, dan trigonometri. Matematika juga berfungsi untuk mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan bahasa melalui model matematika yang dapat berupa kalimat dan persamaan matematika, diagram, grafik dan tabel.
  4. Lokasi penelitian. Lokasi penelitian adalah di Sekolah Dasar Negeri Rambeanak I Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang. Adapun peneliti memilih lokasi di sekolah ini karena peneliti bertugas sebagai guru kelas IV di SD Negeri Rambeanak I Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang. Kemungkinan hambatan dan kesulitan yang dihadapi siswa dapat terdeteksi secara jelas sehingga penelitian akan berjalan dengan lancar. Di samping itu kegiatan penelitian tindakan kelas belum pernah dilaksanakan di sekolah tempat peneliti mengajar.
  5. Penggunaan alat peraga lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan menyelesaikan soal. Pada hakekatnya belajar dan mengajar merupakan proses komunikasi antara guru dan siswa. Sebagai komunikasi pembelajaran siswa menjadi komunikator terhadap siswa lain dan guru sebagai fasilitator. Maka akan terjadi proses interaksi dengan kader pembelajaran yang tinggi. Proses komunikasi tidak selalu dapat berjalan dengan lancar tanpa diimbangi dengan penggunaan alat peraga. Komunikasi dapat dijadikan sebagai alat kontrol komunikator untuk melakukan perbaikan. Untuk menghindari atau mengurangi kemungkinan kemungkinan yang terjadi salah komunikasi maka diperlukan alat bantu (sarana) yang dapat membantu meningkatkan keterampilan menyelesaikan soal matematika.

Menurut Anderson (Isti Hidayah, Sugiyarto 2003:5). Alat peraga sebagai media atau perlengkapan yang digunakan untuk membantu guru mengajar. Menurut Darhim (Isti Hidayah, Sugiyarto 2003:5) alat peraga yang penggunaanya diintegrasikan dengan tujuan dan isi pengajaran yang telah tertuang dalam Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Menurut Tim PKG (Isti Hidayah, Sugiyarto 2003:5) alat peraga merupakan benda konkret sebagai model dan ide-ide matematika dan untuk penerapannya. Untuk meningkatkan prestasi belajar matematika lebih efektif bila menggunakan alat peraga maka strategi pendayagunaannya harus memperhatikan kesesuaian alat peraga dengan tujuan pembelajaran, materi Kelipatan dan Kelipatan Persekutuan, strategi (metode), kondisi (ruang kelas), dan kebutuhan siswa. Oleh karena itu peneliti ingin meningkatkan prestasi belajar siswa melalui penggunaan alat bantu turus persekutuan terutama pada pengerjaan hitung Kelipatan dan Kelipatan Persekutuan.

B. Permasalahan

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini sebagai berikut.

  1. Apakah keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal kelipatan dan kelipatan persekutuan dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan alat peraga turus persekutuan bagi siswa kelas IV SD Rambeanak I tahun pelajaran 2004/2005?
  2. Apakah melalui pemanfaatan alat peraga turus persekutuan dapat menciptakan pembelajaran matematika yang aktif dan kreatif?

Skripsi Daftar Pustaka

Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk softcopy (Msword) langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509

 
atau bisa telepon langsung.

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Related Articles: